Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Insiden hilangnya Pinky


__ADS_3

Masih dalam suasana perboncengan Pinky mencoba bertanya pada Regan.


"Ini emangnya motor siapa?"


"apa gak denger! coba ulangin lagi suara lo kuat-kuat!"


Perlahan Pinky mendekatkan mulutnya tepat di telinga Regan.


"Emangnya! Ini! Motor! Siapa!!!!"


"oh ini. Ini sebenarnya motor elo, cuma baru semalem gue modif kayak gini. Gimana elo suka kan ini kan warna kesukaan elo!"


"Ha! Tau dari mana kamu warna ke sukaan aku!"


"Ah ceritanya panjang pokoknya yang harusnya elo seneng sekarang aku udah kembaliin motor elo lagi!"


"Kamu tuh aneh yah! Kenapa kamu malah kembaliin motor ini lagi ke aku!"


"Gue minta maaf untuk yang sebelumnya gue akui gue salah! elo mau kan maafin gue!"


Pinky merasa aneh sendiri di atas motor, Apa ia tidak salah dengar jika Regan mengucapkan kata meminta maaf.


"Woy cupu! Elo kok diem."


"eh kamu niat minta maaf gak sih."Omel Pinky di atas motor.


"Loh emang nya apa salah gue, kan gue udah minta maaf."


"Aku kan punya nama gak perlu kamu panggil aku cupu!"


"Ooh jadi elo marah karena itu, oke sorry gue minta maaf lagi nih. Terus elo mau gue panggil apa?"

__ADS_1


"entahlah udahlah gak usah di bahas mending kamu fokus nyetir aja."


Regan dan Pinky telah sampai di parkiran motor, Pinky pun turun dengan memberikan helmnya pada Regan.


"Nih, makasih." Pinky yang ingin beranjak tiba-tiba di panggil Regan.


"Kenapa?"Ucap Pinky bertanya heran.


"Ulurkan telapak tangan lo," Intrupsi Regan.


"Loh kenapa?"


"Udah nurut aja, mana sini."


Pinky menghela nafas panjang kemudian menuruti intrupsi Regan. Regan menaru kunci motor ini tepat di telapak tangan Pinky.


"Kan gue udah bilang motor ini buat elo,dan kunci nya elo yang pegang."


"Tapii inii.."


"Udah gak usah banyak tanya,ini hak elo kan enak kalau punya motor jadi kalau mau kemana-mana gampang. Udah dulu yah gue harus kembali ke kelas karena hari gue ada ulangan harian bye."


Pinky berjalan menuju kelasnya ia merasa seperti ada yang mengikutinya dan benar saja seseorang menarik tangannya dan membekap mulut Pinky agar tidak bersuara.


"Hmmpp lepas kalian siapa!"


Kini mereka membawa Pinky ke gudang pojok ruangan yang terlihat kosong.


Mereka adalah Raiska,Elsa,dan Dewi.


"Raiska, dewi, Elsa kalian ngapain."

__ADS_1


"Diem loh. guys kalian pegang kedua tangan cewek cupu ini agar tidak lepas dari jeratan."Perintah Raiska.


"Hey apaan sih kalian,"Pinky mencoba memberontak tapi dengan cepat Raiska menyentuh sisi rahang Pinky dengan cengkraman erat.


"Selama ini gue diem yah, gue gak bisa apa-apa saat elo banyak yang ngebelain. Oh iya terutama gue gak bisa lagi bully elo semenjak ada Lizia, oh itu merupakan pahlawan pertama elo di sekolah. Tapi sayang Pinky elo tau kan kalau Lizia itu tidak masuk hari ini jadi gue gampang dong buat nuntasin dendam gue."


"Arrgh sakiit Raiska..tolong lepasin aku."Pinky meringis kesakitan saat kuku tajam Raiska mengenai permukaan wajahnya.


"Apa lo bilang lepasin enak aja,"


"Emang nya salah aku tuh apa sih sama kamu, kenapa kamu jahat banget sama aku"


"Salah lo itu banyak! ngerti gak loh! Yang pertama elo udah ngerebut Arnold dari gue terus yang kedua elo juga ngerebut Regan dari gue, padahal sudah jelas di sini di sekolah ini cewek tercantik itu gue! Bukan elo! Tapi kenapa elo yang di puja ha!"


Bugg..


Raiska dengan kesal mendorong mendorong pinky hingga kepala gadis itu terbentur sesuatu,


"Arrg.."lirih pinky pelan setelah itu gadis itu pingsan dan tidak sadarkan diri.


Raiska dan kedua temannya pun terlihat panik.


"Ris elo apain cupu,"Tanya Dewi.


"Sumpah gue cuma dorong dia pelan, tapi gue gak tau kalau ujungnya gini."UcaP Raiska yang ketakutan.


"Akh gila gue gak mau di penjara Ris!"Ucap Elsa gak kalah paniknya.


"Udah stop mending kita tinggalin aja nih cupu sendirian di sini, dari pada nanti kita tambah masalah yuk jangan banyak pikir."


Mereka bertiga dengan cepat mengunci gudang itu, kemudian berlalu pergi dari area gudang untuk menghilangkan jejak.

__ADS_1


__ADS_2