
Dua insan yang tertidur dalam keadaan bugil yang ditutupi oleh selimut dan saling mengeratkan pelukan mereka, bahkan kamar mereka berdua berantakan, pakaian mereka tercecer. Aksa terbangun dan memandang lekat wajah istrinya yang damai dan ia mengusap Katya lembut
"Terima kasih karena telah menjaga kehormatan-mu untuk aku," ucap Aksa berbisik di telinga Katya.
Aksa mengingat pergulatan mereka semalam dan ia tidak menduga jika Katya begitu agresif melakukan hal tersebut dengannya. Aksa tersenyum membayangkan bagaimana Katya yang berada di atasnya dan menuntun permainan mereka.
Katya menggeliat merasa tidurnya terganggu, tapi dia begitu malas membuka matanya dan Aksa tertawa melihat tingkah lucu istrinya.
"Kitty bangunlah!" Seru Aksa sembari mengusap punggung Katya
"Engga mau, aku masih mau tidur," balas Katya sambil memejamkan matanya.
"Aku masih mau lagi. Apa kau akan menolak permintaan aku?"
"Iya, ini masih sakit. Aku mau istirahat jadi jangan ganggu tidurku."
"Kita harus bersemangat untuk punya 15 bayi lucu," ucap Aksa terkekeh.
Katya membelalakkan matanya dan langsung bangun dari tidurnya. "What 15 anak? No. lakukan saja itu dengan kucing, apa mas pikir aku kucing yang sekali melahirkan bisa dapat 5 anak sekaligus!"
Aksa tertawa melihat ekspresi Katya yang protes padanya dan wajah istrinya itu memerah menahan kesal.
"Pokoknya aku ingin punya anak cuma 2 saja laki-laki dan perempuan," ujar Katya tegas.
"Padahal aku ingin membuat tim basket dengan memiliki 15 anak pasti mereka lucu," ucap Aksa lesu.
"Suruh aja kucing melahirkan anak untukmu."
"Jika aku melakukan itu dengan kucing anakku akan menjadi siluman kucing," ucap Aksa polos.
"Yang bilang anakmu manusia siapa?"
"Katya ayok kita lakukan lagi," ucap Aksa sembari meremas dada Katya.
"Kenapa kau begitu mesum?" tanya Katya dengan melototi suaminya.
"Sayang kita harus semangat karena kita akan membuat tim basket," ujar Aksa riang.
Mereka kembali melakukan pergulatan dalam keadaan bahagia di pagi hari yang indah, Aksa berharap olahraga mereka ini bisa menghasilkan seorang malaikat kecil akan lahir, dan ia yang akan menguat hubungan mereka.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rika sedang menyiapkan berbagai macam hidangan dan beberapa desert di atas meja dan dekorasi sederhana yang disusun dan disiapkan di taman belakang.
"Mami, ada acara apa?" tanya Cherry yang masih mengenakan piyama.
"Kak Aksa hari ini ulang tahun, dan jangan bilang kau lupa?" tanya Rika sembari menata bunga di vas.
Cherry menepuk kepalanya, "aku lupa dan aku belum menyiapkan hadiah apa pun untuk kakak," ucapnya panik.
"Mami rasa tidak perlu, Cherry bisa memberikan hadiah lain kali. Kakak cuma butuh doa agar pernikahannya berjalan baik," ucap Rika bijak.
Cherry menggerak bola matanya malas dan ia memilih melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya daripada mendengar omong kosong ibunya.
Rika tidak menyadari putrinya telah pergi, ia masih fokus berkutat dengan pekerjaannya walaupun ada pelayan yang bisa mengerjakan ini semua, tapi ia ingin yang terbaik untuk acara putranya.
Seorang pelayan menghampiri Rika dan membisikkan sesuatu di telinganya. Rika meminta kembali para pelayan melanjutkan pekerjaannya dan ia melangkahkan kakinya masuk dan berjalan menuju ruang tamu.
Rika bisa melihat seorang wanita paruh baya dan pria kecil yang merupakan besannya. Mereka duduk di sofa bersama dengan ayah dan ibu mertuanya.
"Kapan kalian sampai kemari? Dan bagaimana kabar kalian?" tanya Rika berbasa-basi dan mengambil posisi duduk di sofa sebelah kiri.
"Kabar kami baik. Aku akan meminta pelayan memanggil Katya sama Aksa," ucap Rika.
"Tidak perlu. Apa Katya ada merepotkan kalian?" tanya Wati tersenyum.
"Tentu saja tidak, dia nyaman tinggal di sini dan dia tidak pernah mengeluhkan apa pun," jawab Lisa lugas.
"Oh syukurlah aku lega mendengarnya, dan aku harap kalian bisa memaklumi jika ia berbuat salah," balas Wati halu.
"Bagaimana dengan sekolahmu Kevin?" tanya Richard.
"Biasa saja, tidak ada yang istimewa," jawab Kevin acuh sambil memakan coklat.
Wati tersenyum canggung merasa tidak enak dengan keluarga mertua putrinya. Mereka tidak ingin mengambil pusing dengan tingkah Kevin dan mereka menganggap itu hal yang wajar karena ia masih anak-anak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sampai kapan kau akan terus tidur mas?" tanya Katya sambil mengusap kepala Aksa.
__ADS_1
"Aku tidak ingin bangun karena dada Kitty-ku ini begitu empuk," jawab Aksa dengan nada genit.
"Ayok bangun! Mereka pasti sedang menunggu kita. Hari ini adalah ulang tahun-mu. Teman-teman mas pasti datang begitu juga dengan ibu dan Kevin," papar Katya panjang dan jelas
"Aku tahu," jawab Aksa singkat
Aksa memeluk erat tubuh Katya dan tidak ada niat sama sekali melepaskan pelukannya, ia menghirup aroma mawar yang terdapat pada tubuh istrinya.
"Terimakasih untuk malam romantis itu Katya," ucap Aksa halus dan lembut.
"Itu sudah menjadi tugasku untuk melayani suamiku. Mas harus bangun jika tidak bangun aku tidak akan memberikan-mu jatah," ancam Katya.
"Aku akan bangun sayang, tapi ayo kita bermain satu ronde lagi!" seru Aksa.
"No, aku cukup lelah. Lain kali saja," ucap Katya santai.
"Ayo kita siap-siap semua orang sudah menunggu kita," ucap Katya.
Katya bangkit secara perlahan menahan perih di bagian bawah, ia berjalan perlahan menuju kamar mandi. Aksa melihat Katya kesusahan merasa sedikit bersalah seharusnya ia membantu Katya bukan sebaliknya.
Tidak butuh waktu yang lama Katya selesai dengan ritual mandinya, ia cuma mengenakan long dress berwarna peach yang kontras dengan warna kulitnya.
Katya membawa baskom berisi air hangat dan beberapa perlengkapan lain Aksa, ia mengelap tubuh suaminya dengan wash lap dan memakaikannya kemeja berwarna biru dengan celana hitam panjang.
Katya membereskan semua perlengkapan, dan mulai membantu Aksa duduk di kursi rodanya.
"Terima kasih dan maaf merepotkan kamu mengurus aku," ucap Aksa tersenyum getir.
"Aku tidak pernah merasa repot mengurus kamu mas," ucap Katya sembari jongkok agar pandangannya sejajar dengan suaminya.
"Hidupmu masih mudah Katya, tapi kau malah mengurus aku yang lumpuh ini. Seharusnya aku tidak pernah memaksa pernikahan padamu, maafkan aku," ucap Aksa.
Katya memegang kedua tangan Aksa, "aku tidak pernah menyesal menikah denganmu mas, bagiku kau adalah pasangan terbaik yang dikirimkan oleh tuhan padaku."
"I love you Katya," ucap Aksa mengangkat dagu Katya dan menempel bibirnya dengan bibir istrinya.
Katya menikmati sentuhan pada bibirnya ia bisa merasakan ketulusan hati suaminya dan kesedihannya.
Apa pun yang terjadi aku akan selalu ada untukmu dan tidak akan pernah meninggalkanmu, batin Katya tanpa ia sadar kristal bening telah mengalir dari pelupuk matanya.
__ADS_1