Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Menonton Konser


__ADS_3

Di adakan sebuah konser bastian steel di sebuah mall besar yang tak jauh dari rumah Lizia sehingga mengharuskan seorang Lizia terpaksa membawa Pinky bersamanya untuk menonton konser bastian.


Berada di belakang penonton lainnya sungguh membuat Pinky merasa sesak karena terhimpit sementara semua orang yang dari kalangan wanita berteriak kencang meneriakin seorang bastian.


"Zi, kita pulang aja yuk ngapain nonton konser yang gak jelas kayak gini."


Suara musik terdengar begitu nyaring sehingga ketika Pinky berbicara tidak terdengar langsung oleh Lizia.


"Apaa...elo bilang apa ki gue gak denger...!!"


Lantas Pinky bersuara dengan lantang agar Lizia bisa mendengar apa yang ia bicarakan.


"Lizia Ayo kita pulang...!!!"


"Whats, pulang...!!Astaga Pinky kita baru aja dateng masak minta pulang!"


"Himpit-himpitan kayak gini bisa bahaya Zi, ayo mending kita pulang aja!!"


"Tuuh, konsernya sudah selesai ayo kita ke belakang panggung sekali gus kita temui bastian steel."Tanpa aba-aba Lizia pun menarik pergelangan tangan Pinky begitu saja menuju belakang panggung.


"Eh,zi kita mau kemana?"


"Udah ikut aja..!"


*********


Dengan wajah yang terlihat murung dan nampak pucat Raiska kini hanya bisa menusuk-nusuk kentang yang ada di piringnya saat ini. Sepiring nasi ayam goreng plus kentang kukus itu nyaris tidak di makan oleh Raiska lantaran tidak nafsu untuk memakannya.


Sudah dua hari ini ia demam dan hanya bisa terkurung di dalam kamar terlebih pelakunya adalah ibu tirinya sendiri.

__ADS_1


Perlahan pintu pun di buka dari luar menampilkan sosok ibu tirinya yang berdiri di dekat ambang pintu sambil melipat kedua tangannya di bawah dada.


"Ayo habiskan makanan mu, jangan manja. Ingat papa mu tidak ada di rumah jadi gak perlu bersikap seolah-olah kau ingin minta di kasihani."Ucap mama tiri Raiska dengan tersenyum miring.


Pernah mendengar lagu seorang ibu tiri yang hanya sayang kepada anak tirinya ketika ayah kandungnya berada di dekatnya tapi jika sih ayah kandung sedang pergi maka kejahatan seorang ibu tiri mulai beraksi.


Raiska memasang wajah sedih melihat nasibnya yang seperti ini sehingga ia menundukan kepalanya tidak berani melawan.


"Bersabarlah dua hari lagi suami ku akan pulang dan kau bisa bebas seperti sedia kalah oh iya, satu lagi namun setelah dua hari itu kau tidak boleh lupa akan tugas mu yang harus pergi ke sekolah kembali."


Raiska menggigit bibir pucatnya yang terasa mati rasa. Yah setidaknya ia harus bertahan sampai ayahnya pulang.


Melihat putri tirinya yang hanya terdiam dengan ekpresi wajah yang murung seperti merasa terbebanin maka jadinya Ibu tiri Raiska terpaksa kembali menutup pintu itu kembali dan menguncinya dari luar.


Ketika pintu telah tertutup, seketika Raiska langsung meletak piring berisi nasi itu ke atas meja. Ia menumpukan kedua tangannya dan menangis.


"Mama...hiks..hiks aku merindukan mu ma tolong lah aku, nasib putri mu ini sangat malang ma, katakan aku harus bagaimana lagi hiks..hiks.."


Cowok tinggi dengan balutan hodie bewarna hitam greentea itu menoleh saat dirinya merasa terpanggil oleh seseorang.


"Bastian...!!"


"Hey, Lizia...!!"


Pinky terpaku melihat keduanya yang saling berpelukan erat seperti saling mengenal satu sama lain.


"Akhirnya bisa ketemu elo juga di mall ini, eh elo apa kabar sih?" Tanya Lizia yang masih dalam kondisi memeluk Bastian.


Sontak Bastian melepas pelukan dari Lizia.

__ADS_1


"Sorry Zi, selama ini gue emang menetap di brazil dan baru minggu kemarin pulang ke indo dan job pertama gue yah di mall ini yaudah gue terima aja untung-untung dapet cuan dan bisa bertemu fans."


"Widih wajar aja tambah ganteng tu muka,pas banget mirip orang brazil hehehe."


Mata Bastian berbinar ketika melihat Pinky yang berdiri tepat di dekat Lizia maka ia pun bertanya pada Lizia.


"Zi, cewek ini siapa?"


"Oh ini Bas, kenalin namanya Pinky Alnara Arsy panggil aja Pinky dia ini temen gue di sekolah."


Bastian mengulurkan tanganya.


"Kenalin gue Bastian, elo pasti kenal kan secara gue ini artis terkenal."


Pinky tersenyum canggung kemudian membalas jabatan tangan itu.


"Pinky,"


Dari pandangan pertama nampaknya Bastian terlihat tertarik melihat Pinky sehingga ia masih terlihat betah menerima jabatan tangan itu tanpa berniat melepaskanya.


"Salam-salamannya udah kan sekarang lepasin tangannya."Regan tiba-tiba datang dan terpaksa melepas jabatan tangan di antara keduanya.


"Regan,,!"Ucap Lizia tak percaya dengan kedatanga Regan kebelakang panggung.


"Gue dapet info dari ibunya Pinky jika Pinky elo ajak nonton konser Bastian di mall makanya gue kesini sekali gus mau bawak Pinky untuk pulang."


"Kamu kerumah aku, terus kamu mau ngapain ke rumah aku?"


"Gue tau elo terlihat bosen melihat hal yang kayak gini dan maka dari itu gue mau bawak elo kesuatu tempat yang lebih nyenengin dari pada hal yang kayak gini, ayo buruan ikut gue"

__ADS_1


Regan pun menarik tangan Pinky untuk ikut dengannya meninggalkan Bastian dan tentunya juga Lizia.


__ADS_2