Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 77


__ADS_3

Abraham mengeras wajahnya dan berusaha mengontrol raut wajahnya menahan kesal dan marah yang disebabkan oleh asistennya Lucas.


Abraham mengendarai motor matic dan tidak lupa pula ia mengenakan helm berwarna pink yang berhasil membuat suasana hatinya langsung buruk.


Lucas menemani tuan berkendara dari belakang dan ia juga membawa motor matic sama seperti tuannya yang membedakan adalah helm yang ia pakai bewarna biru muda.


Alasan Lucas menyiapkan sepeda motor matic adalah dokter melarang Abraham mengendarai motor sport karena itu buruk buat kesehatan jantung tuannya.


Tidak terasa mereka berkendara sekitar 45 menit akhirnya mereka tiba di sekolah Kevin dan dapat mereka lihat murid-murid pada pulang. Abraham turun dari motornya masih dengan raut wajah datar, anak-anak yang melihat seorang kakek tua menggunakan helm pink berhasil membuat perut mereka geli dan tertawa.


Abraham yang sadar anak-anak menertawakan dirinya langsung melayangkan sorot mata yang tajam dan itu berhasil membuat mereka lari ketakutan.


"Dasar anak tidak punya sopan santun," umpat Abraham sambil melepaskan helm.


Lucas menghampiri tuannya dan menepuk pundak Abraham.


"Apa," balas Abraham ketus.


"Tuan, tolong atur ekspresi wajahmu. Sepertinya anak-anak pada ketakutan melihatmu," ujar Lucas dengan nada halus.


"Bukan urusanku," balasnya sarkas.


Abraham membalikkan badannya dan bisa ia lihat cucunya Kevin sudah berdiri di hadapannya. Kevin memandang motor matic Abraham dan terkekeh.


"Apa kau pikir ini lucu!" seru Abraham.


"Aku pikir kakek akan membawa motor sport rupanya bawa motor matic. Kakek lemah!" balas Kevin tertawa.


"Kalau kau bukan cucuku sudah ku lempar kau ke rawa-rawa," ucap Abraham pelan.


Kevin jalan lalu ia duduk di bagian belakang motor, "kakek ayo pulang," ajaknya.


"Pulang ke mana bocah?" tanya Abraham.


"Ke rumahku," jawabnya polos.

__ADS_1


Abraham tidak menggubris kalimat cucunya ia malah menepuk jidatnya.


"Kakak masih menginap di rumah kak Aksa," sambungnya.


"Baiklah," jawabnya.


Abraham mendaratkan bokongnya di jok motor lalu ia menyalakan mesin dan memutar gas dan kemudian motor berjalan perlahan.


Abraham mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan ia menyalip beberapa kendaraan yang melintas di depannya, Kevin merasa biasa saja dan ia sangat menyukainya.


Kendaraan roda dua tersebut berhenti tepat di depan gerbang, satpam menghampiri mereka dan langsung membuka gerbang ketika melihat wajah tuan kecil.


Motor masuk ke dalam pekarangan rumah dan berhenti di depan rumah, Kevin turun dan mengajak mereka berdua masuk ke dalam.


"Ibu," teriak Kevin sambil berlari kecil.


Abraham cuma pasrah ditarik oleh cucunya itu dan mereka menghentikan langkah kaki melihat dua orang wanita berbeda generasi dan dan seorang pria yang duduk di kursi roda.


Abraham menelan salivanya dan Kevin menundukkan wajahnya sedangkan Lucas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Ibu, kakak," cicit Kevin.


"Kakak tidak ingin mendengar alasan. Ibu bawa Kevin ke kamarnya," perintah Katya.


Wati membawa putra asuhnya ke kamar dan menyisakan mereka di ruang tamu. Katya berdiri dan melangkahkan kakinya ke hadapan Abraham.


"Kakek apa kau tidak mau menjelaskan ini semua!" ujar Katya tersenyum.


"Apa kau tidak ingin persilakan aku duduk!" tantang Abraham.


"Aku rasa kakek tahu cara untuk duduk," ledek Katya.


Abraham berdengus kesal sambil menjatuhkan bokongnya di atas sofa, Abraham memiringkan kepalanya.


"Kita berjumpa lagi," ujar Abraham tersenyum miring.

__ADS_1


"Senang bertemu denganmu. Apa kau sudah memberikan liontin itu pada cucumu?" tanya Aksa dengan ekspresi wajah santai.


"Kau bisa melihatnya sendiri," jawabnya cuek.


Katya duduk di depan kakeknya dengan menyilangkan kedua tangannya. "Bisa jelaskan apa alasanmu kemari dan bagaimana Kevin bisa mengenalmu!"


Abraham mengambil nafas lalu menghelanya, ia mulai menceritakan tentang permasalahannya dengan orang-orang dari masa lalu dan bagaimana mereka memilih untuk berdamai dan melupakan semua yang terjadi. Abraham juga menceritakan alasan kenapa ia tidak merestui hubungan antara James dan Irene yang disebabkan oleh permusuhan antara dirinya dengan Kim Jong Hyun hanya karena Lily menikah dengan Abraham.


Abraham memaparkan pertemuannya dengan Kevin dan betapa ia terkejut mengetahui bahwa Kevin tahu ia adalah kakeknya. Dan alasan Abraham bisa di sini karena Kevin yang mengajaknya.


Katya dan Aksa mendengar semua cerita Abraham, baik Aksa ataupun Katya tidak mencela sama sekali.


"Jadi tujuan kakek sekarang adalah memperbaiki hubungan dengan kami?" tanya Katya to the point.


"Iya, aku sangat menyesal dan ingin memperbaiki semuanya," jawab Abraham dengan lirih.


"Silakan kek, aku tidak akan melarangnya. Jika kakek ingin tinggal di sini aku juga tida keberatan bagaimanapun kau adalah keluargaku," ujar Katya dengan tatapan sendu.


Abraham mendengarnya tanpa ia sadari meneteskan air matanya, Lucas yang melihat segera mengambil tissue lalu menyeka sudut mata tuannya.


"Aku bukan anak kecil lagi," ujar Abraham ketus.


"Dasar pak tua," umpat Lucas.


"Jadi aku boleh tinggal di sini?" tanya Abraham memastikan.


Katya dan Aksa serentak mengangguk kepalanya, Abraham tersenyum sumringah.


"Lucas, siapkan barang-barang dan semua kebutuhan aku," perintahnya bersemangat.


"Tuan tinggal di sini, terus aku?" tanya Lucas dengan jari menunjuk wajahnya.


"Kau sudah besar bisa tinggal di mana saja," jawabnya ketus.


Lucas memasang wajah cengo, Katya dan Aksa tertawa melihat interaksi antara kakeknya dan Lucas.

__ADS_1


"Dasar pak tua, baikan sama cucunya aku dilupakan," umpatnya dengan lirikan tajam.


__ADS_2