
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, hari yang sangat ditunggu dan dinantikan telah tiba yaitu hari pernikahan antara Katya dan Aksa.
Setelah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menghadapi drama yang dibuat oleh Aksa akhirnya mereka cuma mengadakan akad saja di kediaman Wilson yang dihadiri oleh keluarga inti dan sahabat.
Katya sedang memandangi dirinya di cermin dengan mengunakan kebaya putih dan juga rambut yang di sanggul dengan beberapa aksesoris di kepala nya dan juga make up yang begitu natural membuat aura kecantikan nya terpancar.
"Apa aku bisa bahagia?" tanya Katya terhadap dirinya sendiri.
Terdengar suara pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam kamarnya, Katya membalikkan badannya dan dapat ia lihat calon ibu mertuanya.
"Tante ada apa?" tanya Katya
"Ada hal yang harus ku bicarakan dengan mu dan juga jangan panggil aku seperti itu, karena bagaimana pun kau adalah menantuku sekarang jadi panggil lah aku seperti yang lain memanggil ku," tutur Rika halus
"Iya ..Tan..mi.. ada hal apa yang ingin mami bicarakan dengan aku?" tanya Katya to the point.
"Duduk lah," kata mami Rika menggiring Katya untuk duduk di pinggir ranjang.
Mami Rika menyodorkan sebuah kotak kepada Katya, Ia menerima kotak tersebut dengan tatapan heran.
"Buka lah!" perintah Rika.
Katya membukanya dan dia melihat isi dari kotak itu adalah perhiasan berupa sebuah kalung dengan berlian biru.
"Kenapa mami memberikan ini pada ku?" tanya Katya dengan nada sedikit segan.
"Kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini dan setiap menantu dari keluarga kami akan kami hadiahkan perhiasan seperti ini. Aku mohon satu hal pada mu tetap lah selalu di sisi Aksa, dia cuma membutuhkan dukungan untuk bangkit kembali dan aku percaya kau bisa menjadi istri yang baik buat dirinya, tapi ini permintaan dari seorang ibu kumohon jangan pernah meninggalkan anakku dia sangat membutuhkan mu untuk melanjutkan hidupnya, "kata Rika tanpa ia sadar kristal bening telah membasahi pipinya.
"Mi, tanpa kau minta aku pasti akan selalu ada di sisinya karena aku sudah pernah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu ada untuk dirinya," balas Katya mengusap punggung tangan Rika.
__ADS_1
Perasaan Rika sedikit lega mendengar perkataan Katya seakan ada sesuatu yang mengangkat beban di hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akad akan dilangsungkan di halaman belakang rumah, itu telah dihias dengan kain-kain putih dan bunga lili. Dan kursi-kursi yang disusun rapi menghadap meja akad. Para tamu yang hadir cuma keluarga inti saja dan para sahabat kedua mempelai.
Cherry sengaja mengenakan dress putih yang atasannya brokat dan ia tidak ada menampilkan ekspresi segan melainkan ia dengan berani mengangkat wajahnya.
"Aku pernah dengar jika tamu atau kerabat pakai dress putih maka dia akan menjadi lajang seumur hidup, aku sangat berharap itu menjadi kenyataan," ujar Auris memandang remeh.
"Masih mending aku cuma pakai dress putih daripada kau malah warna hitam sepertinya kau berharap keburukan untuk mempelai," balas Cherry tidak mau kalah dan tersenyum smirk.
Auris memang mengenakan kebaya berwarna hitam dengan rok batik sebagai bawahannya, dan polesan make up ala Korean girl, dan rambutnya dibentuk sanggul kepang.
"Sepertinya kau tidak tahu jika pakai baju warna hitam itu melambangkan sebagai bentuk penghormatan pada pengantin wanita karena cuma dia yang hanya boleh mengenakan gaun putih," ucap Auris tenang.
Cherry merasa geram, ia memegang dagu Auris, "udah lama enggak jumpa kau makin lama makin berani sama aku, ingat kau cuma rakyat jelata dan aku putri dari konglomerat," ucapnya sombong.
"Rakyat jelata ini begitu hebat sampai membuat seorang putri merasa iri dan tersaingi," cetus Auris tersenyum lebar.
Cherry terdiam dan tidak bisa berkata-kata, ia akui ia iri terhadap Auris, bagaimana bisa seorang gadis yang berasal dari keluarga biasa mempunyai kecantikan dan pesona layaknya seorang putri.
Auris menatap remeh Cherry, ia memajukan wajahnya tepat di telinga Cherry, "karena aku baik akan aku kasih tahu satu nasehat untukmu. Jika aku jadi kau aku tidak akan membuang waktuku hanya untuk bersantai melainkan aku akan meningkatkan kualitas diriku dan merubah penampilan," ucapnya berbisik.
Cherry mengepal tangannya tidak terima dengan nasehat yang diberikan oleh musuhnya sekali pun itu benar.
Auris menepuk pundak Cherry, "aku sangat sibuk rakyat jelata ini punya banyak pekerjaan tidak seperti princess ini yang bisa bersantai," ejeknya.
Auris segera meninggalkan Cherry dan masuk ke dalam rumah, Auris menarik sudut bibirnya lebar, ia tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya.
__ADS_1
"Aku berhasil mengatasi trauma yang aku miliki karena perbuatanmu, semoga kedepannya nanti aku yang akan menciptakan trauma untukmu princess," ucap Auris tersenyum miring.
Auris tidak mengetahui jika perkataannya tersebut terdengar oleh seseorang. Pria tersebut memandang punggung Auris yang sudah memudar di matanya.
"Wah gadis yang menarik, aku ingin lihat apa kau berhasil atau tidak," ucap pria tersebut dengan tersenyum lebar.
...****************...
Aksa duduk dihadapan penghulu, ia cuma mengenakan setelan jas putih saja. Ia duduk tanpa menampilkan ekspresi apa pun yang membuat penghulu sedikit bingung dengan gelagat calon mempelai pria.
"Biasanya orang nikah malu-malu ini kok macam terpaksa," batin penghulu tersebut menggaruk tengkuknya.
Katya berjalan ke arah mereka dengan diiringi oleh Auris dan Wati, Aksa cuma melirik Katya secara sekilas dengan ekspresi datarnya, Katya duduk di sebelah Aksa dengan ekspresi yang hampir mirip dengan Aksa.
Penghulu mengelus dadanya, "ini nampak kali mereka dua dijodohkan, tidak ada macam malu-malu kucing gitu dan juga enggak ada aura pengantin baru," gumamnya pelan.
Katya merasa sedih ia akan diwakilkan oleh penghulu bukan kakaknya padahal ia masih punya wali.
Penghulu menarik nafas dalam dan menjabat tangan kanan Aksa, "saudara Aksa Alvino bin David saya nikahkan engkau dengan Saudara Katya Angelina binti James dengan beserta mas kawin berupa logam mulia sebesar 150 gram," ucapnya lantang.
"Saya terima nikah dan mas kawinnya Katya Angelina binti James dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," balas Aksa.
"Bagaimana para saksi sah!" kata penghulu melihat kanan dan kirinya.
"ENGGAK!" teriak seorang pria yang begitu menggelegar.
Follow Ig author auris713 dan tasya_1438
Berikan komentar saran dan kritik kalian untuk author
__ADS_1
See you