Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 62


__ADS_3

Katya sedang memakai gaun malamnya, ia bersiap untuk tidur, sebelum tidur tidak lupa pula ia melakukan rangkaian skincare malam seperti biasanya dan juga body care ke seluruh tubuhnya.


"Segar, memang skincare terbaik," ucap Katya sembari menepuk pipinya.


Katya bangkit dan berjalan mendekat ke arah Aksa yang duduk di dekat jendela, ia menyentuh pundak Aksa.


Aksa menoleh dan mengangkat satu alisnya, "Hem," gumamnya.


"Ayo tidur ini udah malam, kakak mau aku ganti itu?" tanya Katya meringis.


"Serah," jawab Aksa singkat.


Katya tersenyum lebar ia mendorong kursi roda Aksa menuju pinggir kasur, lalu secara perlahan ia mengangkat tubuh Aksa lalu membaringkannya.


Katya berjalan ke kamar mandi lalu ia keluar dengan membawa baskom berisi air hangat, dan juga ia mengambil beberapa perlengkapan Aksa.


Katya memasang underpad di bawah bokong Aksa, ia mulai membuka kaos Aksa dan juga celananya dan Aksa cuma mengenakan diaper yang sudah menguning. Katya membasuh tubuh Aksa dengan wash lap setelah itu ia membuka diaper lalu membuangnya.


Katya membuat kedua kaki suaminya mengangkat dan ia mengelap area sensitifnya dengan hati-hati. Jika ditanya Katya malu atau gugup melakukan hal ini maka jawabannya adalah tidak, karena ayahnya pernah mengajarkan menjadi seorang dokter harus buang rasa malu karena seorang dokter pasti otomatis akan melihat seluruh tubuh pasiennya.


"Katya, kau bisa memasang kateter?" tanya Aksa membuka suaranya.


"Bisa, kenapa kak?" tanya Katya balik.


"Apa kau punya kateter juga?" ia tidak menjawab pertanyaan Katya yang ada ia malah bertanya balik.


"Ada," jawab Katya singkat.


"Aku ingin pasang kateter saja," pinta Aksa.


"Enggak boleh aku sudah konsultasi dengan dokter urologi, kakak tidak boleh pakai kateter dalam jangka waktu yang lama dan minggu kemarin kakak baru lepas kateter," papar Katya logis.


"Besok buat janji temu dengan dokter urologi untukku."


"Buat apa?"


"Tidak usah banyak tanya lakukan saja perintahku," jawab Aksa sedikit membentak.


Katya diam dan melanjutkan kegiatannya membasuh Aksa, ia mengoles cream anti ruam di area sel*ngkang*n dan setelah itu memasang diaper baru. Katya juga memakaikan piyama ke Aksa namun ia tidak memakai celana pada suaminya itu.


"Kenapa kau tidak memakaikan celana padaku?" tanya Aksa dengan nada tinggi.


"Paha kakak mengalami ruam dan aku sengaja tidak pakaikan celana, mau kakak teriak sekali pun aku tetap akan biarkan kakak cuma pakai diaper," balas Katya tegas.

__ADS_1


Aksa membuang wajahnya yang merah padam ke samping, Katya acuh ia membereskan semua perlengkapan tadi.


Katya berjalan ke sofa dan akan membaringkan tubuhnya, namun Aksa melihat Katya yang tidur di sofa langsung menghentikannya dengan berteriak.


"Apa aku sehina itu sehingga buatmu tidak sudi satu ranjang denganku!" teriak Aksa.


Katya berbalik dan melipat kedua tangannya, "sepertinya kakak salah paham, aku sengaja tidur di sofa karena aku merasa kakak keberatan tidur satu ranjang sama aku," ucapnya santai.


"Aku tidak keberatan sama sekali yang ada kamu tidak sudi seranjang denganku, aku tahu aku bukan suami sempurna," ucap Aksa ketus.


Katya mengepal tangannya berusaha menahan emosinya, tanpa diperintahkan kakinya malah melangkah ke kasur dan ia malah mengambil posisi berbaring di samping Aksa.


"Udah puas!" celetuk Katya merapikan selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga Aksa.


Katya berbaring membelakangi suaminya, Aksa memandang punggung Katya yang cuma berjarak sekitar 15 cm.


"Kita satu ranjang namun kau tidak sudi menatapku," ucap Aksa pelan tersenyum miris.


"Aku ingin tidur memandang wajah kakak, tapi kenapa jantungku malah berdebar gini," ucap Katya pelan memegang dadanya.


Aksa terus memandang lekat punggung Katya sampai Katya membuat pergerakan berbalik menghadap Aksa tanpa ia sadari, dan Katya memeluk Aksa.


Aksa yang dipeluk seperti itu menarik sudut bibirnya tipis, "kau suka sama aku tapi gengsi," ucapnya penuh percaya diri.


Aksa secara tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya ke Katya dan mencium sekilas bibirnya, dan Katya tidak terganggu sama sekali.


Aksa mengecup kening Katya, "selamat tidur istriku," ucapnya.


Aksa mengusap kepala Katya dan secara perlahan ia mulai memejamkan matanya dan masuk ke dalam alam mimpinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sinar matahari masuk melalui cela jendela yang tirai sedikit terbuka, dan membuat tidur indah Katya sedikit terusik, dan menggerakkan kelopak matanya untuk menyesuaikan netra cahaya.


Katya merasa ada sesuatu yang empuk dipeluknya, ia mengangkat pandangannya dan berhasil membuat pipinya menyemburkan rona merah.


Tanpa diperintahkan tangannya malah menyentuh pipi Aksa, "kakak dilihat dari dekat begitu ganteng, lebih enak lihat wajah damai kakak waktu tidur tapi waktu kakak bangun macam singa soalnya kakak galak dan sifat kakak macam kulkas," gumamnya terkekeh.


Tanpa Katya sadari bahwa Aksa sudah bangun dari sebelum ia membuka matanya, ia cuma berpura-pura tertidur dan bisa ia dengar semua perkataan Katya tentang dirinya.


"Dia bilang aku singa memang aku seseram itu!" batin Aksa menggerutu.


Katya begitu kaget melihat Aksa telah membuka matanya dan pandangan mereka terkunci satu sama lain sampai Aksa membuka suaranya.

__ADS_1


"Sudah puas melihat wajahku ini!" ucap Aksa dengan alis terangkat.


"Aku rasa kakak salah paham," elak Katya.


"Salah paham tapi tanganmu masih bertengger di pipiku ini," balas Aksa tersenyum miring.


Katya langsung menarik tangannya dan menetralkan mimik wajahnya, "aku tidak sengaja," ucapnya.


"Bilang saja kau terpesona dengan aku."


"Kenapa kakak begitu percaya diri sekali, aku sudah sering jumpa orang tampan tapi tidak ada yang begitu percaya diri seperti kakak," ujar Katya tersenyum smirk.


"Tapi aku suamimu jadi kau harus menghormati aku. Oh iya berhenti panggil aku kakak, aku ini suamimu bukan kakakmu," ucap Aksa ketus.


"Kakak lebih tua 5 tahun dariku jadi wajar aku panggil kakak," papar Katya.


"Orang-orang akan mengira aku kakakmu bukan suamimu."


"Jadi kakak mau dipanggil apa?"


"Terserah yang penting tidak kakak!"


"Kalau honey, baby, my bunny gimana?"


"Enggak itu panggilan yang menggelikan."


"Aku panggil mas mau?"


"Aku rasa panggilan itu tidak buruk," ujar Aksa.


"Jadi mulai sekarang aku panggil mas Aksa," ucap Katya dengan suara centil.


Aksa merasa gemas menarik hidung mancung Katya, "jangan panggil orang lain sebutan itu selain aku," ucapnya.


"Baik, oh iya panggilan untuk aku enggak ada?"


"Mulai sekarang aku panggil Kitty mau?"


Katya mengangguk cepat, "mau aku suka," balasnya.


"Mulai sekarang itu panggilan untuk kita dan tidak ada orang lain yang boleh panggil itu selain aku sama kamu, paham?" ucap Aksa lembut.


Katya mengangguk kepalanya sambil tersenyum ia sangat bahagia pagi ini karena ini adalah awal baru dari pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2