
Sesudah bel Pulang bu Sinta meminta Pinky untuk membantunya meletakan buku-buku pelajaran ke perpustakaan, dengan senang hati Pinky menerima tawaran itu di saat siswa-siswi di kelasnya pada
berhamburan pulang kecuali dengan Lizia.
Tapi kali Lizia tidak bisa menemanin Pinky terlalu lama. Ia juga ada pekerjaan mendadak, jadi saat sudah mengembalikan buku ke perpus Pinky memutuskan untuk langsung pulang.
Saat ini sekolah sudah sangat sepi, bahkan kendaraan hanya tersisa satu di parkiran yaitu motornya, namun seketika Pinky syok karena mendapatkan motornya di penuhi dengan tanah liat yang becek, di tambah kedua ban motornya kempes.
"Loh kok motor aku,"mata Pinky berkaca seperti akan menangis.
"Gimana suprise dari gue, elo pasti seneng kan!"
Terdengar suara yang terlihat tak asing bagi Pinky. Pinky menoleh kebelakang seketika Pinky menitihkan air mata. Ia paham pelakunya adalah Regan.
Regan cowok ganteng,populer,kaya,sempurnah namun berhati iblis bahkan lebih dari pada Iblis.
"Regan! kamu itu kenapa sih jahat banget sama aku. Apa gak capek ngerjain aku mulu! Hiks..."
Regan melipat kedua tangannya, menatap Pinky yang tenga menangis tanpa rasa bersalah.
"Gue mengambil moment yang pas Tidak ada Lizia dan tidak ada Arnol pacar kasayangan elo, harusnya kan sebagai pacar dia anterin elo pulang pakek mobil mewahnya tapi kayaknya terbukti jika pacar lo hanya Bermain sementara."
tiba-tiba angin berhembus kencang di sertai hujan yang lebat, namun kedua insan itu masih setia berdiri di lapangan Parkir tanpa berpikir untuk berteduh.
Terimakasih hujan setidaknya Pinky harus melepaskan amarah yang selama ini ia tahan.
"kamu beruntung Regan terlahir dari keluarga kaya raya dan hidup tanpa berpikir akan kehabisan uang! kamu punya segalanya Regan! Sedangkan aku__" Tunjuk Pinky pada dirinya sendiri. "Aku hanyalah seorang gadis yang kehidupannya tidak sama dengan mu!" Pinky berteriak dengan kencang.
Regan mengusap air hujan yang membasahi wajahnya dengan tangannya. Dia terkeke masih tanpa wajah bersalah.
"udah tau keluarga lo miskin tapi masih aja manfaatin papa gue buat kasian sama keluarga lo. Ibu sama anak sama aja, bisanya nyusahin!"
Plakk!
__ADS_1
Pinky menampar wajah Regan, hatinya sangat sakit, perasaannya sangat hancur. ''Stop bawa-bawa nama ibu aku Regan! Kamu yang seharusnya bersyukur kamu masih punya papa, bahkan papa kamu sampai sekarang bisa hidup itu karena ayah aku yang udah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan nyawah papa kamu! hiks. Andai aja waktu itu ayah aku gak mempertaruhkan nyawanya pasti nyampe sekarang aku masih punya ayah! huuuu.."
Awalnya setelah mendapat tamparan dari Pinky Regan terlihat emosional, tapi beberapa kalimat yang Pinky luapkan cukup menikam perasaannya. Apa ia berkata salah, namun kenapa rasanya sangat sakit melihat gadis itu menangis meraung-raung, Regan menjadi diam seribu bahasa.
Pinky kembali membuka suara."awalnya aku terima perlakuan kamu ke aku seperti apa. Namun kali ini setelah aku tau kalau ternyata orang yang ayah aku selamat kan itu adalah papa kamu, jujur aku merasa menyesalin perbuatan ayah aku, andai waktu itu beliau tidak mempertarukan nyawanya untuk papa kamu pasti kamu akan sedih karena tidak punya Papa.!"
Di derasnya air hujan yang membasahi wajahnya diam-diam Regan menitihkan Air mata.
"Aku benci kamu Regan! Aku benci kamu! kenapa kamu selalu jahat! Kenapa kamu tidak pernah lelah membully aku! apakah jasa ayahku tidak lah cukup untuk membayar agar kamu berhentih untuk ganggu aku ha! kenapa! Kenapa Regan! hiks hiks."
Regan memang cowok egois ia tidak mau terlihat lemah, seakan tidak merasa puas membuat Pinky menderita.
"Elo tau gak ayah lo itu mati karena emang udah takdir jadi elo gak berhak salahin papa gue, dan seharusnya elo bersyukur karena
Papa gue udah bantuin keuangan keluarga elo biar gak hidup susah lagi dan satu lagi harusnya elo mengucapkan rasa terimakasih kepada papa gue karena beliau sudah membeli kan elo motor baru!" Regan juga ikut meninggikan nada suaranya.
Pinky menatap motor itu dengan nanar, ia menggigit bibir bawahnya, tidak mampu berkata.
"Hari gini masih percaya aja soal undian berhadiah gede, lagian mana ada pihak telkomsel dengan mudah kasih hadiah motor!"
ia 2 langkah maju di depan Regan, mengambil tangan kanan Regan dan meletakan kunci motornya kepada Regan.
"Aku mengucapkan terima kasih kepada papa kamu dan terutama kamu. Aku memang bodoh! dan ini aku berikan motornya beserta kunci motornya!"
Pinky berbalik cepat meninggalkan Regan, meninggalkan sekolah terkutuk itu masih di tenga lebatnya hujan.
Regan menatap punggung Pinky yang telah menjauhinya, lagi-lagi perasaan rasa sakit dan merasa tidak tega muncul di bena Regan. Regan tidak habis pikir gadis itu benar-benar mengembalikan motor ini kembali pada dirinya.
Regan mendongakan kepalanya di atas angkasa, membiarkan wajah tampan itu di basahin oleh hujan.
"Tuhan kenapa gadis cupu itu benar-benar sangat polos tapi anehnya kenapa aku malah punya perasaan perduli kepadanya padahal aku sendiri lah yang menyakitinya!" Regan berteriak kencang seperti mengalahkan suara hujan yang teramat deras.
Pinky pulang kerumah dalam keadaan sedih, kemudian mendapati rumahnya dalam keadaan kosong. Pakaiannya masih basah sedangkan di luar hujan mulai sedikit reda. Sampai ia lupa kalau ibunya pergi kerumah bibiknya yang ada di desa. Bagus dengan begitu ibu tidak perlu tau masalah ini. Gadis itu segera mengunci seluru Pintu sebelum berganti pakaian.
__ADS_1
Tanpa di duga kini Regan telah berada di sebuah bengkel Sekali gus tempat cuci motor.
"Yaampun mas ini motornya habis berkubang di mana kok kotor banget mana ban motornya kempes." Tanya bapak tukang bengkel itu penasaran.
"Susah pak kalau di jelasin, cepat perbaikin yah sampe kinclong pokoknya nanti saya kasih bayaran 2 kali lipat."
"Oh ok mas, pasti saya bersihkan." kata bapak itu semangat.
Regan duduk di gubuk dekat bengkel, dia mengirim pesan Grup wa ke Adit dan Romi.
"Rom,Dit cepetan dateng kebengkel yang gak jauh dari sekolah kita."
"Emang ngapain lo Gan pakek ke bengkel segala kan mobil lo sama kita"_Adit.
"Ah banyak tanya lo, udah cepet buruan kesini gue udah kedinginan nih."_Regan.
"Oke siap, kita otw."_Romi.
Regan memeluk dirinya sendiri bisa-bisanya dia betah berhujan-hujanan apa lagi pakek bertangung jawab mengantarkan motor sih gadis cupu itu sampai ke bengkel.
#pas part 20!
__ADS_1