Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 69


__ADS_3

Aksa masuk ke dalam kamarnya dapat ia lihat istrinya sedang duduk di pinggir ranjang dengan menggendong ponakan cantiknya tersebut, Aksa bisa merasakan aura keibuan yang terpancar dari dalam diri Katya.


Katya menoleh pandangannya ke samping, "mas, kapan kau masuk?" tanyanya.


"Barusan saja, apa Anas belum tidur?" tanya Aksa balik.


"Belum, dia masih betah membuka matanya dan dia asik terus menempel samaku sepertinya dia sangat menyukai aku," jawab Katya mengecup pipi kiri bayi itu.


"Apa kita kembali saja dia ke kak Bella?"


"Aku rasa tidak perlu, aku ingin tidur bersama bayi cantik ini."


"Katya, apa kau ingin memiliki anak?" ucap Aksa secara tiba-tiba yang membuat Katya terpaku untuk beberapa saat.


Katya menghembus nafasnya, "aku ingin punya anak tapi tidak untuk sekarang, aku takut tidak bisa membagi waktu untuknya," ucapnya dengan suara rendah.


"Sepertinya keinginanmu tidak akan terwujud," gumam Aksa pelan.


Katya melipat dahinya ke dalam melihat suaminya yang terdiam mendengar jawabannya.


"Apa mas ingin punya anak?" tanya Katya ragu.


"Biarkan tuhan yang menentukan aku akan terima apa pun yang dianugerahkan kepada kita," jawab Aksa bijak.


"Makasih sudah mengerti aku mas," ucap Katya tulus.


"Ayo kita tidur ini sudah malam," ajak Aksa.


"Tunggu aku siapkan tempat untuk Anastasia tidur, tolong mas gendong dia," ujar Katya menyerahkan bayi mungil itu ke tangan suaminya.


Katya membentangkan perlak di tengah kasurnya dan melapisinya dengan kain agar Anastasia merasa nyaman.


"Sini bayiku," ucap Katya mengangkat tangannya.


Aksa menyerahkan Anastasia lalu Katya membaringkan tubuh mungil itu di atas kain yang ia siapkan. Katya juga membantu Aksa bersandar di ranjang.

__ADS_1


Katya dan Aksa bersandar pada ranjang dengan Anastasia yang berada di tengah-tengah mereka, pemandangan ini layaknya sebuah keluarga bahagia.


"Melihat Anastasia mengingatkan aku waktu Kevin masih bayi," celutuk Katya sambil mengusap perut bayi.


"Siapa yang mengurus Kevin waktu itu?"


"Ibu yang mengurusnya ketika mama meninggal papa memilih melampiaskan semua kesedihannya dengan bekerja. Bahkan ketika Kevin dibawa pulang papa tidak ingin melihat wajahnya," papar Katya tersenyum miris.


"Itu pasti pukulan yang berat untuk keluarga kalian," balas Aksa mengelus pucuk kepala Katya.


"Kalau boleh jujur kami merasa bersalah pada Kevin, kami bisa mendapatkan kasih sayang mama sedangkan dirinya tidak pernah sama sekali. Kami juga sempat membencinya dan menganggap dia penyebab mama meninggal tapi ibu memberikan pengertian pada kami sehingga kami sadar."


"Apa Kevin tahu kalian pernah membencinya?" tanya Aksa.


"Tidak, dan aku harap dia tidak akan pernah tahu," jawab Katya cepat.


Aksa dan Katya diam mereka cuma memandang Anastasia yang masih begitu betah membuka matanya.


"Mas lihat dia masih betah membuka mata, sayang kau tidak mengantuk," ucap Katya menggelitik perut bayi mungil itu dan berhasil membuat Anastasia tertawa.


"Dia malah tertawa bukannya tidur," balas Katya mencolek hidung bayi tersebut.


Katya mengecup kening Anastasia, "selamat tidur bayi kecilku," ucapnya dan ia langsung menutup matanya.


Aksa memandang dua orang perempuan yang ia sayangi dengan tatapan lekat, ia mengusap rambut Anastasia dan mengecup pipinya.


"Kitty, aku ingin punya anak tapi maaf itu tidak akan bisa terwujud," ucap Aksa sambil memijit pelipisnya.


...****************...


Seorang pria muda yang sedang menatap lekat berkas yang diberikan oleh suruhannya, ia bimbang tidak bisa memilih membuka atau membiarkan saja.


Setelah lama berkecamuk di emosinya ia memilih membuka amplop coklat tersebut, ia mengeluarkan sebuah kertas persegi panjang dan beberapa foto lama.


Ia membaca setiap kata dan kalimat yang terdapat di atas kertas tersebut dan tidak melewatkan secuil kata pun, dan ia juga menatap dalam foto-foto bergaya lama.

__ADS_1


"Keluarga ini sungguh menarik Loren," ucapnya pada diri sendiri.


Terdengar suara handle pintu terbuka yang menampilkan seorang pria dengan kulit eksotis, pria itu masuk saja tanpa menghiraukan sih pemilik ruangan.


"Buat apa kau kemari Rafael?" tanya Loren dingin.


"Tidak ada, aku cuma ingin mengunjungi teman lama saja," jawab Rafael menggedikkan bahunya.


Loren melayangkan tatapan tajam merasa terusik dengan kehadiran Rafael, namun Rafael malah acuh dengan tatapan yang diberikan oleh temannya itu.


"Rafael, apa kau pernah bertemu dengan keluarga istri Aksa?" tanya Loren secara tiba-tiba.


Rafael mengangkat satu alisnya, "pernah waktu pernikahan," jawabnya cepat.


Loren kurang puas dengan jawaban Rafael dan ia juga merutuk dirinya sendiri kenapa tidak hadir di acara pernikahan tersebut. Melihat Loren diam menimbulkan spekulasi di pikiran Rafael tentang pertanyaan mengenai keluarga istri sahabatnya.


"Jangan bilang kau mau mendekati anggota perempuan di keluarga istrinya itu," celetuk Rafael.


Mendengar celotehan sahabatnya itu malah membuat ia mengacak rambutnya secara kasar, "iya, apa ada masalah?" tanyanya.


"Sayang kali mereka cuma punya anggota laki-laki tidak ada lagi perempuan selain istri Aksa," papar Rafael dengan wajah dibuat miris.


Tentu saja Loren tahu anggota keluarga mereka tanpa ia bertanya sama Rafael ia tahu tidak ada perempuan di keluarga itu selain Katya.


"Aku pulang dulu, aku bisa gila jika lama-lama denganmu," ujar Loren mengambil jasnya yang tersangkut di kursi.


Loren segera melangkah kakinya keluar dari ruangannya dan meninggalkan Rafael seorang diri.


"Apa yang salahnya?" tanya Rafael sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


...****************...


Loren sedang duduk di mobilnya dan tidak berniat sama sekali menghidupkan mesin mobil tersebut, ia mengetuk jari-jarinya di stir mobil sambil memandang hampa ke arah depan.


"Jika Katya adalah putri tante Irene maka otomatis dia sepupuku, tapi kenapa kakek tidak mengatakan apa pun mengenai ini!" ucapnya.

__ADS_1


Loren mengalihkan pandangannya ke foto-foto yang tergeletak di samping kursi kemudi, "aku harus bertemu dengan Katya dan menanyakan apa yang terjadi antara tante sama kakek, setelah itu aku akan bicarakan ini dengan kakek," ucapnya dengan tatapan dingin.


Loren menyalakan mesin mobil dan langsung menancap gas pergi dari area perusahaan.


__ADS_2