
"Aduh gimana nih masak ia aku harus pulang, tapi kalau pulang gimana caranya aku jelasin sama ibu tentang masalah ini. Tapi kalaupun maksain buat dateng ke sekolah masak ia dalam keadaan basah-basah kayak gini pasti semua guru pada marahin aku." sedari tadi Pinky amat lah bingung antara mau lanjut sekolah atau pulang kerumah. Di tenga kegelisaan nya itu sebuah mobil silver berukur besar berhentih tepat di sampingnya. Sempat Pinky berpikir apa itu culik. Yaudah deh kalau mau culik juga gak apa-apa.
Seseorang keluar dari mobil tersebut dengan menggunakan setelan jas hitam ia pria setenga baya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
"Maaf mbak apa kah kamu masih menjual jus jambu itu." tunjung pria itu pada keranjang yang di bawak oleh Pinky.
Pinky sangat lah berat jika harus mengatakan jika jus jambu yang sudah di lumuri air cipratan ini akan di jual, bagaimana mungkin ia akan menjualnya sedangkan sepertinya ini tidak layak untuk di jual.
"mbak kok diam, apakah jus jambu nya mau di jual?"
"Maaf pak, sepertinya jus jambu saya tidak layak untuk di jual karena ehmmm..."
"Iya saya paham lagi pula, itu hanya kotor di bagian luar nya saja kan dan tidak di dalam nya."
"hmm iya sih, tapi..."
"berapa perbotolnya?"
"7 ribu pak,"
"kalau bagitu saya akan memborong semuanya." ucapnya sebari memberikan uang seratus ribu satu lembar kepada Pinky.
"Bapak gak ada uang kecil aja yah, sepertinya saya tidak memiliki kembalian nya."
"sudahlah kembalian nya ambil aja untuk kamu."
"hmm., tapi pak.."
"kalau begitu saya pamit undur diri dulu mbak permisih yah."
"Terimakasih yah pak, saya doakan semoga rezeki bapak lancar."
Akhirnya satu masalah selesai, dan kini kini tinggal satu masalah lagi yaitu kondisi baju dan rok nya, tapi sudahlah bukankah kedua hal ini terlalu basah, kalau pun di ajak joging sedikit pas kering kena angin. Jadinya Pinky memutuskan untuk lari menuju ke sekolah.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
"Anak itu benar-benar keterlaluan bagaimana mungkin ia sampai berani berbuat seperti itu kepada gadis malang itu."
"Ia Tuan tapi beruntung jika kita membeli semua dagangan nya atau bila tidak saya yakin itu sangat menyimpan sedih yang mendalam bagi gadis itu."
"Kamu benar sekali Asisten Sam, setidaknya saya akan berusaha kuat untuk membantu keuangan mereka dia dan juga ibunya."
"Baik tuan saya mengerti! bagaimana apa kah kita akan langsung ke kantor pagi ini juga."
"Hmm tentu."
*
*
*
*
*
*
*
Untuk membersihkan diri, sebenarnya kamar saat ini masih sangat terlihat sepi hanya saja ada seorang OB wanita paru baya yang sibuk mengepel lantai luar kamar mandi. OB itu pun membuka obrolan dengan Pinky rupanya ia cukup prihatin dengan ke adaan Pinky.
"Ya ampun kenapa dengan seragam mu? Apakah di luar sana hujan deras?"
Pinky seketika menggeleng. ''Tidak buk, tadi gak hujan kok cuma tadi ada kecelakaan sedikit jadinya aku basah gini deh.'' ucap Pinky seraya mengelap kaca mata nya dengan sapu tangan yang sedikit ber embun karena basah.
"Terus apakah kamu punya ganti yang lain."
"hmm gak ada buk, tapi gak apa-apa kok buk lagian nanti ini juga kering sendiri."
"tapi nak nanti kamu bisa masuk angin loh."
"enggak kok Buk, aku kuat kok jadi gak gampang masuk angin. kalau begitu aku pergi ke kelas dulu yah buk."
*
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
Pinky sudah duduk di bangku nya perlahan semua orang memperhatikan penampilan nya dengan bahan ejekan.
"Habis berenang di mana loh, basah-basah gitu sok-sok an belajar di kelas." Ujar Raiska mencibir.
"Gak habis berenang kok, tadi cuma aku jatuh di genangan air di jalanan sana, tapi gak apa-apa cuma basah sedikit."
"idih caper banget sih lo, mau loh jatuh di got kek, mau loh jatuh di sumur kek, gue gak perduli."
''Kan tadi kamu yang nanya?" ucap Pinky polos.
"Hey berani lo yah mempermainkan gue. Dasar cewek liar!"
"Ada apa ini ribut-ribut di kelas, Raiska lagi-lagi kamu yang pembuat onar sebuah suara!" kata Buk Desi sang guru Kimia, Yang baru saja masuk ke kelas karena ini memang jam pertama nya dalam mengajar.
"Tidak buk saya hanya menegur dia saja karena dia pergi kesekolah dengan seragam basah."
"kamu anak baru. Kenapa seragam kamu basah semua?"
"Maaf buk, tadi saya hampir keserempet mobil jadinya saya jatuh di atas genangan air."
"Terus apakah kamu memiliki pakaian ganti?"
"Tidak buk saya tidak membawanya, tapi ibu tenang saja seragam ini tidak terlalu basah pasti nantinya akan kering sendiri."
"apa kamu yakin?"
"hmm saya yakin buk."
"ya sudah kalau begitu, semoga saja kaMu bisa menahan rasa dingin itu."
"Terimakasih buk sudah memaklumi saya"
Skuy yang vote lumayan terus yang komen pada kemana 😄
Because vote dan comen sangat lah bearti penting dalam seorang penulis untuk menyemangatinya.
__ADS_1
Ingat readers butuh penulis
dan penulis butuh pembaca.☺