Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Perubahan Raiska


__ADS_3

Harapan untuk hidup lebih lama kian menipis, lagi pula untuk apa hidup berlama-lama dengan penderitaan yang tak pernah adil untuknya, papa yang ia sayangin selain mama kini lebih memilih percaya dengan istri barunya ketimbang anak kandungnya sendiri.


Raiska merentangkan kedua tangannya berdiri di tenga-tenga pintasan rel kereta api yang hendak melaju kearahnya, air matanya kian deras membasahi wajah.


"Pah, aku sayang papa, semoga papa bisa bahagia bersama istri baru papa. Aku pergi pah!!"


Pinky yang baru saja mengantarkan pesanan jus jambunya di dekat sebuah warung di sekitar kereta dapat menyaksikan seseorang berdiri di atas perlintasan kereta, perlahan Pinky memajukan motornya untuk lebih mendekat. Setelah lebih detail melihat orang itu, Pinky menjadi syok itu adalah Raiska.


Raiska memejamkan kedua mata sudah pasrah akan kereta yang hampir melaju kearahnya, dan butuh satu menit lagi kemungkinan dirinya bisa tertabrak kalau saja Pinky tidak menarik Raiska hingga terjatu pada rerumputan.


"Raiska...!Apa yang kamu lakukan..!"


"Aarrg..!!kenapa elo halangin niat gue ha..!biarin gue mati..hiks hiks!!"Raiska murkah dengan tindakan Pinky yang telah menghancurkan rencananya.

__ADS_1


"Kamu akan sangat berdosa jika melakukan percobaan bunuh diri, tuhan tidak suka tindakan kamu ris."


"Aarg elo gak tau masalah apa yang sedang gue hadapin, jika elo jadi gue maka gue yakin elo juga melakukan tindakan seperti ini..!!sudah sana elo minggir..!!biarin gue bunuh diri...!"Raiska bertambah murka kemudian mendorong tubuh pinky dan hendak berdiri di atas rel kereta lagi.


Namun Pinky tidak menyerah, ia kembali menarik tangan Raiska.


"Tidak Raiska..aku gak akan pernah biarin kamy akhiri hidup kamu seperti ini..!"


"Lepasin gue..hiks hiks hiks gue gak sanggup lagi buat apa gue hidup di saat semua orang pada jauhin gue, gue gak sanggup, gue gak sanggup...!!"


"Ris, intinya aku benar-benar gak tau masalah apa yang sedang menimpa mu, tapi yang jelas kamu harus bisa lebih kuat lagi, walau semua orang menjauhi mu ketika jatuh kamu mesti ingat Ris, aku akan selalu ada buat support kamu.


Di suatu sisi Raiska merasa tenang ketika mendapatkan sebuag pelukan yang tak pernah ia rasakan, pelukan ini nampak begitu tulus.

__ADS_1


"Kenapa elo baik sama gue ki, padahal gue udah jahat banget sama elo hiks hiks hiks, harusnya orang jahat kayak gue pantes mati biar orang-orang yang udah gue jahatin bisa tertawa."


"Aku bukan orang seperti itu Ris, dan aku tau di balik Raiska yang sering jahatin aku, aku yakin kamu punya sisi yang baik,"Pinky melepas pelukannya, kemudian menghapus air mata di wajah pucat Raiska.


"Aku anterin pulang yah, pakai motor oh iya tapi di rumah kamu?"


Raiska kembali berderaian air mata kemudian menundukan wajahnya.


"gue gak mungkin pulang Ki, karena gue habis berantem sama papa. Makanya gue memutuskan pergi aja, karena papa lebih percaya sama tiri geu ketimbang gue."


"Yaudah gimana kalau kamu ikut aku kerumah dulu untuk nenangin pikiran, ini juga udah mau sore. Kamu mau kan ikut aku kerumah?"


"Ya ampun ki elo baik banget sama gue padahal gue sering jahatin elo,"

__ADS_1


"Udah gak usah di bahas lagi, kamu mau kan ikut aku kerumah."


"Iya aku mau,"


__ADS_2