Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 61


__ADS_3

Aksa duduk memandang hampa ke arah luar, ia merasa sangat bosan dan sedikit kurang nyaman dengan suasana rumah ini.


Aksa mendengar suara ketukan dari arah luar, "masuk," teriaknya.


Handle pintu terbuka memperlihatkan Kevin yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Kakak mana?" tanya Kevin menelisik setiap sudut ruangan.


"Dia sedang bicara dengan Leon," jawab Aksa acuh.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Aksa, Kevin mengambil ancang-ancang meninggalkan ruangan namun Aksa menahan pergelangan tangan Kevin.


Kevin memandang pergelangan tangannya, "Hem," gerutunya.


"Kakak boleh nanya?" tanya Aksa.


Kevin mengangguk kepalanya, "boleh," ucapnya.


"Kak Katya orangnya seperti apa menurut Kevin?" tanya Aksa.


Kevin mengetuk hidungnya dengan telunjuknya, "dibilang kakak baik enggak dibilang jahat juga enggak," ucapnya polos.


"Bukan seperti itu. Maksudnya kak Katya itu sifatnya bagaimana dan kesukaannya apa?"


"Kakak suka make up sama skincare," jawab Kevin polos.


"Itu kakak juga tahu," balas Aksa sedikit berdecak.


"Kakak paling suka coklat jadi misalnya kakak marah kasih aja coklat pasti kakak maafin," papar Kevin.


"Beneran?" tanya Aksa mengangkat satu alisnya.


"Iya, kakak marah sama Kevin tinggal kasih coklat pasti kakak mau bicara sama Kevin," ucapnya bersemangat.


"Selain coklat ada lagi?"


"Ada, kakak suka strawberry terus ice cream masih banyak lagi," balas Kevin.

__ADS_1


Aksa cuma bisa memandang Kevin sambil tersenyum masam, "itu Katya yang suka atau kau Kevin," gumamnya.


"Oh iya kak. Kevin penasaran kenapa kakak duduk di kursi roda?" tanya Kevin polos.


Aksa terdiam dan tidak merespon pertanyaan Kevin, ia tahu Kevin cuma anak kecil yang tidak tahu apa pun tapi ia tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan ini.


Terdengar bunyi decitan pintu terbuka yang memperlihatkan Katya, ia berjalan mendekat ke arah mereka berdua.


"Kevin ngapain di sini?" tanya Katya sambil mengelus pucuk kepala Kevin.


"Kak, temani Kevin berkuda," ucapnya.


"Besok saja, hari ini kakak tidak enak badan," ucap Katya sambil menepuk pundaknya.


"Ya udah deh," ucapnya lesu.


Kevin pergi meninggalkan kamar dalam keadaan lemas dan lunglai disebabkan kecewa karena Katya tidak bisa menuruti keinginannya.


"Apa kau tidak jahat pada adikmu?" tanya Aksa.


"Ngomong-ngomong kenapa kau punya tenaga yang kuat?" tanya Aksa ketus.


"Kuat? Maksudmu?" tanya Katya balik dengan dahinya berkerut.


"Kau bisa menggendong aku tadi dan kau tahu harga diriku seperti diinjak," papar Aksa.


"Aku minta maaf soalnya tadi, harusnya aku minta izin dulu sama kakak. Namun, aku tidak bisa biarkan kak Jordan membersihkan tubuhmu bagaimanapun aku istrimu sekarang," ucap Katya tegas.


"Carikan perawat untukku."


"Kak, aku istrimu."


"Kau memang istriku tapi kau tidak akan selalu ada di sisiku, sebentar lagi kau akan kuliah, apa kau tidak lelah jika ditambah mengurus aku!"


"Kak.."


"Carikan aku perawat, aku mau laki-laki. Tolong bantu aku berbaring aku lelah," ucap Aksa dingin.

__ADS_1


Katya membuang nafas kasar, ia mulai mengangkat tubuh Aksa dan membaringkannya di atas kasur.


"Apa posisinya nyaman?"


"Sudah, kau bisa keluar sekarang," usir Aksa kasar.


Katya menghentakkan kakinya kesal lalu segera melangkah kakinya keluar dari sana, jika ia melawan perkataan suaminya maka bersiaplah akan terjadi pertengkaran hebat, namun ia mengurungkan niatnya membantah perkataan Aksa, ia tidak ingin hari pertama menikah malah sudah berakhir di pengadilan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kediaman Kim


Seorang pria tua berambut putih dengan kulit pucat duduk bersilang sembari memegang gelas.


"Sudah berapa lama mereka menikah?" tanya pria itu dengan nada dingin


"Mereka baru menikah semalam tuan," jawab anak buahnya hati-hati.


"Kau boleh pergi sebelum aku membunuh mu," kata pria itu


Anak buahnya segera pergi meninggalkan tuannya sebelum dia dibunuh karena tuannya dalam keadaan marah, dan ia tidak pernah main-main dengan perkataan yang diucapkan oleh dirinya. Ada seorang wanita tua yang mendengar itu semua dan langsung menghampiri suaminya.


"Kumohon tenangkan dirimu dan kontrol emosimu, biarkan saja Katya menikah dengan Aksa," ujar wanita tersebut santai.


"Kau bilang biarkan? Aku tidak bisa terima bagaimana mungkin aku memiliki cucu menantu yang cacat! Aku memang tidak akan pernah menerima dan mengakui Katya sebagai cucuku tapi aku begitu takut ketika orang-orang mengetahui hal itu semua dan mereka akan menghina diriku!" pekik pria tersebut menampilkan urat-urat di wajahnya.


"Kau cuma memikirkan itu! Orang-orang tidak akan pernah tahu bahwa dia cucumu selama kau tidak pernah mengusiknya. Kau tidak memikirkan bagaimana Katya menghadapi itu semua, kau cuma memikirkan dirimu sendiri, bagaimanapun Katya juga cucu kita karena dia putrinya Irene Kim Jong hyun!" teriak Elma tepat di depan wajahnya.


Pria tua tersebut adalah Kim Jong Hyun, ia merupakan pria berkebangsaan Korea dan usianya sekitar 62 tahun.


"Dia memang putrinya Irene tapi sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengakui anak Irene sebagai cucuku karena dia lebih memilih menikah dengan pria itu. Ingat ini baik-baik cucuku hanya Loren tidak ada yang lain Elma!" teriak Jonghyun.


Elma merasa sedikit gemetar mendengar teriakkan suaminya, selama pernikahan mereka dirinya tidak pernah dibentak atau diteriaki seperti ini, ia merasa seperti ada pisau yang menancap di hatinya. Elma memilih pergi meninggalkan suaminya seorang diri.


Jong Hyun cuma melirik sekilas kepergian istrinya ia malah melanjutkan acara minum yang sempat tertunda barusan.


Terdapat seseorang yang melihat dan mendengar percakapan mereka melalui celah pintu, "sungguh menarik," ucapnya tersenyum smirk.

__ADS_1


__ADS_2