
Anggota keluarga Wijaya dan Wilson menikmati acara ulang tahun Aksa, berkat acara ini mereka bisa berkumpul bersama.
Katya mengelap wajah Kevin yang berantakan karena cream kue dengan tissue basah dan ia juga mengelap wajah bayi mungil yang berhasil mencuri hatinya.
"Jangan nakal dan jangan berbuat ulah," peringat Katya dengan sorot mata tajam.
"Iya," balas Kevin mengerucutkan bibirnya.
"Sayang, jangan terlalu galak mereka takut sama kamu," sambung Aksa.
"Tidak usah pikirkan mereka, kita nikmati saja acaranya," ucap Katya tersenyum manis.
"Kak, aku tidak punya hadiah yang bagus untukmu cuma ini yang bisa aku kasih," ujar Kevin menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna hitam.
"Terima kasih Kevin, kakak pasti akan suka hadiah darimu," balas Aksa sambil mengacak rambut adik iparnya.
"Ini hadiah dariku dan Leon," sambung Wati memberikan satu kotak ukuran sedang dan yang satunya ukuran besar.
"Terima kasih ibu, dan sampaikan makasih pada Leon," jawab Aksa dengan suara serak.
Mendengar nama Leon disebut membuat Cherry tanpa sadar mengangkat suaranya, "bagaimana kabar kak Leon?" tanyanya dengan wajah sumringah.
Semua orang merasa heran dan canggung dengan pertanyaan yang dikeluarkan oleh Cherry, tidak biasa anak itu menanyakan kabar orang jika orang itu tidak dekat dengan dirinya.
"Kabar kakakku baik. Nanti ketika dia pulang kami harus menyiapkan acara pernikahan untuknya," ucap Katya setengah berbohong.
Mendengar kata pernikahan membuat Cherry meremas ujung roknya, "siapa gadis yang akan dinikahi oleh kak Leon?" tanyanya.
"Rahasia," jawab Katya dengan tersenyum remeh.
Wati mengerutkan keningnya dan mendekatkan bibirnya ke telinga putri asuhnya. "Apa Leon akan menikah?" tanyanya berbisik.
"Tidak, aku cuma ingin memanasi adik ipar ku itu saja," jawab Katya setengah berbisik.
"Sudah jangan bahas lagi, itu urusan Leon kita tidak berhak bertanya dan ikut campur," sambung Richard dengan suara tegas.
Mendengar ucapan tertua Wijaya tidak ada lagi yang membahas tentang Leon baik dari Cherry ataupun Katya.
"Bagaimana kita makan saja?" saran Rika berusaha mencairkan suasana.
"Ide bagus, ini sudah waktu makan siang. Mari kita makan!" sambung Wati.
Para wanita kecuali Cherry menyiapkan makanan untuk para suami dan anak mereka.
Kevin menyodorkan Anastasia terhadap Bella, "ini bayi kakak," ucapnya.
Bella mengambil alih Anastasia dan itu berhasil membuat bayi tersenyum menangis.
__ADS_1
"Tenanglah sayang," ucap Bella sambil mengusap air mata putrinya.
"Sepertinya Anastasia sangat menyukai Kevin," sambung Alex mengambil Anastasia.
Ketika berada di gendongan Alex bayi mungil itu berhenti menangis dan malah menempelkan wajahnya ke dada ayahnya.
"Kau memang putriku," ucap Alex mengacak rambut tipis Anastasia.
Mereka memakan makanan dalam keadaan hikmat dan sekali diiringi oleh obrolan ringan mengenai bisnis, fashion dan lain-lain.
...****************...
Loren sedang bersama neneknya di taman belakang rumah, mereka diam dan tidak ada satu pun di antara mereka yang ingin membuka suara.
Suasana diisi oleh suara kicauan burung dan bunyi dedaunan yang disebabkan oleh angin dan wangi mawar yang harum yang tercium oleh panca indera.
"Loren, apa kau ingin tahu apa penyebab tante-mu pergi?" tanya Elma yang mengangkat suaranya.
"Aku ingin tahu nek," jawabnya cepat.
Elma menghela nafasnya panjang dan mulai menceritakan masa lalu yang selama ini selalu ditutupi.
Seorang gadis dengan rambut sebahu dan seorang pria paruh baya bertengkar di sebuah ruangan.
"Kau akan menikah dengan David ini keputusan ku Irene," ujar Jong Hyun tanpa bantahan.
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian. Pengawal bawa anak ini ke kamarnya dan biar perlu kalian kunci dan jaga," perintah pria berkebangsaan Korea tersebut.
Para pengawal langsung membawa putri tuan mereka ke kamarnya dan sesuai yang diperintahkan mereka mengunci pintu dan berjaga di sekitar area kamar.
Semua orang tidak menyadari jika pertengkaran itu memang sengaja dibuat oleh Irene. Irene segera berlari kecil menuju jendela kamarnya dan dapat ia lihat seorang pria yang mengenakan Hoodie sedang berdiri menatap dirinya.
"Cepatlah Irene sebelum para pengawal menyadari keberadaan aku," ucap James.
Irene berjalan ke lemarinya dan mengeluarkan sebuah tali dan tas selempang yang berisikan barang-barang penting, dan tidak lupa pula ia meletakkan sebuah surat di atas meja rias.
Irene mengikat tali tersebut di kaki meja dan ia melempar tali keluar dan secara pelan-pelan ia turun dan James menunggu di bawah.
Ketika Irene bisa merasakan sudah aman ia mulai menjatuhkan tubuhnya ke bawah dan berhasil ditangkap oleh kekasihnya. James menurunkan Irene dan memastikan kondisinya baik-baik saja.
James dan Irene berjalan ke arah belakang tempat para pelayan masuk dan keluar sehingga penjagaan tidak terlalu ketat dan ini juga dikarenakan mereka sedang sibuk menyiapkan pernikahan Irene dengan kenalan ayahnya dan mereka berhasil keluar dari pekarangan rumah keluarga Kim.
Keesokan paginya semua orang sedang bersiap untuk acara pernikahan John Hyung dan Elma berjalan dan membuka pintu kamar Irene. Pintu terbuka dan mereka tidak bisa merasakan keberadaan putri mereka sampai pandangan John mengarah pada tali yang terulur keluar.
"Anak itu kabur. Cepat suruh pengawal untuk mencari anak itu," teriak John lantang.
"Suamiku. Ada surat dari Irene," ucap Elma menyodorkan secarik kertas pada suaminya.
__ADS_1
Teruntuk abeoji dan eomeoni
Maaf aku tidak bisa berpamitan dengan baik pada kalian.
Dan sampaikan maafku pada keluarga Wijaya Aku tidak bisa menikah dengan David karena aku cuma mencintai James.
Maaf aku mengecewakan kalian, tapi aku tidak bisa menghabiskan hidupku dengan orang yang tidak aku cintai sama sekali.
Irene.
John Hyung meremas surat putrinya tersebut dan bisa semua orang rasakan aura kemarahan yang keluar dari tubuhnya.
"Cari putriku sampai ketemu sekarang juga," pekiknya.
Para pengawal melakukan pencarian dan tidak berhasil menemukan keberadaan putri tuan mereka, ia bagaikan hilang ditelan bumi dan tidak meninggalkan jejak sama sekali.
"Itulah ceritanya Loren," ucap Elma yang telah mengalirkan kristal bening dari pelupuk matanya.
"Kenapa hal-abeoji tidak merestui hubungan mereka?" tanya Loren.
"Sampai sekarang aku tidak tahu."
"Nek, apa kau tahu Tante Irene sudah tiada?" tanya Loren dengan suara berat.
"Aku tahu, dan aku selalu rutin datang ke makamnya."
"Apa kakek tahu?"
"Aku rasa dia tahu tapi dia tidak peduli," jawab Elma sarkas.
"Apa dari lubuk hati itu kau tidak ingin melihat cucumu nek?"
"Aku ingin bertemu dengan mereka tapi aku tidak ingin mengambil resiko karena aku yakin setiap pergerakan yang aku lakukan pasti kakekmu akan tahu."
Loren menghidupkan ponselnya dan mengotak-atik sesuatu di sana, ia menyodorkan ponselnya.
"Lihatlah ini nek!" pinta Loren.
Elma melihat foto dua orang pria dan satu wanita yang memiliki para eropa dan ia kembali menggunakan air matanya.
"Siapa gadis ini? Dia begitu mirip dengan Irene."
"Dia Katya putri, dan yang pakai kemeja putih ini Leon dan anak kecil ini Kevin. Mereka putra dan putri Tante Irene," jawab Loren tersenyum simpul.
"Aku senang hidup mereka baik-baik saja dan aku selalu berdoa untuk kebahagiaan mereka," ucap Elma tersenyum pahit.
Loren bisa mengerti dan merasakan kesedihan yang dipendam oleh neneknya selama bertahun-tahun terakhir ini.
__ADS_1