Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 72


__ADS_3

Kevin sedang menatap tajam seorang pria yang berambut putih yang mempunyai raut wajah yang hampir mirip dengan dirinya.


"Apa!" ucap Kevin ketus.


"Kevin, ini robot untukmu," ujar pria tua menyodorkan sebuah benda besi pada Kevin.


"Kakek tidak sedang ingin merayu aku kan?" tanya Kevin dengan melayangkan tatapan tajam pada pria tua tersebut.


Pria berambut putih tersebut adalah Abraham Adylson. Ia memilih menemui Kevin yang sedang menunggu jemputan supir. Ia menggunakan setelan kemeja polos dipadukan dengan celana hitam panjang.


"Kevin, kakek minta maaf sudah menghina kudamu," ucap Abraham dengan nada datar.


"Kakek ikhlas engga minta maaf!" balas Kevin ketus.


"Ikhlas sayang," ucap Abraham dengan nada lembut yang dibuat-buat.


Kevin memilih pergi dari sana, Abraham menyusul cucu laki-lakinya itu sampai mereka berhenti di taman dan duduk di bangku yang ada di taman tersebut.


"Kevin, kakek penasaran darimana kau tahu aku kakekmu?" tanyanya dengan kening yang berkerut.


Kevin tersenyum begitu manis hingga siapa pun yang melihatnya akan merasa terpesona dan otak kecilnya malah berkelana ke masa lalu.


Seorang pria paruh baya menatap lekat sebuah figuran foto di tangannya, ia tidak sadar jika terdapat suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.


"Papa," panggil Kevin yang berhasil membuyarkan lamunan pria paruh baya tersebut.


James menoleh ke samping dan ia bisa lihat Kevin yang mengulurkan kedua tangannya padanya, ia mengangkat putranya dan mendudukkannya di pangkuannya.


Kevin menjatuhkan pandangnya pada figuran foto yang terdapat di meja. "Papa, siapa orang itu?" tanyanya.


James menghela nafasnya lalu menarik sudut bibirnya, "orang yang di foto ini adalah kakek dan nenek."


"Kakek dan nenek?" tanya Kevin dengan tangan polos.


"Mereka orang tua papa," jawabnya sambil mengelus kepala putra kecilnya. "Cuma Kevin saja yang boleh tahu. Jangan sampai kak Leon atau Katya tahu, mengerti!"


Kevin mengangguk kepalanya sebagai tanda ia paham yang diucapkan oleh ayahnya, dan Kevin melihat dengan seksama wajah yang ada di foto tersebut.

__ADS_1


Abraham mengangkat satu alisnya melihat Kevin yang malah melamun dan tidak menggubris pertanyaan membuat ia sedikit jengkel.


"Kevin," teriak Abraham tepat di daun telinga cucunya.


Kevin langsung sadar dari lamunannya dan ia memicingkan matanya taja terhadap Abraham.


"Kakek, gendang telingaku bisa pecah," ucap Kevin ketus seraya mengusap telinganya.


"Bukannya menjawab pertanyaan kakek malah melamun. Jawab darimana kau tahu aku kakekmu?" tanya Abraham sekali lagi


"Rahasia," ucap Kevin dengan tangan yang memperagakan awan.


Kevin berdiri dan berlari kecil sebelum itu ia membalikkan badannya ke belakang, "kakek, besok kalau mau jemput aku pakai motor."


Kevin langsung berlari menuju gerbang depan dan Abraham cuma menatap punggung cucunya yang mulai kabur di pandangannya.


Abraham juga bangkit lalu berjalan menuju pinggir jalan tempat mobilnya diparkirkan, Abraham masuk ke dalam mobilnya dan duduk di bagian belakang.


"Jalankan mobilnya Lucas," perintah Abraham.


Lucas segera menyalakan mesin mobilnya dan mulai menjalankan kuda besi itu pergi menjauh dari area sekolah.


Katya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kediaman mertuanya, ia bertanya pada pelayan dimana keberadaan semua orang dan pelayan menjawab mereka sedang berada di ruang makan.


Katya berjalan menuju ruang makan dan dapat ia lihat semua orang sedang berkumpul, ia mengambil posisi duduk di samping suaminya.


"Kenapa kau pulang begitu lama Katya?" tanya Richard dengan halus.


Semua orang membelalakkan matanya mendengar suara halus tertua Wijaya selama ini ia selalu berbicara dengan nada tegas ataupun datar tidak pernah halus.


"Aku ke makam orang tuaku tadi," jawab Katya jujur.


Katya memilih menjawab itu saja dan ia tidak ingin orang-orang tahu pertemuannya dengan Loren cukup suaminya saja yang tahu.


"Pergi ke makam atau menemui selingkuhan," sindir Cherry.


Katya mengepal tangannya tidak terima dengan tuduhan yang tidak mendasar dari adik iparnya itu. Katya menarik sudut bibirnya tipis, "iya, aku pergi menemui selingkuhan. Apa mau aku kenalkan?"

__ADS_1


Cherry tidak menduga dengan jawaban yang dikatakan oleh kakak ipar keduanya tersebut, ia malah berharap Katya merasa takut dan cemas.


"Kau pasti lelah Katya. Makanlah dan setelah itu pergi berisitirahat," ujar Lisa.


"Baiklah nek," jawab Katya cepat.


Mereka memakan makanan dalam keadaan hening dan terdengar suara dentingan sendok. Katya bisa merasakan ada seseorang yang menatap dirinya dengan tatapan permusuhan tapi ia tidak ingin mengambil pusing dengan hal itu. Ia malah berpikir paling orang itu akan capek sendiri menatap tajam dirinya.


Katya telah menghabiskan makanannya ia berpamitan pada semua orang lalau berjalan menapaki anak tangga menuju kamarnya. Katya masuk ke dalam dan menutup pintu, ia menanggalkan seluruh pakaiannya dan segera berjalan menuju kamar mandi. Ia membiarkan tubuhnya diguyur air hangat dari shower dan tidak lupa pula ia menyikat giginya dan mencuci wajahnya.


Katya selesai dengan rutinitas mandinya ia melangkah kakinya menuju ruang ganti, ia memilih pakaian apa yang cocok untuknya sampai pandangannya jatuh pada gaun malam berbahan satin yang berwarna merah menyala.


Ia mengenakan gaun malam itu yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, dan bagian dada terbuka. Katya duduk di meja rias ia mengoleskan berbagai macam rangkaian skincare pada wajahnya dan tidak lupa pula ia mengaplikasikan lip serum di bibir pink ranum.


"Perfect," pujinya dengan mengusap rambutnya ke belakang.


Katya keluar dari ruang ganti dan dapat ia lihat Aksa yang sudah berada di kamar. Katya menghampiri Aksa yang bersandar pada kepala ranjang dengan mata tertutup.


Aksa yang menyadari keberadaan Katya membuka matanya dan betapa terkejutnya ia melihat penampilan istrinya, ia menelan salivanya kasar ketika pandangannya tidak sengaja pada dada Katya terbuka dan hampir keluar dari gaunnya sangking sempitnya.


"Katya, kenapa kau mengenakan gaun malam ini?" tanya Aksa.


Katya tidak menjawab pertanyaan Aksa, ia malah menempelkan bibirnya dengan bibir tebal Aksa. Aksa terpaku dan menikmati bibir Katya.


Katya menghentikan ciumannya. "Besok ulang tahunmu. Aku ingin menjadi yang pertama mengucapkannya dan aku ingin mempersembahkan hal yang sangat berharga dalam hidupku untukmu," ucapnya tulus.


"Kau yakin dan tidak akan menyesali apa yang akan kau serahkan itu padaku?" tanya Aksa memastikan.


Katya menggeleng kepalanya. "Tidak, aku tidak menyesal karena kau adalah suamiku," ucapnya penuh penekanan.


"Jangan menyesali keputusan yang kau buat Kitty," balas Aksa.


Aksa ******* bibir Katya begitu dalam dan tangan Katya membuka kancing piyama Aksa. Aksa melepaskan bibirnya dan mulai turun ke leher Katya dan memberikan tanda kepemilikannya di sana.


"Maaf kalau aku tidak bisa memenuhi semua ekspetasi-mu Kitty," ucap Aksa.


"Aku tidak peduli," balas Katya dengan nada seksi.

__ADS_1


Di malam yang tenang dan syahdu Aksa dan Katya berhasil melakukan penyatuan tanpa halangan dan gangguan.


"Thank you so much Kitty and i love you," ucap Aksa halus.


__ADS_2