Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 65


__ADS_3

Seorang gadis yang begitu betah memandang wajah suaminya yang tertidur, dan terus mengelus kepalanya dan memberikan kecupan di dahinya. Namun, suaminya tidak terganggu sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh istrinya tersebut.


Katya bangkit dari tempat tidurnya lalu ia membuka tirai jendela dan membiarkan sinar matahari masuk kedalam kamar mereka. Ia berjalan kembali ke ranjangnya dan ia menggoyang tubuh Aksa agar ia terbangun.


"Mas, bangun!" Teriak Katya menggoyahkan tubuh Aksa.


Namun sang empu malah tertidur begitu pulas dan tidak terusik sama sekali dengan teriakan dan pergerakan yang dibuat oleh Katya.


"Aku masih ngantuk Angel, biarkan aku tidur sebentar lagi," ucap Aksa dengan matanya tertutup.


"Tapi ini sudah siang honey, ayok bangun! kau juga harus makan dan minum obatmu. Kau tidak lupa kan hari ini kita akan berkunjung ke rumahmu," balas Katya sembari menarik selimut Aksa.


Aksa memutuskan bangun karena malas mendengarkan rengekan Katya dan dia melihat wajah Katya yang sedang memerah menahan kesal terhadapnya.


"Apa kau akan terus menatap diriku? aku tau aku tampan tapi kau tidak perlu menerus menatap diriku," ujar Aksa terkekeh kecil.


"Aku tidak menatap dirimu, aku sedang kesal karena aku begitu lelah harus membangunkan dirimu tapi mas malah begitu pulas tertidur," kata Katya ketus melipat kedua tangannya.


Aksa begitu gemas dengan tingkah istrinya dan secara tiba-tiba dia mencium bibirnya Katya dengan begitu lembut, Katya tidak berkutik sedikit pun, ia malah membiarkan Aksa terus menciumi dirinya dan ia akui ia sangat menikmatinya.


Katya berteriak kecil karena Aksa tiba-tiba menggigit lehernya dan meninggalkan jejak.


"Mas kenapa kau menggigit leherku!" tanya Katya mengusap lehernya.


"Tidak tau! aku hanya ingin meninggalkan jejak kepemilikan ku pada dirimu," jawab Aksa santai.


"Mas tidak perlu meninggalkan jejak apapun pada diriku karena aku memang sudah milikmu dan kau boleh menyentuh diriku kapan pun yang kau inginkan, because i'm your wife!" tutur Katya halus dan tersenyum lebar.


Jantung Aksa berdetak lebih cepat ketika mendengar perkataan Katya dan secara otomatis ia memeluk tubuh Katya.


"Thanks for everything, i wish we could life happily!" ucap Aksa lembut


Katya memegang dagu Aksa dan langsung mengecup bibir tebal Aksa, Aksa tidak diam ia malah membalas ciuman Katya tidak kalah panas.


Ciuman panas mereka terpaksa terhenti karena terdengar suara ketukan dari arah luar.

__ADS_1


"Kakak bangun, sarapan sudah siap," teriak Kevin dari luar sembari menggedor pintu kamar mereka.


"Wait a second," saut Katya sedikit berteriak agar Kevin mendengar balasannya.


Kevin segera pergi dari sana karena mendengar suara kakaknya yang berarti mereka sudah bangun dan ia tidak tau dan acuh apa yang sedang terjadi di dalam kamar kakaknya.


Katya berbalik menatap Aksa, "mas dengar suara Kevin tadi kan! kau harus mandi, ayo bangun biar aku memandikan dirimu," ucapnya.


"Hem," balas Aksa sambil memutar malas bola matanya.


Katya menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk memandikan Aksa, Katya memilih memakaikan Aksa sweater berwarna hitam dipadukan dengan celana jeans.


"Sudah selesai, masih ada yang lain?" tanya Katya seraya menyemprotkan parfum ke pergelangan tangan Aksa.


"Enggak ada, pergilah mandi," jawab Aksa.


Katya mandi dalam waktu singkat, ia memilih menggunakan gaun panjang karena ia akan berkunjung ke rumah mertuanya, dan sebagai bentuk kesopanan pada mereka. Katya menghias dirinya cuma menggunakan sunscreen, BB cream dan lip tint. Dan gaya rambut yang dipilih Katya adalah ponytail karena itu simpel dan elegan.


"Kau sudah menyiapkan barang-barang mu? Kita akan menginap di rumah papi," ujar Aksa.


Aksa mengangguk kepalanya lalu ia memutar kursi rodanya menuju ruang makan bersama Katya. Kevin dan ibu Wati sudah duduk menunggu mereka. Katya menyiapkan makanan untuk Aksa dan juga dirinya.


"Kalian jadi menginap?" tanya Wati seraya mengoles selai ke roti.


"Iya, kami akan menginap di sana," jawab Aksa.


"Sampaikan salamku untuk mereka," ucap wati halus.


"Akan aku sampaikan ibu," balas Aksa.


Mereka sarapan dalam keadaan sunyi dan cuma terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja. Katya dan Aksa telah selesai sarapan dan mereka langsung berangkat ke rumah keluarga Wijaya.


Katya memilih mengendarai mobilnya sendiri dan Aksa mengambil posisi duduk di kursi samping kemudi.


"Ini pertama kalinya aku menginap di rumah keluargamu setelah kita menikah," ujar Katya memecahkan keheningan antara mereka.

__ADS_1


"Aku rasa kau akan betah tinggal di sana," balas Aksa datar.


"Aku rasa tidak," celetuk Katya santai.


Aksa memalingkan wajahnya ke samping Katya, "kenapa?" tanyanya.


"Cukup aku sama tuhan saja yang tahu," jawab Katya dengan polosnya.


Aksa menggeleng kepalanya tidak habis pikir dengan jawaban yang diberikan oleh istrinya itu, ia memilih mengacuhkan saja karena menurutnya itu juga tidak terlalu penting.


Tidak terasa satu jam mereka lalui menuju ke rumah keluarga Wijaya, Katya memberhentikan mobilnya tepat di pintu masuk rumah. Para bodyguard langsung sigap membuka pintu mobil dan Katya juga meminta tolong pada mereka membantu Aksa untuk duduk di kursi rodanya.


Katya dan Aksa berjalan masuk ke dalam rumah, Aksa menuntun Katya dengan memeluk pinggang Katya, mereka melangkah kaki ke ruang tamu dan bisa dilihat jika seluruh anggota keluarga sudah duduk menunggu kehadiran mereka.


Rika berdiri dan langsung memeluk tubuh menantunya, "bagaimana kabarmu sayang?" tanyanya berbasa-basi.


"Aku baik," jawab Katya singkat.


"Mari duduk sayang," ucap Rika menuntun Katya duduk di sampingnya.


Richard memandang sekilas Katya dan Aksa, ia menghirup nafas dalam-dalam lalu membuangnya.


"Apa sudah ada kabar baik untuk kami!" ucap Richard yang berhasil membuat Katya dan Aksa kebingungan.


"Maksudnya kek?" tanya Katya halus.


"Apa di perutmu sudah ada anak!" ucap Richard secara frontal.


Katya seperti tertusuk dengan perkataan kakek Richard namun, ia berusaha mengatur mimik wajahnya. Katya tersenyum lebar, "maaf jika ini mengecewakan kalian, kami belum bisa memberikan kabar baik itu untuk kalian semua," ucapnya dengan nada penyesalan.


Mendengar nada kecewa dan rasa menyesal dari Katya membuat mereka merasa tidak enak terhadapnya, mereka tidak seharusnya menanyakan pertanyaan sensitif seperti ini karena bagaimanapun pernikahan mereka baru berjalan tiga bulan dan usia Katya masih terlalu muda untuk mengandung.


Rika mengusap punggung tangan menantunya itu, "tidak usah dipikirkan biarkan dia hadir seiring berjalannya waktu," ucapnya bijak.


"Iya mi, tidak usah khawatir," balas Katya lembut.

__ADS_1


Karya merasa lega karena perkataan mami Rika yang tidak membebaninya untuk segera mengandung anak dalam waktu dekat.


__ADS_2