Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 43


__ADS_3

Setelah menyelesaikan acara makan malam seluruh anggota keluarga Wijaya dan Wilson duduk di ruang tamu dengan atmosfer yang sedikit panas.


"Jadi dimana pernikahan kalian akan dilaksanakan?" tanya David membuka suaranya.


"Aku ingin di hotel om," jawab Katya.


"Aku mau di rumah kita saja," sambung Aksa.


"Engga bisa seperti itu, pernikahan ini penting. Dua keluarga besar bersatu ini juga akan menunjukkan ke semua orang aliansi kita," protes Katya.


"Mau diadakan dimana orang-orang tahu pernikahan ini cuma formalitas," celetuk Cherry santai seraya memakan puding coklat.


"Cherry, tutup mulutmu itu sebelum aku merobeknya," ucap Lisa.


Cherry berdengus kesal mendengar ancaman neneknya, "asik salah aja dari tadi," gerutunya.


"Daripada kalian berdebat hal yang tidak penting, maka aku putuskan pernikahan diadakan di kediaman Wilson," ujar Wati mengutarakan pendapatnya.


"Enggak, aku lebih setuju diadakan di kediaman kami," sambung Rika merasa keberatan.


"Tidak, dimana-mana pernikahan diadakan di rumah mempelai wanita bukan di tempat mempelai pria," balas Wati sengit.


"Udah jangan ada yang ribut!" Pekik David merasa tidak suka dengan perdebatan mereka.


"Pernikahan diadakan di kediaman Wilson, kalian puas sekarang!" seru Richard pada Katya dan Wati .


Aksa merasa keberatan dengan keputusan kakeknya, ia ingin protes tapi keadaan membuatnya tidak bisa berbuat seenaknya.


"Aku ingin besok kita bertemu dengan pengacara untuk membahas perjanjian pranikah kita," ujar Katya.


"Aku tidak bisa, aku masih merasa lelah," jawab Aksa dengan nada sedikit lesu.


"Baiklah, bagaimana minggu depan? Aku harus terbang ke Prancis besok," ucap Katya.


"Buat apa kau ke Prancis?" tanya Rika khawatir Katya akan kabur dan membatalkan semua rencananya.


"Aku harus menemui kakakku bagaimanapun cuma dia waliku sekarang," jelas Katya logis.


"Apa tidak bisa ditelpon saja?" tanya Rika hati-hati.

__ADS_1


"Enggak, masalah ini harus dibicarakan langsung tidak bisa melalui panggilan telepon," papar Katya.


Katya sengaja memilih alasan seperti itu agar tidak ada orang yang terus bertanya padanya tentang Leon.


"Ini sudah malam, kami harus pulang sekarang," ujar Wati.


"Baik, kami akan minta supir mengantar kalian," balas David.


"Tidak perlu, ada supir kami yang bisa mengantar," tolak Wati halus.


Katya dan Wati melangkah kaki keluar dengan diantar oleh Rika dan David.


"Aku harap pembicaraan tadi tidak membebankan pihak kalian," ujar David tulus.


"Tenang saja, kami tidak merasa terbeban sama sekali. Aku khawatir pada anak anda mungkin dia yang merasa terbebani dengan ini semua," balas Wati dengan tersenyum mengejek.


Katya dan Wati segera masuk ke dalam kuda besi, Rika dan David memandang mobil mereka menghilang dari pekarangan kediaman mereka.


"Dia gadis yang licik," ujar Rika tersenyum sinis.


"Itu bukan licik tapi dia menggunakan logikanya. Aku sangat menyukai gadis itu," balas David.


"Mami bisa lihat gadis tadi begitu licik dan manipulatif," celetuk Cherry.


"Bersikaplah seperti dia Cherry," balas Richard.


"Maksud kakek?"


"Gadis seperti itu lebih mementingkan logika daripada perasaan, dia lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan keuntungan apa yang akan ia dapat," tutur Lisa.


"Jadi dia masuk ke keluarga ini karena uang," cemooh Cherry terkekeh.


"Enggak, keluarga Wilson dan Wijaya setara, bahkan mereka bisa lebih hebat lagi daripada keluarga kita," sambung Aksa.


"Yang kau katakan memang benar, mereka terlihat seperti orang biasa namun jika berani mengusik maka mereka bisa membalas dua kali lipat," sela Richard mengetuk jarinya.


"Kau tidak penasaran Cherry dengan kasus penganiayaan yang kau lakukan?" tanya Lisa secara tiba-tiba.


Cherry berdengus, "tidak, kasus itu sudah selesai. Buat apa aku pikirkan lagi," ucapnya.

__ADS_1


"Aku ingin istirahat, aku duluan," ujar Aksa dengan nada malas.


Jordan segeralah mendorong kursi roda Aksa dari sana.


"Lihat putra kalian itu, andai ia mendengarkan aku mungkin keluarga kita tidak perlu mempersiapkan pernikahan seperti ini," ujar Richard dengan nada berat.


Rika dan David cuma bisa diam dan tidak bisa berkata-kata terhadap Richard.


...****************...


Jordan mendorong kursi roda Aksa masuk ke dalam kamarnya, ia juga membantu Aksa berbaring di atas kasurnya.


"Mau aku ganti?" tawar Jordan meraba bagian bawah Aksa.


"Tolong gantikan," balasnya lemah.


Jordan mulai menggantikan diaper Aksa dengan yang baru.


"Apa menurutmu pertemuan tadi tidak berjalan dengan baik?" tanya Jordan seraya memakai celana pendek pada Aksa.


"Tidak berjalan sesuai keinginanku, padahal aku berharap pernikahan diadakan di sini saja," jawabnya dengan air wajah kusut.


"Aku pikir Katya gadis yang polos rupanya dia juga licik."


"Licik dia berbeda dengan Fani. Jika Fani gadis licik incarannya cuma satu yaitu uang, sedangkan Katya ia berpikir untuk jangka waktu yang lama dan dia lebih mementingkan logikanya," dalih Aksa.


"Jadi kau suka dengan Katya?" tanya Jordan dengan alis terangkat.


"Aku membutuhkan pendamping seperti Katya, ia memiliki sisi yang tegas dan bijaksana pada dirinya."


"Kau tidak lihat tadi bagaimana dia bisa meminta hal seperti itu di perjanjian pranikah kalian!"


"Aku rasa itu wajar, bahkan jika kau menikah karena cinta sekalipun hal itu tetap harus ditambahkan agar menghindari sesuatu yang tidak diinginkan."


"Cinta tidaklah begitu penting dalam menjalankan rumah tangga, yang terpenting adalah uang, properti dan koneksi," kelakar Jordan dengan tersenyum miring.


"Keluarlah Jordan aku mau istirahat. Kau juga harus istirahat," usir Aksa secara halus.


Jordan yang peka dengan kode yang diberikan Aksa langsung pergi dari sana. Aksa melihat Jordan sudah tidak ada lagi di kamarnya membuang nafasnya kasar.

__ADS_1


"Katya Angelina Wilson, kau memang pantas menjadi pendamping hidupku, akan aku gunakan kau sebagai tameng, dan kau benar pernikahan ini cuma formalitas saja," ucap Aksa terkekeh.


__ADS_2