Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Masa Masa Berkemah 7,Baper Lagi


__ADS_3

Tepat di bawah jurang yang lebar terlihat ada 1 cewek dan 1 cowok yang tertidur pulas. Sih cewek terlihat tidur bersandar pada pundak cowok, sedangkan sih cowok menyandarkan diri di sandaran batu besar. Mereka berdua Pinky dan Regan yang masih terjebak di dalam jurang


Bunyi kicauan burung begitu menganggu tudur mereka, hingga membuat Pinky terbangun duluan.


"Ha,Regan!Regan!ayo bangun ini udah pagi!"


"Bik, Dira! Buruan nasi gorengnya!"Regan sepertinya sedang ngelindur terbukti Regan berbicara tapi matanya masih terpejam.


Dengan terpaksa Pinky menarik kuping Regan hingga ia terbangun.


"Regan! Kamu harus sadar kita ini di hutan tersesat. Bisa-bisa nya kamu mimpi berada di rumah."


"Aargg...sakit!...elo kita ngapain di sini!" Kata Regan sambil melihat di sekelilingnya."Ini kita masih di jurang nih, gue kira, gue lagi ada di rumah," Regan garuk kepala, merasa seperti orang idiot.


"Aduuh kamu itu yah belum apa-apa udah pelupa! Udah ah aku mau cari jalan keluar gak mungkin selama nya kita berada di sini." saat Pinky ingin bangkit tiba-tiba kaki kirinya terasa sakit. ini penyakit semalam yang di lupakan begitu saja dan pagi ini baru kerasa.


"Kaki lo masih sakit! coba sini gue lihat."


Regan berusaha meraih kaki kiri pinky tapi gadis itu menahanya."gak usah"


"Loh kenapa nanti bisa tambah parah loh,"


"Enggak apa-apa nanti pas nyampe rumah pasti di urut, ayolah kita harus berusaha keluar dari sini."


"Elo tuh egois banget sih jadi cewek, kaki elo itu lagi sakit gimana bisa jalan coba."


"Tapi aku beneran gak apa apa, ayolah kamu lama." Saat ingin berjalan alhasil pinky terjatuh tapi Regan berhasil pegang pundak Pinky supaya gak jatuh.


Sini mereka saling memandang, detak jantung di antara ke duanya berdetak lagi."Gue bilang juga apa sini gue urutin dulu supaya gak sakit."

__ADS_1


Regan pun berjongkok dan mulai membuka sepatu Pinky untuk menguruti kakinya. Sedangkan Pinky hanya menuruti arahan saja. Ia duduk di atas batu kecil sedangkan Regan mulai menguruti kaki kiri Pinky.


"emangnya kamu bisa ngurut yah?"


"Gak sih, soalnya elo orang yang pertama kali yang gue urut."


Mata Pinky terbelalak sempurna sontak membuatnya menarik kakinya yang sempat mau Regan urut.


"Loh kok kenapa?"


"Aku gak jamin jika kaki aku akan baik baik saja setelah di urut sama kamu."


"yak elah sentimen banget sih lo jadi cewek, tenang kaki lo gak akan kenapa napa kok. Percaya sama gue, udah yuk sini jangan bikin waktu tambah lama. Katanya elo pengen cepet keluar dari hutan ini."


Dengan terpaksa Pinky memberikan kakinya kembali untuk Regan urut."Pelan-pelan yah"


Pinky mulai pasrah terlihat ia memejamkan mata sembadi meremas sudut jaketnya.


Lizia menghampiri Adit dan Romi di dekat tenda. Raiska kemudian bertanya kepada mereka tentang Regan, dan mereka bilang jika Regan menghilang sebelum Pinky di nyatakan hilang.Begitu sebaliknya Pinky menghilang sesudah Regan di nyatakan hilang.


Bukan itu saja Arnold juga panik dia dan kedua temannya juga masuk ke dalam hutan bersama yang lainya. Tujuan Arnold ia hanya ingin mencari Pinky bukan untuk mencari Regan.


Raiska menggerutu harusnya kemah pada hari ini berjalan dengan lancar namun karena berita hilangnya Regan dan Pinky jadi perkemahan di urungkan. Terbukti jika yang lain sibuk mencari Raiska dan kedua temannya hanya berada di dalam tenda.


"Sekarang coba elo gerakin kaki kiri elo, gue jamin sembuh tuh."


Tanpa ragu Pinky langsung berdiri dan hanya teriakan hasilnya."Arrgg...sakit..."


"Wah seriusan masih sakit gue kira udah sembuh,"

__ADS_1


Skip...


Regan dan Pinky telah melakukan rintangan yang begitu berat saat mencari jalan untuk naik ke atas jurang, dan mereka pun berhasil meski tubuh mereka terlihat kotor.


Kini Pinky telah naik di punggung Regan, yah sebagai gantinya Regan mengendong Pinky di punggung belakangnya.


"Kalau kamu merasa ke beratan udah yah turunin aku aja, nanti kamu capek."Lirih Pinky pelan.


"Gak kok, kamu kan kurus jadi gak kerasa berat. Udah diem aja gak usah banyak omong"


Di punggung Regan Pinky tersenyum ia sangat suka dan nyaman di perlakukan Regan seperti ini pada akhirnya Pinky memperat rangkulan tanganya di leher Regan.


Selang beberapa lama sebagian dari mereka yang mencari Pinky akhirnya mereka menemukan Pinky dan juga Regan.


"Pinky!" Teriak Lizia dari jauh.


"Regan!!" Adit dan Romi pun menghampiri Regan yang terlihat mengendong Pinky.


Di sana juga ada Arnold yang ikut menyusul mereka.


"Liziaa...yeh akhirnya kita di pertemukan."


"Pinky elo kenapa?" Tanya Arnold.


"pergelangan kaki kiri Pinky terkilir makanya gak bisa jalan."


"Yaudah sini gue aja yang gendong dia, gue tau elo capek." Arnold berniat ingin mengambil alih Pinky di punggung Regan.


"Gak usah udah biar gini aja, gue gak capek kok. Lagian Pinky udah nyaman sama gue."

__ADS_1


Dam. Arnold hanya diam, hanya kedua jemarinya saja yang terlihat mengepal.


"Regan Pinky beruntung kalian berdua baik-baik saja. Kalau begitu ayo kita kembali ke tenda." Ajak pak Andre pada semuanya.


__ADS_2