
Pinky terbangun di kala ia melihat seorang perawat masuk ke kamar Regan, Sih perawat wanita itu terlihat mengganti cairan infus Regan serta memberinya suntikan vitamin.
"Gak apa apa mbak lanjuti lagi aja tidurnya," Ucap suster dengan kalimat lembut.
"Ah iya sus, lagian ini udah hampir jam 5 kok waktunya sholat shubuh juga."Pinky dapat melihat selimut abu abu yang ada di atas pangkuannya, ia pun memandangi Regan.
"Kamu ngasih aku selimut?"Tanyanya penasaran. Regan yang wajahnya terlihat kesakitan akibat efek suntik, ia balik memandang Pinky.
"Aneh gue kan lagi sakit, lagi pula gue butuh selimut di cuaca dingin seperti ini. Dan gak mungkin juga kali gue ngasih selimut gue sama cewek yang paling gue benci."
Pinky garuk kepala,"Masak sih bukan kamu, terus selimut kamu mana?"
Regan pura-pura seperti orang bodoh."Oh iya selimut gue mana yah! Nah itu selimut gue elo pakek. Atau jangan-jangan elo kali pas lagi tidur elo jalan terus gak sadar ngambil selimut gue,"
"Ih aneh kamu! Gak mungkin aku tidur sambil berjalan."
"Udah-Udah kalian jangan berantem terus. Pernah dengar istilah gak kalau cewek cowok saling benci itu bisa jadi cinta loh,"
"Astaga sus, gak mungkin lah level saya cewek kayak gitu. lihat aja tuh tampilannya aja jauh dari kriteria saya!"
"Eh kamu pikir aku suka sama cowok tengil kayak kamu lagian kamu juga bukan tipe aku kok.jadi jangan geer."
__ADS_1
Sih suster pun hanya senyum-senyum melihat keduanya yang tak mau kalah,Setelah mengganti infus pasien ini ia pun memilih beranjak.
"Ini infus nya udah saya ganti, tapi kemungkinan sore ini kamu di perbolehkan pulang"
"Alhamdulilah akhirnya bisa pulang juga" Seruh Regan di atas ranjang pasien.
"Yaudah kalau gitu saya keruangan depan dulu yah,"
"Terimakasih yah sus,"
Pinky bergumam ia tersenyum "Andai kalau punya uang banyak,pengen banget jadi dokter"
Pinky berharap ada teman yang bisa di ajak curhat sepertinya Regan berminat mendengar apa yang ada dalam isi hatinya.
"Iya pengen banget,"
"Gini yah mending elo gak usah jadi dokter, soalnya apa jika elo jadi dokter kemungkinan gak bakalan ada pasien yang mau berobat sama cewek jelek kayak elo!"
"Regan! kamu tuh yah nyebelin banget."
Pinky menghampiri Regan kemudian memukul lengannya begitu saja, hal itu membuat Regan kesakitan.
__ADS_1
"Wah wah gue lagi sakit begok! Elo gak usah pukulin gue ini namanya pembullyan di rumah sakit!"
"Bodo amat. Kamu pikir kamu gak pernah apa bully aku di sekolah!"
"Oh jadi elo mau balas dendam di saat kondisi gue lemah kayak gini, iya kan cewek cupu."
"Iya kalau iya kenapa. Aku pengen balas dendam!
Hap. Regan mencubit bibir Pinky untuk yang kedua kalinya."Berisik ini masih pagi gak usah ribut nanti orang mati pada hidup semua gara gara denger celotehan elo"
"Ih apaan sih, udah deh" Pinky berbalik.
"kok muka lo merah? Lagi kasmaran yah?" Ucap Regan menebak.
"Apaan sih kamu sok tau, aku tu mau ambil wudhu waktunya sholat shubuh."
Regan jadi diam tak menjawab,setelah beberapa menit Pinky pun kembali kengkap dengan mukenah yang ia kenakan.
"Kalau habis sholat jangan lupa doain gue yah,"
"Iya,aku pasti doain kamu supaya lekas sembuh dan gak gangguin aku lagi"
__ADS_1