Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Kata Jadian


__ADS_3

Pinky dan Regan datang ke sekolah pagi-pagi sekali,Kini Regan mengatar Pinky batas di depan kelasnya.


"Kamu jarang tidur yah?" ucap Pinky setelah melihat kedua mata Regan yang nampak terlihat gelap seperti orang yang jarang tidur.


"Iya soalnya gue semalem main game jadinya cuma bisa tidur jam 4 subuh,"


"Dasar yah cowok hobby banget main game, apaan sih hebatnya game untung aja aku gak suka sama game!"Gerutu Pinky secara antusias.


Regan tertawa getir.


"Yaudah kalau elo gak suka lihat cowok main game oke gue nurut tapi ada syaratnya."


Lagi-lagi Regan mengucapkan sebuah syarat sehingga membuat Pinky berpikir akan syarat dari Regan.


"Syarat, kenapa harus pakek syarat"


"Yah syaratnya gampang, elo nanti malem harus bersedia telponan sama gue supaya gue lebih awal tidurnya."


"Ha, aneh. Enggak ah mending kalo gitu kamu main game aja terus, aku mau masuk kelas dulu"Pinky mengomel tidak setuju akan sebuah syarat yang Regan putuskan.


"Eh, kok gak mau sih. Ayolah setidaknya malem-malem dengar suara dari buat gue candu buat tidur cepet. Please." Regan menyatukan kedua tanganya di atas dada.

__ADS_1


Di sisi lain Pinky juga senang Regan meminta syarat seperti ini jangan kan malam ini setiap malam telponan pun ia tidak keberatan.


"Woy, kok elo malah ngelamun sih. Elo mau kan"


"Iya aku mau, yauda kamu kembali ke kelas gih"


"Makasi sayang muaacch!"


Udara pagi kali ini masih terasa dingin tapi setelah barusan Regan mencium Pipinya tiba-tiba suhu di sekitarnya menjadi memanas.


"Regan...!!!"Pinky berteriak kencang menyerukan nama Regan, yang saat ini cowok itu telah berlari jauh dari jangkauanya usai mencuri ciuman di wajahnya.


"Waah daebak, Pinky apa yang elo sama Regan lakuin barusan!"


"Lizia!!"


Lizia maju perlahan menyamai posisi Pinky.


"Gila ini masih pagi udah main cium-ciuman aja kalian."


"Apaan sih Zi, Regan tuh yang cium aku duluan"

__ADS_1


"Elo sama Regan udah jadian yah?"Ucap Lizia asal menebak.


"ih sembarangan kamu, enggak lah aku sama Regan gak jadian."


"Kalian berdua pergi ke pasar malem gak bilang-bilang gue terus seenak jidat pergi ninggalin gue aja."


"Kamu tau dari mana Zi?"


"Ini buktinya,"Lizia menunjukan layar hpnya di sana tertera story wa dari Regan. Sebuah vidio singkat saat Pinky tersenyum cantik di atas komedi putar terus di beri caption, cewek tersayang.


Pinky menutup mulutnya tak menyangkah jika Regan diam-diam merekam itu semua dan di jadikan story.


"Bukan cuma gue aja ki yang ngira elo jadian mungkin siswa siswi lainnya juga kok. Udahlah gak usah syok kayak gitu gue setuju kok elo jadian sama Regan, gue dukung ki"


"Regan, cowok itu yah nyebelin banget. Emang siapa yang jadian sama dia orang dianya aja belum nembak aku kok!"


"Tuh kan Pinky elo berharap di tembak sama Regan kan, tuh kan apa gue bilang elo punya rasa sama Regan."


"Aduuh udah deh, ih Lizia apaan sih. Yauda deh aku mau masuk duluan."


Lizia tertawa getir mengikuti langkah Pinky yang masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Arnold melihat sebuah story dari regan lewat hp dari siswi di kelasnya. Dengan perasaan tidak senang.


__ADS_2