Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 59


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga Wijaya dan Wilson duduk di ruang makan untuk melaksanakan sarapan sebelum mereka pulang ke kediamannya.


Menu sarapan yang dihidangkan merupakan makanan khas Rusia yang sengaja Wati minta pada para koki untuk memasaknya.


Terdapat Syrniki di Rusia mereka juga dikenal sebagai tvorozhniki adalah pancake quark goreng yang terkenal di Slavia Timur, dihiasi dengan krim asam, varenye, selai, madu atau saus apel. Campuran keju mungkin mengandung kismis untuk rasa ekstra.


Blini merupakan hidangan khas Rusia berupa panekuk berisi kaviar merah, selai, krim asam, dan keju lembut serta mentega.


"Aku harap kalian menyukai hidangan ini," ujar Wati ramah.


"Tentu saja kami akan menyukainya," balas Lisa sembari mencicipi blini.


"Aksa alergi keju," celetuk Rika yang berhasil membuat semua orang memandang ke arahnya.


"Maaf, aku tidak tahu jika dia alergi keju padahal aku sengaja siapkan blini isian keju karena Katya sangat menyukainya," sambung Wati dengan wajah tenang.


"Tidak apa-apa aku cuma bilang saja bagaimanapun dia akan tinggal di sini sekarang," balas Rika.


"Tolong sampaikan juga pada koki kami apa yang bisa dia makan atau enggak dan makanan favoritnya," ucap Wati.


"Padahal aku berharap Aksa sama Katya bisa tinggal sama kami. Namun, kau malah buat persyaratan untuk bisa menikah adalah dengan tinggal bersamamu," lontar Lisa dengan sinis.


Leon yang bisa merasakan akan terjadi perubahan atmosfer di ruang makan ini menoleh ke Kevin.


"Kevin pergilah ke kamar kakak, ada banyak hadiah untukmu," ucap Leon berbisik.


"Nanti saja," balas Kevin.


"Sekarang saja atau kakak enggak akan berikan itu padamu," ancam Leon dengan nada dingin.


Kevin dengan wajah murung dan malas terpaksa berjalan meninggalkan ruang makan, Leon yang melihat Kevin sudah pergi bernafas lega.


Leon memicingkan matanya ke arah Lisa, "bukannya seorang ibu wajar minta anaknya untuk tinggal bersamanya," lontarnya.

__ADS_1


"Tentu saja wajar tapi mereka berdua harus tinggal terpisah agar mereka bisa mandiri," ucap Lisa tenang.


"Maafin aku nek harus mengatakan ini, mereka berdua tidak bisa hidup mandiri," ucap Leon spontan.


Mendengar perkataan Leon membuat mereka membuat kerutan di dahi semakin banyak, dan mencerna dan menyimak ucapannya.


"Apa maksudmu mengatakan itu?" tanya David.


"Mereka berdua lahir dari sendok emas, masa kecil mereka saja berbeda dengan anak-anak biasa. Mereka tidak pernah mengerjakan pekerjaan apa pun, akan ada selalu pelayan yang melayani mereka 24 jam, jadi mereka tidak akan mandiri, lebih baik mereka tinggal di sini saja kan," papar Leon logis mengingat adiknya Katya bahkan tidak pernah menginjak kakinya ke dapur.


Keluarga Wijaya akui perkataan Leon itu benar, dari kecil Aksa tidak pernah melakukan pekerjaan apa pun akan ada selalu pelayan yang siap siaga untuk melayani dirinya kapan pun ia butuhkan.


"Tapi tetap saja tidak mungkin menantu laki-laki tinggal di tempat mertuanya kan! Apa yang akan dikatakan orang-orang mengenai dirinya," ujar David mengangkat suaranya keberatan.


"Kita tidak hidup dari omongan orang om biarkan saja mereka mengatakan apa yang mereka mau. Tapi om harus ingat ini Katya masih memiliki tanggung jawab terhadap Kevin selama aku melanjutkan studi di Prancis, otomatis Katya harus tetap tinggal di rumah ini untuk mengasuh adikku," balas Leon.


"Kami tidak masalah jika Kevin ikut tinggal bersama kami, kami akan memperlakukannya layaknya anak kami sendiri," sambung Rika halus.


"Jadi ceritanya kalian ingin memisahkan aku dengan anak-anakku? Apa kalian masih punya hati! Bagaimana bisa kalian begitu tega padaku!" cerca Wati sinis.


"Apa kalian tidak malu bertengkar dan berdebat di depan anak kecil! Kevin paham dan otomatis dia akan meniru perbuatan kalian ini," ujar Jordan secara tiba-tiba mengangkat suaranya.


Rika, Lisa, dan Wati terdiam dan menelan saliva secara kasar dan juga tidak lupa pula saling melempar tatapan tajam satu sama lain.


Leon menyesap kopinya dengan santai, "terimakasih sudah peduli dengan Kevin. Namun, Kevin tidak ada di sini aku sudah menyuruhnya pergi," ucapnya sambil menyunggingkan senyum tipis.


Cherry terpesona dengan senyuman Leon dan secara otomatis pipinya menampilkan rona merah layaknya tomat, "senyum gitu aja udah bikin meleleh," gumamnya sambil cekikikan.


Aksa dan Katya secara tiba-tiba memasuki ruang makan, mereka mengambil posisi duduk di samping Leon.


"Hai adik ipar apa kau nyaman tinggal di sini?" tanya Leon.


Aksa memicingkan matanya, "aku sangat suka di sini," jawabnya.

__ADS_1


"Lihat anak kalian mengatakan ia nyaman jadi kalian enggak perlu berdebat di mana mereka harus tinggal," ujar Leon dingin.


Mereka semua memilih melanjutkan sarapan yang sempat tertunda karena perdebatan yang dilakukan oleh Rika dan Wati.


Setelah selesai sarapan tanpa berbasa-basi lagi keluarga Wijaya memutuskan untuk pulang ke rumah mereka, Katya mengantar kelurga suaminya tersebut ke depan sebagai bentuk penghormatan.


Rika berbalik dan menyentuh kedua lengan Katya, "aku mohon padamu tolong jaga Aksa," ucapnya dengan nada rendah.


"Tenang saja mami, aku akan menjaganya," balas Katya.


"Jika ada sesuatu yang buruk terjadi jangan ragu untuk beritahu kami," sambung Lisa.


"Tenang saja aku pasti akan mengabari kalian," balas Katya tersenyum kecil.


David memandang Aksa lekat dan membuang nafas secara kasar, "apa kau yakin tinggal di sini?" tanyanya dengan mimik wajah serius.


"Aku yakin, bukannya di sini nyaman dan tenang. Papi tidak perlu khawatir aku pasti baik-baik saja," balas Aksa tenang.


"Bilang pada papi jika kau ditindas," ucap David.


"Mereka tidak akan berani menindak aku jika itu terjadi maka aku akan menjeblos Katya ke penjara," jawab Aksa dengan menggedikkan bahunya.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Aksa membuat David merasa lega, ia sangat khawatir meninggalkan Aksa di kediaman Wilson. Ia takut dan gelisah jika anaknya merasa tidak betah dan nyaman tinggal bersama mereka.


"Kakak, jika sih albino itu menyakiti kakak bilang sama aku biar aku menghajarnya," ujar Cherry berapi-api.


"Tentu saja kakak akan bilang ke adikku yang cantik ini," balas Aksa menarik senyum simpul.


"Semoga kau betah tinggal di sini, jika ada apa-apa telpon aku," sambung Jordan dengan tangan memeragakan gerakan menelpon.


"Terimakasih Jordan," balas Aksa.


Anggota keluarga Wijaya masuk ke dalam mobil, mereka menggunakan dua mobil, dan mobil mulai bergerak meninggalkan pekarangan rumah Wilson.

__ADS_1


Katya yang melihat satpam telah menutup gerbang rumahnya segera menoleh ke Aksa, "ayo kita masuk kak," ajaknya.


Aksa mengangguk kepalanya dan Katya mendorong kursi roda Aksa untuk masuk ke dalam rumah.


__ADS_2