Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 66


__ADS_3

Katya dan Aksa sekarang sedang berada di kamar Aksa yang terletak di lantai tiga, kenapa mereka bisa naik ke atas adalah karena David meminta untuk dibuatkan lift agar Aksa begitu mudah berpindah tempat.


Katya menelisik setiap sudut kamar ini, warna cat yang digunakan adalah warna hitam dipadukan abu-abu sehingga menampilkan kesan minimalis. Katya juga melihat foto-foto Aksa yang terpajang di dinding mulai dari fotonya sendiri, keluarga, dan teman-temannya.


Katya melihat terdapat wajah kakaknya Zahra di foto, "apa mas kenal sama kakaknya Zahra?" tanyanya.


Aksa menoleh kepalanya menghadap Katya, "kenal, dia sepupuku," jawabnya.


Katya mengangguk kecil kepalanya, "pantas saja Zahra begitu dekat sama Cherry rupanya sepupu," batinnya.


Selama di kampus Zahra seperti menjaga jarak dengan Katya dan Auris, Zahra malah sering berduaan dengan Cherry sehingga membuat hubungan mereka sedikit renggang.


Katya berjalan mendekat ke Aksa yang sedang bersandar pada headboard tempat tidur, Katya menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Aksa.


Ia merasa nyaman dan tenang menyandarkan kepalanya. Aksa mengelus surai rambut coklat Katya dengan lembut, "kau suka kamar ini?" tanyanya.


"Aku suka," jawab Katya singkat.


Katya begitu kaget karena Aksa memegang kedua pipinya dan langsung mencium bibirnya dengan begitu lembutnya. Katya merasa jantungnya berdetak begitu cepat dan ia bisa merasakan ada kupu-kupu terbang di tubuhnya.


Katya membalas ciuman itu dan semakin lama semakin dalam Aksa terbaring di tempat tidur dengan posisi Katya yang berada tepat di atas Aksa.


"kau bisa memulainya Kitty," ucap Aksa dengan nada seksi.


Katya tersenyum menyeringai, "aku harap kau tidak menyesal," ucapnya.


Katya ******* bibir Aksa dan tangannya membuka satu persatu kancing baju Aksa. Aksa ia merasakan dan menikmati sentuhan yang diberikan oleh istrinya, Katya lalu turun ke leher putih Aksa dan menggigitnya.


Mereka selama ini cuma sebatas mengecup bibir saja dan tidak lebih, jika penyatuan ini berhasil maka Katya akan seutuhnya menjadi milik Aksa.

__ADS_1


Namun, ada seseorang yang masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan betapa terkejutnya ia melihat dua insan manusia yang sedang memadu kasih


"ahhhhhhhh," pekik Cherry nyaring.


Katya dan Aksa terpaksa menghentikan kegiatan mereka karena teriakan nyaring dan ketika mereka menoleh melihat asal suara, betapa malunya mereka karena melihat Cherry yang berdiri terpaku menatap lekat kakak dan kakak iparnya.


Cherry menetralkan ekspresi wajahnya, "maaf jika aku mengganggu kegiatan kalian. Semua anggota keluarga sudah menunggu di meja makan," ucapnya datar dan melangkah kakinya keluar dari kamar mereka.


Melihat kepergian Cherry membuat dua insan tersebut membuang nafas secara kasar, Katya memukul pelan dada Aksa.


"Aku malu, aku tidak mau keluar. Aku tidak bisa menunjukkan wajahku," ucap Katya menenggelamkan wajahnya di dada Aksa.


Aksa mengelus punggung Katya, "Cherry sialan aku gagal," gumamnya pelan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cherry melangkah kakinya begitu cepat ke ruang makan, ia menarik kursi lalu duduk, dan tangannya menjangkau segelas air lalu meminumnya dalam sekali teguk.


"Cherry, ada apa denganmu sayang?" tanya mami Rika lembut.


Cherry menghembus nafasnya kasar lalu mengelus dadanya, "mami tahu enggak apa yang baru saja aku lihat di kamar kakak! Aku melihat sih albino itu malah berada di atas kakak dan dia membuka kancing baju kakak dan juga menggigit leher kakak. Dia begitu agresif sekali!" paparnya sesuai apa yang dilihat olehnya tidak kurang atau pun lebih.


Tiba-tiba saja atmosfer ruangan langsung berubah dalam waktu sekejap, semua orang di sana pura-pura tidak mendengar apa yang baru saja diceritakan oleh putri dan cucu mereka.


"Lain kali kalau mau masuk ke kamar mereka ketuk pintu dulu untuk menjaga privasi mereka," ujar tuan Richard halus.


"Cherry, kakakmu bukan lagi pria lajang. Dia sudah menikah dan otomatis mereka membutuhkan privasi, jangan ganggu mereka berikan mereka waktu untuk berdua," sambung David dengan nada yang tidak kalah halus dan lembut.


"Aaaahh aku tidak sabar mendengar kabar baik dari mereka berdua," celetuk Lisa sambil menyentuh dadanya.

__ADS_1


"Semoga tuhan memberkati mereka dengan kehadiran anak," sambung Rika dengan menyatukan kedua tangannya.


"Jika Katya berhasil hamil maka aku akan memberikan vila kita yang dipinggir pantai untuknya," ucap David.


"Aku akan memberikan saham perusahaan 5 persen untuknya," sambung Richard bersemangat.


"Aku akan menjaga Katya dan mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dia konsumsi," ucap Rika.


Mendengar percakapan orang tuanya dan kakek neneknya membuat Cherry mengepal kedua tangannya, "papi, kakek, kalian tidak adil," pekiknya.


"Tidak adil bagaimana maksudmu?" tanya Richard dengan sorot mata tajam.


"Kenapa kalian begitu mudah memberikan hadiah besar seperti itu padanya padahal belum tentu dia akan hamil, sedangkan aku anak kalian saja tidak pernah mendapatkan hadiah berupa saham selalu tas, dan uang saja. Bukankah itu tidak adil," ucap Cherry mengeluarkan semua uneg-unegnya.


"Cherry, kami selalu bersikap adil pada kalian. Apa kami pernah membedakan kamu dengan kakak-kakakmu yang lain?" ucap Rika dan Cherry menggeleng kepalanya.


Rika membuang nafasnya kasar, "tidak pernah kan? bahkan Jordan saja mami perlakukan sama dengan kalian, mami sama papi tidak pernah membedakan kalian. Kamu tanya kenapa kami selalu menghadiahkan tas, uang, dan barang-barang mewah padamu? Karena kami tahu kau sangat menyukai itu semua," ucapnya dengan nada rendah.


"Aku tidak peduli dengan alasan kalian, pertama kak Bella yang hadir dan merebut perhatian kak Alex dariku dan yang paling buat aku kesal kehadiran anak perempuan mereka sekarang Katya dan dia juga mau merebut semuanya dariku," pekik Cherry dan langsung berlari keluar dari ruang makan.


Rika melihat putrinya pergi ingin menyusulnya namun pergelangan tangannya ditahan oleh ibu mertuanya.


"Tidak usah kau susul biarkan saja dia menenangkan dirinya," ucap Lisa mengandung nada tegas.


"Sekarang aku paham apa masalah yang ada pada Cherry. Yang tidak habis pikir dia malah cemburu pada bayi yang baru berusia dua tahun," celetuk Richard memijit pelipisnya.


"Aku akan membawanya ke psikiater dan tidak boleh ditunda. Biar perlu aku menyeretnya jika dia memberontak," sambung David.


"Kenapa Cherry bisa berpikir seperti itu! Kita selalu memperhatikan dirinya dan menuruti semua keinginannya. Namun, kenapa dia merasa kehadiran Bella sama Katya adalah ancaman yang besar untuknya!" ucap Rika dengan kepala bergeleng pelan.

__ADS_1


Mereka juga tidak percaya dengan sikap yang ditunjukkan oleh Cherry barusan, selama ini mereka mengira Cherry cuma anak perempuan manja dan keinginannya harus selalu dituruti.


Namun, hari ini mereka bisa melihat sifat yang selama ini disembunyikan oleh Cherry dan tetap saja begitu sulit mempercayainya.


__ADS_2