Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 50


__ADS_3

Zahra termenung ia cuma memandang makanan yang ada di hadapannya, entah apa yang sedang ia pikirkan.


Seorang gadis blouse biru mengerutkan keningnya, "Zar, kenapa engga dimakan? tidak suka? Mau aku pesankan yang lain?" tanyanya.


Zahra tetap tidak merespon pertanyaan dari gadis tersebut, ia masih menikmati lamunannya. Gadis tersebut merasa kesal dan menendang kaki Zahra.


"Cherry," panggil Zahra sedikit emosi.


Gadis blouse biru adalah Cherry, mereka pergi ke mall untuk berbelanja dan menghabiskan waktu agar semakin dekat satu sama lain.


"Maaf Zar sengaja," balas Cherry cengengesan.


"Kenapa?"


"Aku lihat dari tadi kau melamun, mikirin apa?" tanya Cherry balik.


"Aku cuma mikirin temanku tadi," jawabnya sedikit lesu.


"Teman yang tomboy tadi?"


"Iya, aku rasa gelagat dia sedikit aneh."


"Ngapain dipikirkan. Udah lupakan saja, mending kita nikmati waktu ngopi cantik," ucap Cherry mengalihkan pembicaraan.


Zahra juga tidak ingin mengambil ribet, ia memilih menikmati strawberry cheesecake kesukaannya.


"Oh iya, aku dengar kak Aksa akan nikah, itu benar?" tanya Zahra memandang Cherry.


"Iya kak Aksa mau nikah. Kau tidak penasaran siapa calonnya?" tanya Cherry dengan mengangkat kedua alisnya.


"Siapa? Pasti cantik kan?" tanya Zahra bersemangat.


"Cantik sih iya. Tapi gadis ini berhasil bikin aku kesal," balas Cherry ketus.


Zahra melipat dahinya, "kesal karena apa?" tanyanya.


"Kau tahu calon istri kak Aksa itu putri dari orang yang menyebabkan kak Aksa kecelakaan," ujar Cherry sedikit pelan.


Zahra menutup mulutnya, "really? kau tidak sedang lagi bercanda kan?" tanyanya memastikan pendengarannya tidak salah.


"Ngapain aku bohong! Penasaran sama calon istri kak Aksa?" tanya Cherry dengan tangan menjangkau tasnya dan mengeluarkan benda pipih.


Cherry mengotak-atik ponselnya dan menunjukkan sebuah foto seorang gadis keturunan Rusia yang sedang berpose memegang biola.


"Katya," ucap Zahra.

__ADS_1


Cherry mendengar Zahra menyebutkan calon kakak iparnya langsung menatap lekat Zahra, "kau kenal sama dia?" tanyanya.


"Tentu saja kenal, dia teman sekolah aku sekaligus sahabat," jawab Zahra masih dengan ekspresi wajah cengo.


"Really? Kok bisa?"


"Jadi calon istri kak Aksa dia?" tanya Zahra memastikan.


"Iya, pernikahan mereka akan diadakan bulan depan."


"Kau bilang tadi dia putri dari orang penyebab kak Aksa kecelakaan?"


"Iya, makanya kakek putuskan meminta pertanggung jawaban dari mereka yaitu, pernikahan ini," jawab Cherry sesuai fakta.


"Aku tahu om James meninggal karena kecelakaan tapi aku tidak menyangka dia juga yang buat kak Aksa seperti ini walaupun tanpa disengaja," tutur Zahra lesu.


"Aku akui dia lebih cantik daripada sih Fani dan latar belakang keluarganya setara dengan keluarga kita, namun tidak tahu kenapa aku sangat tidak menyukai dirinya," cetus Cherry dengan menangkup kedua pipinya.


"Aku tahu apa alasan kau tidak menyukai dirinya!" cetus Zahra dengan mengangkat jari telunjuknya.


"Apa?" tanya Cherry berdengus.


"Cher, dirimu itu gampang ditebak. Jika kau tidak menyukai orang itu pasti karena kau iri dengannya, kau mengakui dirimu dibawah orang itu," turut Zahra santai dengan tersenyum lebar.


"Enggak, level aku berbeda dengan mereka," elak Cherry mengusap anak rambutnya ke samping.


Cherry melayangkan garpu tepat di depan wajah Zahra, "sekali lagi kau membicarakan hal itu, aku tidak akan segan-segan menghancurkan wajahmu itu," ancamnya.


Zahra tetap tenang, ia menyingkirkan garpu itu dari hadapannya, "lakukan saja jika kau bisa, dasar gadis manja," ucapnya.


Zahra mengambil tasnya dan kakinya langsung melangkah meninggalkan Cherry.


Cherry kembali menghempas bokongnya untuk duduk. Ia meremas jari-jarinya secara kuat, "tenang Cherry," ucapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kevin dan Auris sekarang sedang berada di dalam kendaraan beroda dua, Auris meminta pulang lebih awal dengan alasan sedang tidak enak badan.


Kevin yang peka langsung menyetujui perkataan Auris, mereka pulang dengan supir yang mengendarai mobil mereka.


"Kak baik-baik saja? Kita perlu ke dokter enggak?" tanya Kevin dengan tatapan polos.


"Tidak perlu, kak baik-baik saja. Kakak cuma kelelahan saja, Kevin tidak usah khawatir," balas Auris mengelus surai rambut Kevin.


Kevin cuma bisa mengangguk kepalanya dan tidak bisa juga memaksa Auris, bagaimanapun ia cuma anak kecil yang tidak mengerti dengan orang dewasa.

__ADS_1


Mobil berhenti tepat di depan rumah, Auris segera keluar dan begitu juga dengan Kevin. Mereka masuk ke dalam dan pelayan datang menghampiri mereka.


"Nona Auris, anda ingin makan apa untuk nanti malam?" tanya pelayan itu sopan.


"Terserah kalian saja, aku bisa makan apa saja," jawab Auris cepat.


Auris segera melangkah kakinya menapaki anak tangga, ia berjalan masuk ke dalam kamar Katya. Ia menutup pintu kamar dan langsung berlari ke dalam toilet.


Auris menghidupkan kran air dan langsung menggosok tangannya secara kasar, dan membasuh wajahnya secara terus menerus. Ketika ia merasa tidak memiliki tenaga ia langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai toilet yang basah dan dingin.


Di sebuah SMA biasa terdengar suara keributan dan sorakan untuk mendukung tindakan seorang gadis yang sedang memukul dan menghajar gadis yang lain, dan gadis yang dipukul itu merasa begitu sakit di sekujur tubuhnya menerima pukulan secara bertubi-tubi.


"Dasar ******, beraninya kau dekat-dekat dengan kak Revan?" teriak Cherry murka tepat di depan wajah Auris.


"Aku tidak ada niat mau rebut kak Revan dari kamu Cherry. Kak Revan duluan yang dekati aku," balas Auris merintih kesakitan.


Auris merasa sangat sakit di setiap tubuhnya, tidak ada satupun orang yang ingin melerai mereka yang ada orang-orang hanya bersorak kegirangan karena mendapatkan tontonan gratis dan ada juga beberapa siswa yang merekam aksi tersebut.


Tentu saja tidak ada yang berani melawan Cherry gadis yang paling sok berkuasa dan merasa dirinya paling hebat diantara semua orang


"Cher, tolong hentikan ini. Aku janji tidak akan dekat lagi sama kak Revan," mohon Auris dengan suara bergetar.


"Kau sangka aku mau berhenti gitu aja, kau itu memang *****. Harusnya kau itu ngaca dirimu seperti gembel kalah jauh lah dari aku yang seperti princess! Dasar cewek murahan," hina Cherry melayangkan tamparan di pipi kiri Auris.


"Kak Revan bukan pacarmu kan? Kau aja yang ngaku-ngaku kalau kau itu pacaran sama kak Revan padahal kak Revan jijik setiap kali ngeliat dirimu!" balas Auris.


Mendengar perkataan Auris Cherry semakin emosi dan menghajar Auris habis-habisan, bahkan seragam Auris pun sudah robek dan memperlihatkan sedikit tubuhnya yang berdarah.


Para guru segera datang ketika mendengar laporan ada siswi yang sedang menghajar temannya


"Sudah hentikan!" Teriak guru tersebut.


Seorang guru menarik tubuh Cherry dan menghentikan aksi brutal Cherry dan guru satu lagi juga membantu Auris berdiri


"Tengok apa hah? sudah bubar sana.....!" pekik guru berkacamata membubarkan kerumunan.


"Huuuuuu," sorak mereka tidak senang karena kehadiran guru tersebut membuat mereka kehilangan tontonan gratis.


"Cherry datang keruangan saya! Auris pergi UKS dan obati luka kamu," perintah kepala sekolah .


Auris mengingat kembali perbuatan dan penghinaan yang Cherry lakukan padanya, ia memukul lantai melampiaskan amarahnya.


"Lihat saja Cherry, suatu hari nanti tuhan akan menghukum dirimu, dan ketika kau mendapatkan karma aku akan jadi orang pertama yang berbahagia di atas penderitaanmu," ujar Auris tersenyum lebar ala psikopat.


Follow Ig author auris713 dan tasya_1438

__ADS_1


Berikan komentar saran dan kritik kalian untuk author


See you


__ADS_2