
Sebelumnya...
Pinky berjalan dengan hati-hati ia menghindari semak-semak di sampingnya, lagi-lagi perasaan bodoh turusik di hatinya. Ini bukan jalur yang sama, melainkan jalur yang tidak Pinky lihat sebelumnya. Saat sedang berjalan mencari jalan, suara minta tolong itu terdengar lagi. Hingga pada akhirnya suara seperti benda jatuh terdengar di aera sekitar semak-semak, terlebih Pinky juga mendengar teriakan minta tolong dari sekitarnya.
Pinky di bekalin tanpa rasa ketakutan saat menyusuri semak-semak berduri itu kini tibalah ia di bibir jurang. Dan betul suara rintihan minta tolong itu berada di sana. Dengan berbekal alat penerangan Pinky sangat yakin itu Regan.
tanpa menunggu waktu lama Pinky mencoba mencari jalur agar bisa turun ke bawah. Jurang ini di penuhi semak-semak berduri dan memang sulit terlihat jika ada jurang di depanya.
"Regan, kamu tunggu di situ dulu yah aku akan turun kebawah."
"Elo hati-hati gue gak jamin kalau elo nyampe kenapa-kenapa!"
Tubuh Pinky merosot menurunin bibir jurang yang di bawahnya tebingnya tidak terlalu tinggi, bisa di bilang ini bukan jurang. Melainkan sebuah lubang yang sangat besar.
Trak..
"Argg.."Saat menurunin tebing tanpa sengaja kaki kiri Pinky terkilir.
Regan yang panik menghampiri Pinky yang jaraknya beberapa meter,Pinky yang masih terlihat memegang kakinya yang sakit.
"Elo gak apa-apa kan!? Regan panik ia juga terlihat menyentuh kaki kiri.
Pinky hanya diam malahan ia mengarahkan lagi sinar senternya ke wajah Regan yah benar ini adalah Regan bukan hantu atau semacamnya.
"Apaan sih lo silau tau. Ngapain lo nyampe senterin wajah gue segala." Ujar Regan sambil menutupi sinar senter Pinky dengan telapak tangannya.
__ADS_1
"aku cuma mastiin kamu Regan atau bukan,"
"Oh jadi elo kira gue hantu gitu! Kalau gue hantu nih coba lo cubit wajah gue!" Regan memegang tangan Pinky untuk mencubit wajahnya.
Jika Regan yang meminta kenapa tidak ini kesempatan bagi Pinky untuk bisa cubit Regan sepuasnya.
"Kamu itu yah ngapain juga main ke jurang segala, gak ada kerjaan apa. Tuh Adit lagi cariin kamu!"
"Arrg..sakit elo cubit gue kenceng banget sih. Sengaja yah!"
"Kan kamu sendiri yang nyuruh aku cubit kamu,"
"ooh kalau gitu gantian gue juga yang cubit elo siapa tau aja elo bukan manusia gak mungkin aneh tiba tiba elo nemuin gue di sini"
"Aku tuh manusia, bukan hantu. Lagian aku tadi juga kesasar."
"Lagian kamu kenapa juga sendirian di hutan tanpa alat penerangan lagi."
"Gue kayak gini karena kesel,gue sebel__a lupakan."
"Hey kenapa harus di lupakan, kamu pasti mau bilang sesuatu. Apa katakan?"
Aurrmm....Aurrmmm....
Regan meringkuk ketakutan lagi,ia menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Pinky.
__ADS_1
"Huaaa gue takut, elo denger kan itu suara harimau! Sumpah gue takut banget sama suara harimau!"
Apa yang di bilang Regan memang benar buktinya Pinky juga mendengar hal yang sama. Ia juga merasa ketakutan. Tanpa terasa Pinky merasakan Regan mengenggam kedua jemarinya yang saling bertautan.
"Sekarang kira harus diem, jangan buka suara nanti sih harimau turun terus mangsa kita jujur gue belum mau mati."
"Husst iya iya."Pinky hanya mengangguk menuruti perintah.
Kenapa Regan begitu sangat nyaman saat berada begitu dekat dengan Pinky hingga detak jantungnya berdebar cepat.
"Sudah gue duga, ternyata gue punya rasa buat nih cewek cupu dan gue gak suka jika ada cowok lain yang mencoba ngerebut dia dari gue."Regan bergumam sembari melihat wajah Pinky yang nampak bersinar karena sinar rembulan. Regan memperat genggamannya pada Pinky lalu menarik sudut senyuman.
Aurrmm.....Aurrmmm...
Suara itu datang lagi kini bukan Regan yang ketakutan tetapi Pinky, Pinky sangat takut sehingga saat ini Pinky tanpa sengaja memeluk Regan.
"Argg...aku gak mau mati aku takut kita harus keluar dari sini.."
Pucuk di cinta ulam pun tiba good harimau terus saja mengaum sampai suara mu habis dengan begini Pinky tidak akan melepaskan pelukanya.
"Udah elo harus tenang, tetaplah saling mendekat seperti sekarang oke."
"Iya."Lirih Pinky pelan masih dalam kondisi memeluk Regan. Regan pun membalas pelukan Pinky, pada akhirnya mereka kelelahan dan tidur dalam kondisi saling memeluk.
Sementara mereka berdua tidak tau jika orang-orang yang berada di tenda sibuk mencari ke beradaan Pinky dan Juga Regan yang tiba-tiba menghilang.
__ADS_1