
Pinky manarik kursi belajarnya menuju ke depan jendela hujan yang lebat pada malam hari dapat Ia rasakan saat telah membuka jendela kamar. Angin menerpa-nerpa sehingga gorden bewarna pink itu ikut berterbangan.
"Ah hujan nya lebat juga." Kembali gadis itu menutup jendelanya, jadinya Pinky mengurungi niat untuk menikmati udara.
Ting. Nada pesan yang berasal dari hpnya pun berdering.
Nomor tidak kenalin.008xx
*Hay lagi apa?"
Pinky dengan cepat memakai kaca matanya rasanya ia salah baca. Dan ketika telah memakai kaca mata pesan yang bertulisan hay lagi apa itu pun terlihat jelas.
"Maaf ini siapa yah?"Pinky membalas cuma sekedar ingin bertanya siapa kah pemilik nomor ini.
"Dari aku pengagum rahasia mu"
Deg.
"kamu gak usah ngegombal sumpah gak bakalan mempan, kamu siapa sebenarnya."
"kan tadi sudah bilang"
"Mana kamu gak bilang kok!"
"ciee kepo banget sih, jangan terlalu kepo nanti jadi bucin"
"Ih kamu itu gak jelas banget, kenal enggak kenapa harus bucin"Pinky merasa tidak asing dengan nomor baru ini tapi siapa kah dia.
"Oh jadi kamu maunya kita kenalan gitu supaya jadi bucin."
"Ah dasar kamu tuh gila yah! Udah yah kalau kamu gak mau ngaku aku blokir nih!"
__ADS_1
Regan senyam-senyum sendiri sembari melihat apa isi pesan di hpnya. Ketika mendapatkan balasan yang melibatkan kata blokir.
Pada akhirnya Regan menghentikan aktivitasnya untuk tidak membalas pesan Pinky lagi.
Pengaggum rahasia Regan jadi tertawa sendiri mendengarnya apa sekagum itu dirinya pada Pinky?
20 menit lewat bahkan sedari tadi Pinky berharap nomor yang tidak di kenal itu membalas pesannya. Ah bodoh kenapa ia jadi mengharapkan pesanya di balas.masa bodoh dengan pikirannya itu akhirnya ia memilih tidur saja.
Pinky terbangun ketika matanya terkena silauan matahari rupanya sudah pagi dan waktunya untuk berangkat kesekolah.
Tok tok tok tok
Pintu kamar Pinky terketuk dari luar sedangkan Pinky hanya bisa tersenyum sembari mengoleskan libbam di bibirnya.
"Masuk aja bu,"
"Kamu sudah siap Ki?"
"Di depan ada nak Regan dia mau anterin kamu ke sekolah lagi,"
"apa buk! Ibu yang bener.?tanya Pinky tak percaya.
"Iya bener Ki, itu Regan masih duduk di depan kamu cepetan gih jangan biarkan anak orang nungguin kamu terlalu lama."
Dengan perasaan kesal Pinky berjalan melewati ibunya begitu saja ia berniat melihat Regan di luar. Dan saat berada di luar Pinky terdiam.
Pinky dapat melihat Regan yang saat ini sedang manaiki sebuah motor bewarna pink susu."Hallo ki, elo udah siap kan?"
"kamu.."
"Kenapa? Iya kita ke sekolah naik motor gak pakek mobil."
__ADS_1
"Bukan itu, ini motor siapa?"
"Nanti aja deh gue jelasin yang penting elo mau kan berangkat ke sekolah pakek motor terus gue boncengin?" Regan sangat berharap Pinky mau menerima ajakannya.
Ibu Pinky pun muncul di antara mereka berdua."Udah ki gak usah banyak tanya, kamu berangkat aja bareng Regan,"
"Ibu elo aja setuju ki masak elo enggak."
"Yakin mau pakai motor?" Ada apa dengan Regan bukan kah ia benci naik motor sekolah apa lagi motornya terlihat seperti khusus cewek.
"Yakin dong, ayo mau sekarang berangkatnya apa nanti?"
"Yaudah tunggu yah.bu, aku berangkat dulu yah assalamualaikum."
"Waalaikumsalam,"
"Tante pergi dulu yah,"
"Iya hati-hati yah."
Sebelum menaiki motor Regan memberikan helm bewarna pink susu ke pada gadis bermata empat itu.
"Pakai helm buat perlindungan kepala."
"iya,"
"Pegang pinggang gue, soalnya gue mau ngebut!"
Tug.
Seketika Pinky menjitak kepala Regan di balik helmnya."Gak usah modus, awas kalau nanti ada acara kebat-kebutan."
__ADS_1
"Iya-iya bawal loh!"