Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Raiska Menyalahkan Pinky


__ADS_3

berita hilangnya Regan dan Pinky sungguh menyimpan rasa trauma bagi peserta lainya yang juga mengikuti kemah. Pada akhirnya siang ini kegiatan kemah harus di tunda walau sebenarnya Pinky dan Regan telah di pertemukan.


Raiska yang tidak terima ia menghampiri Pinky saat Pinky tenga bergabung dengan di tenga-tenga Ragan dan Arnold."Hey cupu! Elo itu bisa gak sih kalau cari masalah pikir-pikir dulu akibatnya. Lihat gara-gara elo hilang semalem kegiatan kita hari ini di batalkan! Elo jadi cewek parasit banget sih."


Pinky hanya termangu tak tau harus menjawab apa, dan ia juga merasa bersalah karena kemah hari ini di batalkan.


"Raiska elo gak adil dong jangan cuma nyalahin Pinky doang, kan di sini Regan juga sih biang kerok pertama." Sahut Arnold membela Pinky.


"Iya Ris gue juga salah, gue emang pertama yang udah jadi beban!" Ucap Regan yang tau diri.


"Bukan hanya itu loh my love Zhio, cuma gue gak suka aja liat nih cewek cupu yang kecentilan pura-pura kakinya sakit. Elo sengaja kan pura-pura sakit kaki terus supaya elo bisa di gendong Regan iya kan cupu!"


"Raiska! berisik banget sih loh. Apa elo gak bosen cari keributan melulu!" Tariak Lizia yang baru datang dengan membawa minyak angin untuk Pinky.


"kalau teman lo ini gak cari masalah yah gue gak akan perna cari keributan."


"Udah cukup oke. Mendingan elo urusin tu kedua temen lo Elsa Dewi yang lagi bongkar tenda bantu kek dari pada ngurusin hal yang gak jelas."

__ADS_1


"Awas loh, urusan kita belum selesai!" Sengit Raiska kemudian berlalu pergi menghampiri kedua temanya.


"Lizia sini gue aja yang urut kaki Pinky!" Regan menawarkan diri untuk mengurut Pinky lagi hal itu membuat Pinky menggeleng.


"enggak usah,nanti aku mau urut di rumah aja gak apa-apa kok,"


"Ki yaudah kalau elo urut di rumah kelamaan mending gue aja yang uruti kaki lo,"


"Makasih Arnold gak usah nanti aku urut di rumah aja."


Lizia melihat Regan secara detail ia pun beralih menaru tanganya pada jidat Regan.


"Apaan sih lo Lizia?" Ujar Regan yang menjauhkan tangan Lizia dari jidatnya.


"Kok elo sekarang kayak perduli sama Pinky? Biasany elo paling benci, gak suka sama Ify tapi sekarang kok elo perduli?"


"Semua orang berhak menentuhkan pilihannya Zi, gak mungkin kan gue setiap harus benci sama Pinky."

__ADS_1


Lizia menyipitkan matanya mencoba mencari sebuah ke bohongan pada wajah Regan."atau terjadi apa-apa sama kalian semalem?"


"Liziaa apaan sih kamu, jangan aneh deh."


Arnold langsung memancarkan aura mistisnya pada Regan."elo gak ngapa-ngapain kan sama Pinky semalem?"


"Woy bambam elo kira gue cowok apaan gini gini gue cowok sejati pantang bagi gue buat ngapa-ngapain cewek"


"Arnold Lizia kan tadi aku udah jelasin secara inchi inti pokok cerita semalam masak kurang jelas."


"Iya iya gue percaya sama elo kok ki,"


"Regan ngapain elo malah duduk nyantai di situ, sini woy bantuin gue sama adit bongkar tenda!" Sahut Romi di ujung sebrang.


"Sorry guys maaf gue gak bisa bantu, kaki gue sakit nih gak bisa jalan!"


"kan yang sakit kaki Pinky, udah deh gak usah banyak alesan mending lo sini gan bantuin kita!"

__ADS_1


"Ah hiya hiya bawel lo pada."


__ADS_2