Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 70


__ADS_3

Anggota keluarga Wijaya sedang sarapan pagi, mereka cuma memakan roti panggang dengan ditemani segelas susu saja.


"Apa Anastasia mengganggu kalian semalam?" tanya Bella dengan wajah sungkan.


"Tidak, dia tidur begitu nyenyak," jawab Katya.


"Aku minta maaf karena Anastasia pasti kalian kerepotan," sambung Alex.


"Tidak apa-apa kak, kami senang Anastasia tidur bersama kami apa lagi dia begitu imut," balas Aksa sambil minum susu.


"Apa kalian berencana akan punya anak dalam waktu dekat ini?" tanya Bella antusias.


Katya dan Aksa saling melirik satu sama lain dan tersenyum kikuk menanggapi pertanyaan tersebut.


"Bella tidak sopan bertanya seperti itu pada mereka bagaimanapun itu masalah yang sedikit sensitif," tegur Alex halus.


"Maafkan atas perkataan aku tadi," ucap Bella dengan wajah sungkan.


"Tidak apa-apa kak," sambung Katya dengan wajah tenang.


"Apa kalian ada mata kuliah hari ini?" tanya Richard memandang Cherry dan Katya.


"Ada," jawab Cherry singkat.


"Baiklah biar supir saja yang mengantar kalian berdua biar lebih aman," ujar Richard.


"Kakek tidak bisa seperti itu," protes Cherry dengan mimik wajah tidak suka.


"Kenapa? Ada masalah?" tanya Richard dengan tatapan mengintimidasi.


Cherry tidak takut sama sekali ia malah berani mendongak menatap intens kakeknya. "Iya, aku tidak suka satu udara bersamanya."


"Kau pikir aku juga suka? Tidak, yang ada aku ingin muntah melihatmu," sambung Katya sinis.


"Kalian bisa lihat kan! Ini alasanku tidak suka dengannya," ujar Cherry sarkas.


Katya yang tidak ingin awal harinya hancur karena keributan yang dibuat oleh adik iparnya yang begitu sangat ia cintai tersebut memilih bangkit dan mendorong kursi ke belakang.


"Maaf sepertinya aku sudah terlambat," ucap Katya jelas dan padat.


Katya mencium punggung tangan suaminya dan ia segera melangkah kakinya keluar dari ruang makan, semua orang cuma bisa menatap nanar punggung Katya yang mulai pudar di penglihatan mereka.


Lisa menatap tajam cucu perempuannya. "Apa kau tidak bisa satu hari saja tidak membuat keributan!"


Cherry mengambil apel di atas meja. "Sayangnya tidak bisa," ucapnya dengan ekspresi mengejek dan ia segera pergi dari sana.


Mereka semua cuma bisa mengelus dada berharap mereka bisa menahan emosi untuk tidak kelepasan yang berujung menyakiti putri tunggal keluarga Wijaya.


"Aku tidak habis pikir dengan tingkah Cherry, apa mereka berdua habis bertengkar?" tanya Bella polos.


"Mereka tidak bertengkar kak namun saling membenci," jawab Aksa begitu santai.


"Sungguh menarik," balas Bella terkekeh pelan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Katya telah sampai di parkiran kampus setelah menghabiskan waktu sekitar 45 menit, ia melambaikan tangannya ketika melihat Auris.


Auris berjalan mendekat ke Katya, "tumben kau datang cepat."


"Aku malas satu udara sama nenek lampir itu," jawab Katya sambil berdengus.


"Kau menginap di rumah mertuamu?"


"Iya, mereka minta dan otomatis aku harus menurutinya."


"Hari ini mata kuliah apa?"


"Ilmu kesehatan jiwa," jawab Katya.


"Mata kuliah itu cocok sama nenek lampir apalagi jiwanya udah bermasalah," celetuk Auris.


"Jiwanya bukan bermasalah tapi rusak," imbuh Katya tertawa.


Katya dan Auris berjalan bersama memasuki kelas ketika mereka masuk terdapat sepasang mata yang melayangkan tatapan tajam ke mereka. Namun, Auris juga tidak kalah tajam membalas tatapan Cherry pada mereka.


Katya dan Auris memilih duduk di pojok belakang karena mereka tidak ingin menjadi perhatian dosen dan di belakang bisa tidur.


Dosen masuk dan menerangkan materi, Katya dan Auris cuma mendengar saja tidak ada niat ingin memahami ataupun menyimak dan mereka menguap bosan mendengar dan menunggu mata kuliah habis.


Dosen mengakhiri mata kuliah dan segera melangkah kakinya keluar dari kelas. Mata Katya dan Auris langsung jernih dan segar ketika kelas telah selesai, mereka juga segera meninggalkan kelas.


Cherry yang melihat kelakuan mereka cuma memutar malas bola matanya, "pasti isi otak mereka kosong."


"Ris, kita ke mall yuk," ajak Katya.


"Aku bisa-bisa saja tapi bukannya kau harus izin dulu ke kak Aksa?" tanya Auris.


"Iya juga. Aku akan kirim pesan saja," ucapnya santai.


Mereka berjalan menuju parkiran tapi terdengar suara decak kagum oleh beberapa gadis yang memandang takjub pada seorang pria yang bersandar pada bagian depan mobil.


Katya menatap lekat pria itu dan pria itu yang merasa ada seseorang yang menatapnya menarik tipis sudut bibirnya dan memandang sendu ke arah Katya.


Pria tersebut melangkah kakinya mendekat ke Katya. "Kenalkan aku Loren," ucapnya mengulur tangannya ke atas.


Katya membalas uluran tangan Loren. "Katya," ucapnya singkat.


"Apa kita bisa bicara?"


"Bisa, tapi tidak di sini."


"Baik, mari ikuti aku," ucap Loren halus.


Melihat Loren yang menghampiri Katya dan berbicara padanya membuat orang-orang bertanya ada hubungan apa gadis incaran kampus dengan pria berkebangsaan Korea tersebut.


Katya menoleh ke Auris, "maaf lain kali saja kita berbelanja," ucapnya dengan mimik wajah sungkan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Kat. Selesaikan urusanmu dulu," ucap Auris tersenyum.


Katya masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti mobil Loren berjalan meninggalkan area kampus.


Terdapat sepasang mata melihat adegan tersebut, "menarik dan bersiaplah diusir kakak iparku tersayang,"ucapnya tersenyum smirk.


...****************...


Katya dan Loren sekarang sedang berada di sebuah restoran dan lebih tepatnya mereka sedang di private room yang dipesan oleh Loren agar pembicaraan mereka leluasa.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Katya to the point.


"Sepertinya aku tidak perlu berbasa-basi denganmu, dan aku rasa kau tahu aku siapa!" ucap Loren tersenyum miring.


"Tentu aku tahu siapa dirimu! Kau adalah cucu kesayangan Kim Jong Hyun," balas Katya sinis.


"Aku tidak ingin berlama-lama di sini. Aku ingin tanya ada masalah apa antara kakek dengan ibumu?" tanya Loren sarkas.


"Kenapa kau tidak tanya saja ke kakekmu yang tersayang itu?" tanya Katya balik.


Loren terkekeh pelan. "Aku tidak akan berada di sini bersamamu jika aku bisa mendapatkan jawabannya," ucapnya dingin.


"Kau ingin tahu ada masalah apa ibuku dengan kakek?"


"Katakan saja dan tidak usah bertele-tele."


"Masalahnya adalah kakek tidak merestui pernikahan antara ayah dan ibuku," ucap Katya getir.


"Apa alasannya? Apa karena status sosial?"


"Bukan itu," jawabnya cepat.


"So what?"


"Aku tidak tahu, ibuku cuma bilang itu saja."


"Aku rasa membuang waktu saja kemari jika aku tetap tidak menemukan jawabannya," ujar Loren sembari mengusap rambutnya ke belakang. "Oh iya bagaimana kabar tante Irene?"


"Ibuku sudah meninggal ketika aku berusia 10 tahu," jawab Katya parau.


Mimik wajah Loren langsung berubah dan ia merasa tidak enak terhadap adik sepupunya itu.


"Maaf, aku tidak tahu!" ujar Loren dengan nada rendah.


"Tidak apa-apa."


"Apa kau tidak ingin mengunjungi kakek sama nenek?"


"Aku rasa mereka pasti menolak kehadiran kami. Sampai di sini saja pembicaraan kita kak dan aku minta ketika kita bertemu baik sengaja maupun tidak anggap saja kita dua orang yang saling tidak mengenal," ujar Katya dengan membungkuk sebagai rasa hormat.


Katya segera melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Loren seorang diri dan ia tidak ada menoleh ke belakang sedikit pun.


Berikan komentar dan saran kalian untuk cerita ini dan jangan lupa like dan follow author.

__ADS_1


Oh iya follow akun ig author tasya_1438 dan auris713.


See you


__ADS_2