Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Jadi Pusat Perhatian


__ADS_3

Masih dalam setenga perjalanan, sedari tadi Regan tenga sibuk menyetir mobil namun ekor matanya tidak pernah berpaling dari gadis yang ada di sampingnya.Pinky sangat cantik dengan penampilan barunya yang sekarang.


Di balik pantulan kaca mobil di sampingnya Pinky sangat merasakan jika Regan sedang mencuri pandang pada dirinya, di perhatikan seperti itu seketika gadis itu merasa tersipu malu.


"ehemm Keadaan lo gimana apa sekarang udah ngerasa lebih baik."Regan berdehem memecahkan keheningan dengan tanyanya.


"Aku baik-baik saja sekarang, udah gak sakit lagi kok."


"Semua siswa-siswi di sekolah nanti pasti akan terkesan ketika melihat penampilan baru mu," Regan menarik kedua sudut bibirnya, hal itu sontak membuat wajah Pinky meronah.


"Biasa kok."Ucap Pinky yang mencoba mempalingkan wajahnya kesamping jendela.


"Kenapa, apa elo gak percaya diri? Gadis cantik seperti mu itu takkan pernah terabaikan oleh siapa pun, pasti nanti banyak yang menyukai elo"


Pinky menghela nafas gusar, kembali menolehkan kepalanya ke arah Regan.


"Apakah cantik harus menjadi prioritas agar tidak terabaikan, berbeda dengan yang jelek yang selalu di bully padahal ia tidak bersalah"


Deg.kata-kata Pinky yang baru saja di ucapkan apa itu artinya Pinky menyinggung perasaan Regan karena ia dulu selalu membully nya.


"Untuk hal itu gue sadar gue salah, gue minta maaf."Kata Regan dengan mata yang tetap fokus pada jalanan.


"Sudahlah lupakan,tanpa menunggu permintaan maaf dari mu, aku sudah dari dulu memaafkan mu." Kata Pinky yang saat ini menyenderkan tubuh di senderan kursi belakangnya.


*******


"Lizia!"


"Iyaa tante, apa lagi."

__ADS_1


Lizia begitu kesal saat tante Syanas adik kandung dari mamanya memanggilnya saat dirinya mau berangkat ke sekolah.


Wanita bertubuh langsing dan tinggi itu turun dari dalam mobilnya merah sport nya.


"Kamu yakin mau ngelanjuti sekolah?"


"Iya tante aku harus sekolah karena bentar lagi aku harus mengikuti ujian nasional, aku harus belajar."


"Besok kamu ada jadwal pemotretan di bali kamu harus ikut itu yah" Kecaman dari tantenya ini nampak membuat Lizia bergeming, dari kelas 1 smp hingga sekarang tante Syanas sudah mengenalkannya pada dunia modeling sama seperti dirinya.


"Aduuh tante bisa gak sih di undur aja, padahal kemarin kita baru saja pulang dari bandung dan sekarang harus kembali lagi ke bali. Aku capek tante aku lebih baik fokus pada sekolah ku saja dulu." Lizia mengeluh berharap tantenya bisa mengerti akan posisi dirinya.


"Bagaimana kalau kamu pindah sekolah keluar negeri saja dan di sana kamu akan sekolah di modeling bahkan model-model yang terkenal banyak sekolah di sana."


"Alasan mu sungguh konyol wahai tante Syanas ku yang cuantik, ayolah aku masih membutuhkan waktu satu tahun lagi untuk lulus dari sekolah itu mana mungkin dengan begitu mudahnya kau memutuskan agar aku pindah sekolah keluar negeri aku tidak mau."


"Yasudah bagaimana setelah kau lulus?"


"Aku tidak mempunyai waktu untuk banyak berdebat dengan mu tante, aku harus pergi kesekolah, dah tante"


"Lizi! Tante belum selesai bicara!" Ucap Syanas yang saat ini mengetuk kaca mobil Lizia yang tertutup rapat, tidak lama mobil yang di kendarain Lizia melaju begitu cepatnya meninggalkan Syanas seorang diri.


"Ih dasar keponakan edan! di jadikan sukses sejak dini saja malah tidak mau!"


*******


Saat turun dari mobil Regan Pinky sudah lebih dahulu melihat semua pasang mata terpesona akan ke cantikannya. sementara Regan berusaha berdiri tepat di samping Pinky, tiba-tiba dari ujung koridor kedua teman Regan menghampiri Regan.


"Cuit-cuit, wih Gan siapa nih cewek. Siswi baru yah, gila cantik banget" Puji Adit saat melihat seorang gadis yang ada di samping Regan.

__ADS_1


"Hay cewek cantik dan manis boleh dong kenalan?"Romi mengulurkan tangannya pada gadis itu. Sontak Regan menepis tangan Romi.


"Gak perlu ngenalin diri karena elo sendiri sudah tau namanya siapa!" Sahut Regan.


Adit sewot, menurutnya Regan sangat posesif.


"Elo pelit banget sih Gan, kan kita cuma pengen kenalan doang."


"Dia Pinky gadia cupu itu." Kata Regan saat ini juga.


Kedua teman Regan Adit dan Romi melongo tak menyangkah.


Begitu pun siswa-siswi di sekitar koridor yang seakan tak menyangkah jika cewek cupu itu telah mengubah penampilannya.


"Ha, Ini beneran Pinky!" Kini Adit beralih memegang kedua bahu Pinky, sontak membuat Pinky terdiam."Sumpah gue masih gak nyangka kalau elo itu Pinky, kalau dari dulu elo secantik ini pasti udah gue pacarin."


"Adit, elo apaan sih lepasin gak." Ucap Regan yang terlihat tidak suka saat Adit memegang kedua bahu Pinky.


"Posesif amet sih pak, udah kayak pacar aja nih."Sahut Romi pada Regan.


Pada saat bersamaan Arnold membelah masuk di antara Romi dan Adit. Saat itu juga Arnold memeluk tubuh Pinky dengan dekapan erat.


"ki, akhirnya elo kembali ke sekolah juga, gue gak nyangka penampilan elo sekarang juga terlihat berbeda dari biasanya. Elo cantik ki."


Sedangkan yang di peluk membulatkan kedua matanya ketika mendapatkan pelukan pertama baginya dari seoarang lelaki.Bahkan Pinky telah berusaha mendorong Tubuh Arnold untuk menjauh tapi Arnold malah memperar pelukannya.


Regan bermuka masam saat Arnold memeluk Pinky, segera Ia menarik lengan Arnol agar segera menjauh dari Pinky.


"Elo itu gak tau tata krama banget yah asal peluk orang aja, ingat ini sekolah!"

__ADS_1


"Ganggu tau gak loh, itu bukan sembarang pelukan tapi itu pelukan ucapan selamat datang karena Pinky telah kembali ke sekolah lagi dalam keadaan sehat. Makanya tonton sekolah di luar negeri biar elo bisa tau."


"Tapi ini ini bukan di luar negeri Arnold ini indonesia, jadi aku mohon perlakuan seperti tadi jangan pernah kamu lakukan lagi aku tidak suka itu."Pinky terlihat kesal dan marah sampai-sampai ia berjalan meninggalkan gerumbulan orang-orang yang sedang menggerumbulinya.


__ADS_2