Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 55


__ADS_3

"ENGGAK!" teriak seorang pria yang begitu menggelegar.


Mata semua orang tertuju pada seorang pria muda berperawakan tinggi dan berwajah Eropa yang mengenakan setelan kemeja biru dan celana panjang berwarna hitam.


Mereka bertanya-tanya siapa gerangan pemuda tersebut yang berani mengacaukan acara.


"Oh sial, Leon kembali," ujar Richard.


David mengernyitkan dahinya, "Leon? Siapa dia?" tanyanya.


"Kakaknya Katya," jawab Richard sembari memijat pelipisnya.


"Siapa itu orang berani banget mengganggu ini acara!" celetuk Rafael memandang tidak suka ke arah Leon.


"Dia orang eropa otomatis kerabat mempelai perempuan," sambung Rayen.


"Aku harap semoga berjalan lancar," ucap Jordan mengusap kepalanya.


"Kakak!" panggil Katya dengan wajah sedikit tidak percaya melihat kehadiran kakaknya.


Katya langsung menghampiri kakaknya, "Kakak kapan balik?" tanyanya.


"Bukan urusanmu," jawab Leon dingin.


Leon berjalan santai menuju meja akad dan ia mengambil posisi berdiri di samping penghulu dan depan Aksa.


Leon memandang Aksa dengan tatapan mengintimidasi, namun Aksa begitu tenang dan tidak menunjukkan gelagat tidak suka dengan tatapan yang diberikan oleh Leon padanya.


"Ternyata ini calon suami adikku," ucap Leon tersenyum sinis.


Leon mengalihkan pandangannya ke penghulu, "pak penghulu terhormat bukannya perempuan boleh menikah jika walinya sendiri yang menikahkannya, kan?" tanyanya dengan begitu sopan.


"Iya, anda benar. Seorang perempuan boleh menikah jika walinya yang menyetujuinya," balas penghulu tersebut.


"Jadi, biarkan aku sendiri yang menikahkan adikku ini," ucap Leon yang berhasil membuat semua orang bernafas lega.


Namun ada satu orang yang tidak menyukai perkataan Leon, "aku pikir Leon datang untuk menghentikan pernikahan ini rupanya dugaanku salah,"batinnya.


Leon memandang sebuah kotak yang merupakan mahar Katya, dan dia berdecak sinis, "apa adikku tidak begitu berharga sampai kalian cuma memberi segini," hinanya.

__ADS_1


"Kak," tegur Katya.


"Aku tidak akan menikahkan kalian sebelum maharnya diganti," ucap Leon nyaring.


Mendengar perkataan Leon semua orang begitu panik, mereka tidak memprediksi hal seperti ini akan terjadi.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Aksa mengangkat pandangannya.


"Aku ingin seribu gram logam mulia yang dijadikan mahar untuk adikku, dan beserta sebuah rumah. Apa kau bisa memberikannya?" tantang Leon dengan tersenyum remeh.


"Baik, akan aku turuti," balas Aksa.


"Aku ingin mahar itu berada tepat di depan mataku, aku tidak ingin mendengar alasan apa pun," ucap Leon.


Katya merasa khawatir Aksa tersinggung dengan ucapan kakaknya padahal ia tidak masalah dengan apa pun yang akan diberikan oleh Aksa, karena ia menganggap mahar cuma sebuah simbol ketulusan calon suami pada istrinya.


Richard maju ke depan dan mengambil posisi berdiri tepat di hadapan Leon, "cuma itu saja yang kau inginkan? Tidak ada yang lain? Tunggu 30 menit asistenku akan mengantarnya," ucapnya.


"Lewat 30 menit silakan angkat kaki dari rumahku dan pernikahan batal," ucap Leon tersenyum lebar.


Semua orang sedikit ketakutan bagaimana jika terjadi sesuatu pada asisten Richard, mereka juga mikir pasti terjadi kemacetan belum tentu orang mereka bisa sampai dalam waktu setengah jam. Bagaimana bisa tuan besar Wijaya menentukan waktu sesingkat itu untuk menunggu aturan dia berkata satu atau dua jam ini malah setengah jam, cuma keajaiban dari tuhan sekarang yang bisa menolong mereka.


"Kira-kira bisa dalam waktu setengah jam asisten kakek Richard bisa datang!" sambung Rayen.


"Aku rasa tidak," balas Jordan lesu.


"Tidak lucu jika Aksa batal nikah gara-gara maharnya datang terlambat," ucap Rayen dengan wajah cengo.


Para keluarga Wijaya merasa gelisah dan melirik jam di pergelangan tangan secara sekilas, mereka takut dan tidak bisa membayangkan jika pernikahan ini batal hanya karena pergantian mahar secara mendadak dan yang paling membuat mereka sedikit syok bagaimana bisa menyiapkan mahar dalam waktu singkat.


"Bisa-bisanya papa bilang 30 menit harusnya papa minta waktu 2 jam," ujar Rika memainkan jarinya.


"Aku tidak yakin orang kita akan sampai di sini dengan tepat waktu," sambung David menggusar rambutnya.


"Kalian ini buat apa khawatir! Papa pasti sudah mempunyai rencana, kita cuma melihat pertunjukkannya saja," sela Lisa sewot.


Mereka cuma bisa tersenyum kecut mendengar perkataan Lisa, walaupun Richard mempunyai rencana tentu saja sebagai orang tua mereka sangat mengkhawatirkan Aksa karena ini juga mempertaruhkan harga diri anak mereka.


Jika orang-orang merasa gelisah, takut, dan khawatir maka berbeda dengan kedua orang gadis yang duduk di bagian posisi ujung, mereka malah memandang Leon dengan tatapan memuja.

__ADS_1


"Gila! Katya kenapa enggak bilang punya kakak seganteng ini," ujar Zahra dengan bibir terbuka.


"Kece abis," sambung Cherry.


"Aku rela nikah muda jika calonnya spek macam kakak Katya," ucap Zahra riang.


"Aku akan bilang ke kakek agar mengatur pertemuan aku dengannya," cetus Cherry.


"Paling itu orang langsung jijik ketika menatapmu Cherry," hina Zahra.


"Bilang saja kau iri karena aku berada satu langkah di atas kau," sewot Cherry ketus.


Jika Zahra dan Cherry memandang takjub Leon maka berbeda-beda dengan Wati dan Auris mereka malah tersenyum senang.


"Semoga orang mereka datang terlambat," cetus Wati.


"Aku berdoa semoga pernikahan ini batal," sambung Auris mengusap tangan Wati.


"Aku pikir Leon setuju rupanya dia mempunyai rencana yang sangat tidak terduga," ujar Wati tersenyum lebar.


"Aku berharap tuhan memihak kita, dan semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," pinta Auris dengan suara halus dan tulus.


"Amin," balas Wati.


Jika orang-orang ada yang bahagia, marah, gelisah, dan ketakutan, Kevin malah dengan santainya memakan dessert yang berupa strawberry cheesecake.


Ia menatap ibu asuhnya dan Auris secara bergantian, "ibu, kenapa orang-orang pada tegang harusnya acara gini mereka makan hidangan yang kita siapkan kan?" tanyanya dengan polos.


Wati merasa gemas dengan tingkah polos Kevin, ia mengacak rambutnya, "kau pasti akan mengerti nanti," ucapnya.


Kevin memajukan bibirnya merasa kurang puas dengan jawaban yang diberikan oleh ibunya.


"Ibu ngeselin, harusnya kasih tahu tapi ini malah buat orang makin bingung," gumam Kevin memasukkan cake ke dalam mulutnya.


Leon duduk dengan santai dan menyuruh pelayan membawa minum untuknya, ia minum dengan begitu tenang dan menikmati makanan yang diberikan pelayan.


"20 menit lagi," ujar Leon dengan menggoyang gelas. "Semoga kalian beruntung," ucapnya tersenyum remeh pada Aksa.


Aksa mengepalkan tangannya berusaha menahan emosinya, "andai dia bukan kakaknya Katya aku pasti akan menyuruh keamanan untuk menyeretnya pergi dari sini," batinnya.

__ADS_1


Katya duduk di samping Aksa, ia meremas jari-jarinya, "aku bingung antara senang atau sedih karena pernikahan ini mau batal, kenapa hidupku ini penuh dengan drama yang tidak bermutu," ucapnya sambil mengusap pelipisnya.


__ADS_2