Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Regan Sakit Lambung


__ADS_3

Sekolah mulai sepi Pinky lagi-lagi di minta sang guru untuk membawa kan buku buku pelajaran ke perpustakaan. Di perpustakaan masih ada yang jaga dia bu Ainun dan bu Mawar.


"Kenapa belum pulang nak"Tegur bu mawar selaku guru paling muda di antara guru lainya.Pinky yang sedang melihat buku buku di perpustakaan itu kemudian cepat berbalik.


"Ah ibu, ini bu aku cuma lihat-lihat doang kok," Pinky berusaha mengembalikan buku yang sempat ia pegang di lemari perpustakaan.


"Kalau kamu suka kenapa gak pinjang saja,"


dengan mata yang berbinar dan senyum yang mereka"Beneran bisa di pinjam bu, bukan kan buku yang masih terlihat baru belum dulu bisa di pinjam?"


"Sebagian ada seperti itu, tapi sedari tadi ibu melihat mu mengamati buku buku ini ibu yakin kamu pandai menjaga buku dengan baik,"


Pinky membenarkan kaca matanya yang sedikit turun ke hidung.Ia menarik nafas dengan tenang sebelum memutuskan untuk meminjam buku tersebut.


"Gimana minat pinjam gak?" Tanya bu mawar sekali lagi.


"Hehehe boleh deh bu kalau bisa di pinjam,"


"oke, kalau gitu silakan ke meja bu Ainun di sana nama mu akan di catat ketika meminjam buku."


Penghayatan wajah bu Mawar begitu tenang sehingga Pinky begitu nyaman, beliau merupakan guru yang terbaik.


Di sepanjang jalanan perpustakaan menuju koridor begitu sepi tidak ada siapa-siapa di sekitaran sini Pinky membaca buku sambil berjalan karena ia yakin tidak akan menabrak sesuatu.

__ADS_1


Aargg....


Pinky seperti mendengar sesuatu, seperti suara rintihan orang sakit. ia diam di tempat di sekitar koridor begitu sepi semua siswa siswi tentunya sudah pulang tapi suara apa itu.


Arrg..


Suara itu muncul lagi sehingga membuat nyali Pinky menciut takut. Ia memegang tungkungnya yang terasa aneh.


"Siapa yah?" Nihil tidak ada sahutan.


"Tolong..Siapa pun ituu..."


Sebuah ruangan terlihat pintunya terbuka itu kelas 12ipa 2. Suara itu berasal dari sana, tanpa lama lama Pinky mengintip dari celah pintu dan bertapa terkejutnya ia ketika melihat Regan terbaring lemah di dekat bangku paling depan.


"Regan kamu kenapa?"Gadis itu panik ketika melihat cowok yang membencinya ini dalam kondisi seperti ini.


"Lambung gue kumat,tolong bawak gue kerumah sakit."


"Pakai apa? Coba kamu hubungi teman teman mu,"


Regan menggeleng lemah"Hp gue mati gue gak bisa hubungi siapa-siapa," Jawaban Regan murni jujur apa adanya. bahkan Pinky sempat memeriksa hp Regan, hp itu mati.


Pinky pun dengan cepat mengambil hp di saku tasnya, sialnya nasib nya sama seperti hp Regan kehabisan batre sehingga membuat Pinky menghela nafas berat.

__ADS_1


"Tidak ada jalan lain, ayo kita ke rumah sakit,"


Pinky terpaksa membopong tubuh tinggi Regan, Regan begitu berat sehingga gadis pendek itu hanya merangkulkan tangan Regan mengalungi lehernya.


Mereka melanjutkan perjalanan tiba lah di parkiran. Pinky ngos ngosan Regan sangat berat. Ketika melihat sebuah bangku yang ada di parkiran ia segera menaru tubuh Regan di sana.


"Kita ke rumah sakit naik apa?"


"Bawak mobil gue," Regan memamerkan kunci mobilnya kepada Pinky.


"Kamu itu bodoh atau apa?aku mana bisa bawak mobil yang ada kamu bukan malah sembuh yang ada makin sakit aku pun juga ikutan sakit!"


"aaargg...perut gue sakit banget." Regan merintih kesakitan lagi sehingga membuat Pinky jadi panik.


"Yauda yauda kita naik taxi aja kalau gitu,"


"Tapi gue,,, tid ak pu nya ua ng buat bayar taxi,itu semua karena ul ah lo! Dalam keadaan lemah Regan masih mampu menyalahkan Pinky.


"Aku," Tunjuk Pinky pada dirinya sendiri."Aku salah apa?"


"G ara-ga ra el o atm,ua ng,sem muanya di blokir s ama pa paa cob a aj a el o gak tu run da ri mo bil gue ta di Pag i, arrgh per ut gue sakit bang et."


"eh yaudah yaudah stop kita bahas permasalahan ini di rumah sakit saja kamu jangan banyak bicara,"

__ADS_1


Pinky merogoh uang yang ada di sakunya. Dengan ini semoga cukup untuk membayar taxi.


__ADS_2