Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Berita Raiska Dan Arnold Putus


__ADS_3

Kejadian di parkiran tadi benar-benar membuat perasaannya tidak nyaman, ia merasa gusar sedari tadi ia hanya menyembunyikan wajahnya di balik lipatan tanganya di atas meja kelas, tidak berani menjawab semua pertanyaan orang-orang yang mencoba mewawancarainya secara bertubi-tubi.


Pinky tidak habis pikir kenapa Arnol melakukan itu, bahkan cowok itu sudah membuat seisi sekolah ini menjadi pusat berita terbesar.


"Ki ayo dong ceritain sama gue mumpung parah siswa-Siswi itu udah gak berani deketin elo lagi." Lizia berbisik pelan di telinga Pinky.


Pinky bangun setelah beberapa menit membenam kan wajah di atas meja. Pinky juga bicara pelan.


"Li ini gak seperti yang kamu pikir, kamu percaya kan jika aku gak mungkin secepat itu pacaran sama Arnold. Tapi kamu tau sendiri kan bagaimana jahilnya Arnold sama aku"


"Iya gue paham. Tapi apa yang di maksud Arnol dengan kejadian semalam!" Lizia menatap mata Pinky intens mencoba menguak sesuatu dari mata itu.


Dengan iklas hati Pinky bersedia menceritakan kepada sahabatnya apa yang terjadi semalam.


************************************


Raiska berjalan dan masuk ke dalam kelas Arnol dengan marah dan di bumbui tangisan dasyat ia dengan brutal melempar tasnya ke wajah seorang cowok yang sedang duduk santai sembari tertawa.


Arnold tidak tinggal diam. Arnold marah, ia kemudian berdiri dan balik memarahin Raiska.


"Apaan sih lo. Tiba-tiba dateng lansung marah!'' kata Arnold dengan nada tinggi.


"Sekarang elo jelasin apa bener elo sama sih cupu kutu buku itu udah pacaran! Jawab!"


"Kalau iya kenapa! apa elo gak percaya? atau mungkin elo kurang informasi, seisi sekolah ini bahkan sudah tau kok jika gue punya hubungan spesial sama Pinky." Jawab Arnol menyeringai.


Raiska tidak tahan. Ia menampar wajah Arnol yang sudah terlihat memar awalnya. Dan itu membuat Arnol tambah marah tapi ia tahan, sebab Arnol bukan Regan yang tidak perduli dengan siapa lawanya. Arnold terlihat masih menghargai seorang wanita.


"Jahat! Elo jahat Arnol! elo jahat! Padahal gue masih sah jadi pacar elo dan sekarang elo malah duain gue. Teruma elo udah pacarin sih cupu itu! kalau dari awal elo gak suka sama gue, jangan jadiin gue pacar!"


Seisi kelas Arnol melihat itu, terutama Martin dan Dandi. Terlihat mereka berdua tidak perduli.


"Udah cukup! pusing tau gak gue denger ocehan elo yang gak jelas. Mending elo cabut dari kelas gue sekarang juga karena 5 menit lagi guru akan masuk ke dalam kelas gue!"


"Arg!dasar buaya! huu" Raiska ingin menampar Arnold lagi. Tapi kali ini Arnol menangkap tangan yang akan mengotori wajahnya lagi.

__ADS_1


"Sekali lagi elo jika elo berani sentuh tangan lo ini ke muka gue. Maka Jangan salahkan gue jika wajah lo yang cantik ini, gue bikin ancur dan jelek sehinggah gak akan ada lagi orang yang suka sama elo!"


Raiska ketakutan. Ia bahkan menyentuh wajahnya dengan tangan kirinya. Sementara Arnol sudah menepis tangan kanannya.


"Udah sana cepet pergi tunggu apa lagi!" Ucap Arnol mengusir.


Pada akhirnya Raiska pergi dari kelas itu dengan air mata yang deras.


Pinky sudah pulang kerumah, dan saat ini lagi makan siang bersama ibunya. Lagi-lagi ibunya mempertanyakan bagaimana sekolahnya hari ini, bukan itu saja sepertinya ibunya ingin memberi kabar sesuatu.


"Ki, kamu kenal kan sama Regan kakak kelas kamu?" Tanya Ibu di sela makan siang.


Pinky langsung meminum air putih setelah ibu bertanya tentang Regan kakak kelasnya.


"Iya aku tau." Pinky menjawab singkat setelah itu melanjut kan makan nasi lagi.


"Ada apa? sepertinya ibu sedang merasa tidak nyaman."


Pinky meminum air putih lagi Kemudian ia tersenyum kecil.


Ibu tersenyum, raut wajahnya nampak senang.


"Regan itu anaknya om Raymon, kamu tau kan dengan om Raymon. Oh iya kamu mana tau kan waktu itu kamu masih kecil."


Tunggu waktu itu di ruang BK Regan datang sama papanya. Apa itu om Raymon yang di maksud ibu nama papa Regan.


"Aku gak ngerti maksud ibu apa?"


Ibunya menggemggam jemari anaknya. "Om Raymon itu dulunya bos ayah kamu__" ibunya belum selesai menjawab.


"Jadi maksud ibu om Raymon atau papanya Regan!" Pinky menitihikan air mata. "Jadi om Raymon itu bosnya ayah yang waktu itu ayah Selamatkan dalam kecelakaan pabrik," Pinky menangis wajahnya hangat, hatinya lebih sakit ketika tau jika papanya Regan adalah orang yang sudah ayahnya selamatkan. Jadi wajar saja waktu itu raut wajah om Raymon berubah draktis.


Melihat putri kesayangannya menangis  ibunya juga ikutan menangis. Sang ibu kini beralih di samping putrinya, ia memeluk Pinky.


"Maafkan ibu nak. Ibu paham perasaan mu, maaf ibu baru menceritakan ini sekarang sebab om Raymon tiba-tiba datang kerumah kita setelah menghilang bertahun-tahun."

__ADS_1


Pinky berpikir om Raymon itu jahat percis seperti anaknya. Ia merasa tidak terima saja jika ayahnya menolong orang seperti om Raymon.


Pinky memeluk ibunya."aku tidak terima saja bu, jika ayah meninggal gara-gara menyelamatin bosnya itu, coba aja waktu ayah gak nolongin bosnya pasti sampai sekarang ayah masih sama kita bu."


"Kamu gak boleh yah punya pikiran kayak gitu. Ingat kamu gak boleh dendam, kamu harus bisa lebih memaafkan."


"hiks hiks hiks ibuu maafkan aku, aku seperti ini itu karena aku masih merindukan sosok ayah bu, maaf jika anak mu ini terlalu egois huuu huu,"


"Tidak tidak jangan menyalahkan diri kamu sendiri..sudahlah ibu mohon jangan nangis lagi yah. Nanti ayah di atas sana juga ikutan sedih lihat kamu sedih seperti ini."


Pinky mengangguk, mencoba tenang meski hatinya masih tidak menerima.


Ibu menghapus air mata Pinky.


di kala kondisi putrinya berbicara lagi.


"Om Raymon merasa sangat bersalah karena karena kecelakaan itu. Jadi untuk menebus semua itu ia mengundang kita berdua untuk makan malam di rumahnya, kamu mau kan?"


"Apa, jadi om Raymon ngundang kita makan malam di rumahnya? pinky memastikan jika ibunya salah bicara.


Sekali lagi ibu membenarkan."iya tadi siang om Raymon sendiri kok yang ngundang kita buat makan malam."


"Ibu setuju,"


"I iya ibu setuju, sebab om Raymon ngundang kita dengan niat baik."


Oh tuhan, bagaimana ini. Andai saja om Raymon bukan papanya Regan, sudah pasti ia dengan senang hati menerima undangan makan malam itu, tapi kali ini ia malah di undang datang ke dalam sangkar musuhnya sendiri. Pasti di sana Regan tidak akan tinggal diam, cowok itu pasti akan mempermalukan dirinya di depan ibunya.


"Maaf buk, kayaknya aku gak bisa dateng karena besok ada pr jadi harus di kumpul pagi-pagi."


"Besok? bukanya besok hari minggu."


Mampus, terjebak ke dalam kesalahan alasan sendiri.


"Kamu gak boleh gitu, kan besok hari minggu. lagian kita jadi manusia gak boleh sombong, nanti kalau gak dateng malah kita di bilang sombong berlebihan, jadi ibu mohon kamu jangan nolak yah."

__ADS_1


Pinky berdiri, ia sudah berhentih makan siang. "Baiklah jika itu mau ibu, kalau gitu aku mau tidur siang dulu."


__ADS_2