
Katya dan Wati telah tiba di rumah setelah menghabiskan waktu sekitar 15 jam perjalanan dari Prancis, akhirnya mereka tiba di tanah air.
Kevin yang mengetahui kakaknya telah pulang langsung saja berlari ke arah depan untuk menyambutnya.
"Kakak," panggil Kevin dan langsung memeluk Katya.
Katya membalas pelukan Kevin dengan mengusap pucuk kepalanya, "Kevin, rindu sama kakak?" tanyanya.
Kevin mengangguk kecil, "rindu. Tapi Kevin lebih berharap oleh-oleh pada kakak," candanya.
Katya cuma bisa menarik sudut bibirnya mendengar perkataan polos adiknya, "udah pergi sana ke kamar ibu," ucapnya.
Kevin berjalan menuju kamar ibu asuhnya sedangkan Katya juga berjalan masuk ke kamarnya.
Katya membuka handle pintu dan bisa melihat Auris yang sedang bergelut dengan selimutnya. Katya menarik paksa selimut tersebut dan dapat ia lihat mata Auris yang bengkak dan wajahnya memerah.
"Bisa ceritakan apa yang terjadi selama aku tidak ada?" tanya Katya dengan nada berat.
Auris mengangkat sedikit badannya lalu kepalanya ia sandarkan ke headboard, "aku ketemu sama Cherry," ucapnya lesu.
"Cherry?" ucap Katya merasa tidak asing dengan nama tersebut.
"Cherry Carabel Wijaya," balas Auris.
"Oh my Gosh, kenapa dunia begitu sempit!" keluh Katya dengan memegang kepalanya.
Auris memandang Katya dengan tatapan heran, "kenapa Kat?" tanyanya kikuk.
"Kau tahu Cherry itu calon adik ipar aku," balas Katya menghembus nafasnya kasar.
__ADS_1
"Apa! Kok bisa!" tanya Auris tidak percaya.
Katya menarik nafasnya secara perlahan lalu membuangnya, ia mulai menceritakan apa yang terjadi pada dirinya setelah kecelakaan yang disebabkan oleh ayahnya.
Auris menyimak semua perkataan Katya tanpa mencela sedikit pun, ia merasa kasihan dan miris atas apa yang menimpa sahabatnya tersebut.
"Tapi tetap aja aku kesal Kat. Di antara semua manusia di muka bumi ini kenapa kau harus jadi kakak ipar sih nenek lampir," ujar Auris menghembus poninya.
"Pantas saja dari awal aku melihatnya aku memang sudah tidak menyukainya rupanya dia sih nenek lampir," balas Katya dengan wajah datar.
"Kat, jika nanti dia berani menindas kau aku akan maju untuk membela dirimu," ucap Auris membusung dadanya.
Katya menarik pipi Auris, "sok-sok ingin bela aku, jumpa dia aja kau ketakutan," ledeknya.
Auris memajukan bibirnya kesal dengan ucapan Katya namun ia akui ia masih merasa ketakutan melihat orang yang telah membuat hidupnya menderita.
"Kat, rencanamu setelah nikah kalian tinggal di mana?" tanya Auris sedikit hati-hati.
Katya membuang nafasnya kasar dan mengacak rambutnya, "aku tidak tahu," ucapnya.
"Aku sarankan kau bicarakan hal ini sama calon suamimu, kau tidak dapat ninggalin Kevin gitu aja. Bagaimana pun dia jadi tanggung jawabmu setelah ayahmu meninggal," ujar Auris mengemukakan pendapatnya.
"Kau benar, mungkin besok aku harus pergi melihat kak Aksa untuk membahas perjanjian pranikah sama masalah tempat tinggal," balas Katya yang langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur.
"Memang orang kaya kalau mau nikah buat perjanjian pranikah?" tanya Auris dengan mencebikkan bibirnya.
"Bukan orang kaya saja. Auris, ingat ini baik-baik! Perjanjian pranikah itu penting dalam pernikahan karena itu bisa menjadi pelindung hak kita dan anak kita di mata hukum," papar Katya secara jelas.
"Contohnya seperti ini, jika ada salah satu pihak yang berselingkuh otomatis seluruh harta dan asetnya jadi hak milik korban," ucap Auris secara jelas sesuai yang ia ingat.
__ADS_1
Katya mengangguk, "seperti itulah, jadi jika kau menikah kau harus buat perjanjian pranikah, misalnya calon suamimu nanti tidak setuju maka tinggalkan karena dari penolakan yang dia berikan kita bisa nebak jika akan ada bau-bau masalah," cetusnya.
Auris menyimak dan menelaah semua penjelasan Katya. Katya merasa lelah dan memilih memejamkan matanya. Auris melihat Katya telah tertidur ikut juga menutup kelopak matanya dan masuk ke dalam alam mimpinya.
...****************...
Di hari yang indah untuk memulai sebuah awal yang bahagia, terdapat sebuah berita yang berhasil membuat gempar dunia maya.
Seorang wanita yang sedang membaca artikel tersebut memegang erat benda persegi panjang yang berada di genggamannya dan langsung melemparkan ponselnya secara kasar.
Ia juga menarik selimut pada kasurnya dan melemparkan semua barang-barang yang berada di jangkau tangannya.
"Kau tidak bisa melakukan ini Aksa, kau pernah berjanji padaku cuma Fani yang ada di hatimu. Tapi kenapa kau malah menikah dengan gadis lain," teriak Fani kencang.
Wanita dengan gaun model sabrina tersebut adalah Fani tunangan Aksa ralat bukan tunangan melainkan mantan.
Ia merasa tidak percaya dengan berita yang dia baca di internet, bagaimana bisa Aksa begitu cepat menemukan penggantinya setelah mereka menjalin hubungan selama 5 tahun, dan Aksa begitu gampang menikah dengan wanita lain.
Yang membuat ia tidak terima adalah gadis yang akan menjadi istri Aksa adalah gadis yang kelasnya berada di atasnya, bahkan latar belakangnya bukanlah sembarangan sedangkan dirinya berhasil menjadi seorang model karena dukungan yang diberikan Aksa mantan calon tunangannya.
"Bagaimana bisa Aksa yang lumpuh itu mendapatkan pengganti aku bahkan gadis tersebut setara dengan keluarga Wijaya! Ini sama saja membuktikan pada orang-orang bahwa aku tidak ada apa-apanya tanpa dukungan dari Aksa. Dan aku begitu terburu-buru membuat artikel pembatalan pertunangan aku sama Aksa, ini sama saja aku memancing orang-orang untuk mengkritik dan menghujat diriku," ucap Fani dengan berjalan mondar-mandir.
"Sialan kau Aksa, beraninya dirimu mendapatkan pengganti aku bahkan dia lebih baik dariku. Aku bersumpah tidak akan membiarkan hidupmu bahagia," ucap Fani menatap pantulan wajahnya di cermin yang telah retak.
Follow Ig author auris713 dan tasya_1438
Berikan komentar saran dan kritik kalian untuk author
__ADS_1
See you