Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 45


__ADS_3

Auris sedang memakai pakaiannya, ia lebih memilih menggunakan celana training dipadukan dengan Hoodie sebagai atasannya. Ia menyisir sedikit rambutnya agar terlihat rapi dan mengoles sunscreen pada wajahnya dan sedikit lip balm agar bibirnya lembab.


Ia keluar dari kamar dan berjalan menuju depan, bisa ia lihat ibunya yang sedang sibuk mengurus tanaman.


Ibunya Auris bernama Dewi, ia merupakan seorang janda beranak satu, ayahnya Auris meninggal ketika Auris berumur 8 tahun sehingga ia menjadi singel parents.


Ibunya menoleh ke arahnya memandang heran melihat penampilan anaknya yang sedikit rapi, dan tas ransel yang berada tepat di belakang punggungnya, "mau kemana Auris?" tanyanya.


"Ibu, aku mau ke rumah Katya dan sekalian minta izin menginap di rumahnya," balas Auris.


"Menginap?" tanyanya dengan dahi terlipat.


"Iya, Katya minta tolong pada aku menginap di rumahnya agar bisa menjaga Kevin. Apa boleh ibu?" tanya Auris balik.


Katya memang menghubungi Auris sekitar jam 8 pagi ketika Auris masih berada di alam mimpinya.


Ibunya tersenyum lebar, "boleh sayang, dia cuma minta tolong padamu apa salahnya jika kau membantunya," jawabnya lugas.


"Syukurlah," ucap Auris bernafas lega.


"Kau pergi naik apa?" tanya ibu Dewi.


Belum sempat Auris menjawab terdengar suara klakson mobil yang berbunyi tepat di depan rumahnya.


"Aku naik itu, Katya kirimkan supir untuk menjemput aku. Aku pamit ibu," ujar Auris mengecup punggung tangan ibunya.


"Hati-hati sayang," balasnya.


Auris segera masuk ke dalam mobil, mobil itu berjalan pergi dari rumah Auris.


......................


Katya sedang menyiapkan beberapa helai pakaiannya dan perlengkapan lainnya masuk ke dalam koper. Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya Katya langsung menoleh dan melihat siapa gerangan yang masuk ke kamarnya.


"Kevin," panggil Katya lembut.


"Kakak sama ibu mau pergi?" tanya Kevin mengembung pipinya.


"Iya, tapi kakak janji kami akan bawa oleh-oleh yang banyak untukmu," balas Katya menarik pipi Kevin.


"Kenapa kalian enggak mengajak Kevin? kenapa cuma pergi berdua?" tanya Kevin dengan bibir bergetar.


"Kakak minta maaf tidak bisa mengajakmu. Setelah semua urusan kakak selesai kakak janji akan mengajakmu ke berbagai macam tempat yang indah," tutur Katya halus mengusap kepala Kevin.


"Janji," ucap Kevin mengangkat jari kelingkingnya.


Katya langsung menautkan jari kelingkingnya dengan Kevin, "janji," ucapnya tersenyum lebar.


"Kakak, semalam kalian kemana?" tanya Kevin penasaran.


"Kakak habis dari rumah kakek Richard."

__ADS_1


"Ngapain?"


"Kami makan malam bersama," jawab Katya sesuai fakta walaupun mereka membicarakan hal yang penting.


"Kevin tinggal sendiri ceritanya?"


"Tenang saja, kak Auris akan menemanimu," balas Katya mengecup pipi Kevin.


Terdengar suara teriakan nyaring seseorang yang berjalan menuju mereka.


"Katya, best friend mu datang mana red carpet," pekik Auris lantang.


Katya dan Kevin secara reflek menutup gendang telinga mereka, walaupun sudah tertutup suara Auris masih terdengar saja di indera pendengaran mereka.


"Itu orang atau toa," celetuk Kevin.


"Auris tolong diam," pekik Katya.


Auris menghentikan teriakannya, "Kat, apa kabar?" tanyanya berbasa-basi.


Katya menatap jengkel Auris, "enggak usah basa-basi enggak cocok sama kau," ucapnya sarkas.


Auris memanyukan bibirnya, "ih Katya jadi orang jangan jujur kali," rengeknya.


"Suara kak Auris ngalahin suara toa," sambung Kevin.


"Kau bilang suaraku macam toa!" seru Auris dengan jari menunjuk dirinya sendiri.


"Masih mending suara macam toa pada Kevin pendek," ejek Auris dengan lidah sedikit keluar.


"Pada kakak suara macam radio rusak," balas Kevin balik.


"Dasar anak nakal sini," ujar Auris yang mengambil ancang-ancang akan menangkap Kevin.


Kevin yang peka pada gestur tubuh Auris langsung berlari keluar dari kamar Katya, "tangkap aku kalau bisa," tantangnya dengan suara nyaring.


Auris ingin mengejar Kevin namun Katya menahan pergelangan tangannya, "sudah, tidak usah dihiraukan," ucapnya.


Katya mengiring Auris duduk di atas ranjangnya, "Ris, aku minta tolong jaga Kevin selama aku pergi," pintanya halus.


"Tenang saja aku akan menjaganya dengan baik. Ngomong-ngomong kau mau pergi kemana?" tanya Auris dengan satu alis naik.


"Aku ingin mengunjungi kakakku Leon di Prancis," jawabnya cepat.


Auris mengangguk kepalanya, ia memandang raut wajah Katya yang sedikit tidak bagus, "Kat, ada masalah?" tanyanya.


Katya langsung menggeleng kepalanya cepat, "tidak ada," balasnya.


Katya menyentuh tangan Auris, "Ris, aku akan menceritakan semuanya padamu setelah aku pulang dari Prancis. Aku harap kau bersedia mendengar ceritaku," ujarnya tersenyum paksa.


"Aku akan selalu siap mendengar ceritamu, aku tidak masalah harus menunggu."

__ADS_1


"Terimakasih Ris, udah mau mengerti," balas Katya memeluk tubuh Auris.


Auris mengusap punggung belakang Katya, "sama-sama Kat," ucapnya.


Katya melepas pelukannya dari tubuh Auris, "ayo kita turun," ajaknya.


Katya dan Auris segera turun ke bawah dengan mengangkat koper, mereka duduk di sofa menunggu ibu Wati.


"Kira-kira berapa hari kau di sana?" tanya Auris.


"Aku tidak bisa memastikannya Ris, aku berharap semua lancar," ucapnya lesu.


"Tenang semua pasti akan berjalan baik," ucap Auris memberi semangat pada Katya.


Ibu Wati berjalan dengan menggeret kopernya bersama Kevin.


"Semua udah siap? Paspor udah?" tanya Wati pada Katya.


Katya mengangguk, "sudah," balasnya.


Wati menoleh pada Auris, "Ris, ibu mohon tolong jaga Kevin. Jika kau butuh apa-apa bilang saja pada para pelayan mereka akan menurut pada perkataanmu," ucapnya lembut.


"Iya ibu," balas Auris dengan nada pelan.


Mereka berjalan ke luar menuju teras, supir sudah memanaskan mesin mobil, melihat Katya dan Wati menggeret koper supir langsung berinisiatif memasukkan koper tersebut ke dalam bagasi.


"Hati-hati Katya, ibu," ucap Auris memeluk Katya.


"Kau juga," balas Katya.


Wati mengusap kepala putranya, "jangan nakal, turuti semua perkataan kak Auris," ucapnya halus.


"Ibu, jangan lama-lama perginya dan bawa oleh-oleh yang banyak untuk aku," ujar Kevin bersemangat.


Wati menarik pipi Kevin merasa gemas dengan tingkahnya, "aman," ucapnya.


Katya dan Wati masuk ke dalam mobil, kendaraan beroda dua tersebut mulai berjalan pelan meninggalkan pekarangan rumah.


Auris dan Kevin melambaikan tangan mereka pada Katya, dan Katya membalas balik lambaian mereka.


"Semoga semua masalahmu cepat selesai Katya, aku akan berdoa untukmu," ucap Auris dalam hatinya.


Auris menurunkan tatapannya ke bawah, "Kevin ayo kita masuk. Kakak akan buat mie ramen untukmu," ucapnya riang.


"Mie ramen hore, ayo kak kita masak," balas Kevin menarik tangan Auris masuk ke dalam.


"Ayo kita bersenang-senang tanpa kakakmu," ujar Auris tersenyum jahil.


"Ayo, pasti kakak akan iri sama Kevin," balasnya dengan tingkah polos.


Mereka berlari kecil masuk ke dalam rumah, dengan sekali-kali Auris menggelitik tubuh Kevin.

__ADS_1


__ADS_2