
Setelah melewati masa-masa pemulihan di rumah sakit akhirnya Pinky di perbolehkan pulang, hal ini membuat Pinky begitu terlihat senang.
"Bu, tolong ambilin kaca mata ku dong?"Pinky meminta ibunya untuk mengambilkan kaca mata miliknya karena semenjak di rawat Pinky tidak pernah memakai kaca mata.
"Nih ki kaca mata kamu,"
"Makasih yah bu,"Ucap Pinky sembari memakai kaca mata di matanya.
Namun saat memakai kaca mata, penglihatan Pinky terlihat kurang baik terbukti jika saat melihat ibunya sekarang pandangannya agak buram.
"Loh, kok ibu gak keliatan sih,"Tanya Pinky heran. Renita yang panik menghampiri Pinky.
"Apanya yang gak kelihatan ki?"
Sejenak Pinky melepas kacamata itu,lalu ia kembali memakai kaca lagi.
Pandangan yang terlihat buram dapat ia rasakan kembali.
Dengan rasa kesal Pinky kembali melepas kacamatanya dan pandangan yang terang ia rasakan ketika melihat wajah ibunya. sekali lagi ia mengucek kedua matanya.
"Loh, bu kok aku bisa lihat ibu dengan jelas walau tanpa pakai kaca mata."
"Ha.yang bener kamu ki."
"Iya bu,ini buktinya aku bisa lihat ibu dengan jelas tanpa kaca mata."
"Yaampun ki itu bagus dong. Bearti penglihatan kamu udah kembali normal!" Seruh Renita terlihat senang.
Pinky menutup matanya sejenak dan membukanya perlahan, benar dapat di pastikan ia bisa melihat dengan jelas kalau tanpa kaca mata.
Seminggu kemudian kondisi Pinky menjadi lebih baik dan boleh melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah.
__ADS_1
Kini Pinky telah rapi dengan seragam SMA.nya dan siap berangkat ke sekolah. Pinky yang telah cantik dari biasanya pun kini menghampiri ibunya di ruang makan.
"Pagi Bu.."
"Pagii juga.."Renita terpana, matanya terligat berbinar ketika melihat putrinya Pinky yang penampilannya berubah total menjadi lebih cantik dari sebelumnya."Astaga, ini Pinky anak ibu kan.."Ucap Renita tak menyangka.
Terlihat wajah Pinky memelas.
"Kenapa,apa penampilan aku sekarang terlihat aneh yah bu?"
"Enggak, ki justru kamu sangat terlihat cantik sekarang. ibu aja nyampe pangling liatnya."
Rambut bergelumbang di biarkan terurai,aksesoris rambut,dan wajah yang cantik natural tanpa kacamata sungguh Pinky kali ini nyaris kelewatan sempurnah.
"Ibu yang bener,gak bohong kan?"
"Enggak ki, buat apa ibu bohong."
Tinn Tinn Tinn
Rupanya Regan telah berdiri di luar Pintu rumah milik kediaman Pinky
Baru saja mau mengetuk pintu, pintu itu sudah di buka sendiri.
Hal yang pertama Regan lihat adalah Ibunya Pinky.
"Pagi tante,,"sapah Regan senyumannya.
"Pagi juga nak Regan..mau jemput Pinky yah.."
"Hehehe tante tau aja, kan ini hari pertama Pinky masuk sekolah lagi. kan kasian kalau dia harus bawa motor kesekolah makanya lebih baik aku jemput aja buat berangkat bareng"
__ADS_1
"Pinky buruan sini! ada Regan nih mau jemput kamu.."
Pinky pun menongolkan diri kepintu depan.
Jangan di tanyakan bagaimana saat ini ekpresi Regan saat melihat penampilan Pinky. Matanya membulat dan mulutnya mengaga. Ia bahkan tidak menyangkah kenapa Pinky bisa secantik ini.
"Gila,Pinky cantik banget."Ucap Regan dalam hati.
Renita, menyenggol bahu Regan.
membuyarkan dirinya yang tenga melamun.
"Regan!"
"Ah, ii iya bu,"
"Nak Regan baik-baik saja kan?"
"Tante ini beneran Pinky kan?"
Bukan ibunya Pinky yang menjawab melainkan Pinky sendiri.
"Kenapa, menurut kamu ini bukan aku?"Ucap Pinky Jutek.
"Agh enggak, sih. menurut aku kamu beda aja hari ini." Ucap Regan polos, mendengar pengakuan dari Regan seketika wajah Pinky terlihat bersemi.
"Tuh kan bener, ternyata bukan hanya ibu saja yang terpesona sama penampilan kamu. Regan pun juga merasakan hal yang sama kayak ibu hehe"
"Ibu..udah deh.."
"Yaudah mau berangkat sekarang kan?" kata Regan.
__ADS_1
"Oh iya lupa, yaudah kalian berangkat gih nanti kesiangan."
"Yaudah tante kalau gitu aku sama Pinky pamit dulu yah assalamualaikum."ucap Regan sembari mencium punggung tangan ibunya Pinky. Begitu pun juga Pinky melakukan hal sama.