
Semua siswa dan siswi yang akan mengikuti kemah sebagian telah berkumpul di sekolah dan sebagian lagi belum pada datang.
"15 menit lagi kemungkinan bus akan jalan dan bagi siswa siswi yang telat datang terpakasa tidak mengikuti kemah." Pak Burhan selaku pemandu kemah menyuarakan suaranya melalu toa.
Selain pak burhan yang membimbing kemah pada hari ini juga ada bu sella,bu mawar,dan pak Andre.
"Ki, kan sebagian ada yang belum dateng tuh buka dong box coklatnya pengen nih. Elo jangan bikin gue ngiler dong."
Pinky mengangguk setuju."Nih,"
"Waah gila enak banget ki nanti pas kita duduk berdua kita lanjuti makan nih coklat yah." Lizia mengidipkam mata.
Sontak Pinky tertawa."hehehe iya iya suka suka kamu deh Lizi."
Terlihat Arnold menghampiri Pinky, "Hay ki gue gak nyangka elo bakalan ikut juga pada kemah tahun ini, tapi gak apalah dengan kehadiran elo bisa bikin gue tambah semangat."
"Hih lebay lo Ar!"
"Sirik aja sih elo Zi, tapi ki elo nanti duduk sama gue aja yah."
Mendengar hal itu Lizia memperat rangkulannya di lengan Pinky."Enak aja, Pinky udah terpilih akan duduk sama gue!"
"Yaelah Zi,gantian dong."
"No way Arnold!"
__ADS_1
sssttt.....
Sebuah mobil sport orens memasukin parkiran dengan terburu-buru itu adalah mobil Raiska, gadis itu turun dengan terburu-buru.
Di ikuti dengan mobil Regan yang juga tiba di parkiran.
"Duuh gara-gara kalian nih gue hampir telat!" Raiska mengomel ke pada kedua temanya Dewi dan Elsa.
"Iya sorry Ris ini nih Dewi dia sendiri yang bilang jika kita akan berangkat jam 10 pagi."
"Raiska!Dewi!Elsa! Buruan baris kenapa kalian masih berdiri di situ!"
"Ah iya baik baik pak, yaudah yaudah buruan kalian turunin koper koper gue. Ah mampus mana gue lupa pakai lipstik lagi." Raiska mengomel pada dirinya sendiri sementara kedua temannya telah lebih dulu mendahuluinya berkumpul sama anak anak lain.
Raiska mengambil lipstik di tas kecil yang iya bawak. Ia mengoleskan lipstik bewarna merah tua tersebut dengan buru-buru.
"bentar pak bentar yah!"
Lizia berteriak"udah pak biarin aja bila perlu tinggalin aja siswi yang super lelet seperti Raiska."
"Husst Zi,gak boleh gitu."Pinky menegur Lizia supaya tidak mengompori Raiska.
Arnold pun juga begitu ia mengompori Regan yang masih terlihat sibuk mengambil barang yang ada di dalam mobilnya.
Adit tanpa sengaja menabrak tubuh belakang Raiska yang sedang sibuk memakai lipstik alhasil lipstik yang di pakai Raiska meleset.
__ADS_1
"Aaaarrg...Adit!!! Bisa gak sih kalau jalan pakek mata dong! Liat nih lipstik gue jadi belepotan karena ulah elo!"
"Astaga Ris sorry sorry gue gak lihat kalau elo ada di sini,"
"Whats!! Elo kira gue setan! Jelas jelas kehadiran gue di sini nyata,jelas dan terlihat."
Terdengar suara tertawa dari mereka para siswa siswi yang tak sengaja melihat tontonan komedi clasik yang di perankan oleh Adit dan Raiska.
"Wkwkw hey Raiska liat muka lo, wkwkw kayak gitu sumpah elo cocok banget!" Lizia mengacungkan kedua jempolnya mengejek Raiska.
"Hey elo Lizia awas aja berani elo ngetawain gue ha!"
Adit berniat memberikan tissu yang ada di saku jaketnya. "Nih Ris tissu untuk bersiin noda lipstik di muka elo."
"Ah begok. Ini lipstik mahal, tahan air mana bisa di bersiin cuma pakek tissu doang!"
"Raiska! Adit kalau dari hitungan 10 kalian tidak berkumpul di sini terpaksa bapak meninggalkan kalian berdua supaya gak ikut kemah!"
"Oh baik pak tunggu!" Adit berlari menghampiri kedua temanya.
Raiska yang masih kesal terpakasa menerima nasibnya yang di permalukan.
"Apa loh liat liat gue, seneng pengen ketawa iya!" Raiska masih saja menuduh hal yang tidak tidak terhadap Pinky.
"enggak kok Ris, aku ketawa. Tapi kalau noda lipstik kamu gak hilang aku punya toner pembersih untuk..."
__ADS_1
"Gak usah sok baik! Gue gak butuh toner dari elo, paling itu toner murahan."
"Ki udah gue bilang sama elo, ini anak." Lizia menunjuk Raiska dengan telunjuknya."Nih manusia gak pantes di baiki, kalau di baiki tambah ngelunjak!"