Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Ancaman Dari Regan


__ADS_3

Pinky berjalan ke ruang bk sembari meremas kedua jarinya, kenapa mereka jahat sekali. ia tidak menyangkah hal yang terjadi semalam akan menjadi boomerang baginya.


Sudah lengkap kisah rumitnya sudah tidak memiliki temen,cupu,jelek malah di fitna kayak gini.


"Arl elo gila yah, emang sejak kapan elo sama sih cupu itu sekongkol untuk ngerjai Regan?" Dandi penasaran ia bertanya pada Arnold saat berada di uks.


"Husst pelan-pelan mulut lo gede banget sih kalo ngomong."


"Eh iya iya sorry, emangnya bener yah,"Dandi mengecilkan volume suaranya.


"Itu cuma trik gue doang tau gak, trik supaya Regan bisa nyalahin cupu nanti kan gue seneng tuh dia dapet musuh baru salain gue."


"Oh gitu. terus elo kira kira kenal gak sama sih cupu?"


"Heh elo tau kan kalangan temen cewek gue sesuai standar contoh nya ia setidaknya harus cantik,modis kayak Raiska ngerti kan lo?"


"Wah hebat lo Arl tapi kasian juga tuh nasip cupu udah gak cantik terus dapet sial lagi gara gara hal ini."


"Udahlah jangan sok kasian kayak tau lo sama dia . Lagian bisa pas banget yah sih cupu dateng sendiri ke area balap kayaknya emang dia ngefans sama Regan kali yah?"


"Hehehe bisa jadi, udah yuk kita ke kelas bosen gue di uks."


"Males ah gimana kalo kita ke kantin aja, bisa makan kan gue lagi sakit butuh asupan"


"Yeh elo baru sakit gitu aja udah lebay, nanti kalau kita ke kantin terus ketauan buk shella bisa mampus kita!"


"Udahlah kepalang basah juga kenapa takut yuk."


"Apa-apaan ini Regan! Kamu benar-benar memalukan papa! kamu juga memalukan nama baik sekolah ini percuma saja papa didik kamu seperti ini!"


"Cukup pa. Tidak seharusnya papa menyalahkan aku, aku tidak bersalah pa justru yang bersalah itu adalah Arnol dan cewek yang gak tau diri itu."


"Regan seharusnya kamu tidak membantah apa yang papa kamu katakan, memang benar sering sekali kamu dan Arnol berbuat onar tapi kali ini ke onaran mu sudah di luar batas!" Ucap Buk Anita selaku kepala sekolah yang berpegang teguh atas sekolah itu.


"Buk cewek itu coba jebak aku,tapi kenapa sih sekolah ini harus menampung cewek bermata empat itu."


Pinky mengintip dari celah jendela terlihat di sana ada Regan dan sepertinya itu orang tuanya. ia tau akan di marahin sekali gus di permalukan. kakinya kembali bergetar serta ia keringat dingin. bismilah semoga tidak terjadi apa apa.


KIra-kira siapa gadis itu?" Tanya Pak Raymon papa nya Regan.


Buk Anita ingin segera menjawab pertanyaan Pak Raymon, namun ketika ia mendengar pintu ruangnya di ketuk pelan oleh seseorang ia pun segera menyuruh orang tersebut masuk..


"Iya silakan masuk." Ternyata tidak susah-Susah lagi buk anita memperkenalkan siapa gadis yang ada di foto itu ternyata gadis pemilik nama Pinky Alnara Arsyi itu telah berada di dalam ruangan nya..


"Ayo silakan duduk dulu nak" ucap buk Anita ramah. Buk Anita menyuruh Pinky untuk duduk di samping kursi Regan.

__ADS_1


sebenarnya ia masih sangat menyimpan rasa gugup dan takut padahal baru beberapa menit ia harus berurusan dengan Regan.


Pinky pun mengangguk mengiyakan, ia pun maju pelan melangkah duduk di kursi yang bersebelahan dengan Regan. Deg darahnya seakan berdesir, ia merasa Regan sedang menatapnya dengan perasaan benci yang bahkan menusuk tajam setiap inti tubuhnya.


"Gadis yang ada di foto itu adalah gadis ini pak, dia ini merupakan siswi baru yang mendapatkan beasiswa atas kepintaranya." kata buk Anita panjang lebar.


Pak Raymon juga melihat Pinky dengan tatapan tidak sukanya.


"Saya juga tidak menyangka kenapa sekolah ini dapat menerima gadis liar dan nakal seperti nya. Hey nak apa ini yang di ajarkan oleh kedua orang tua mu!"


"Maaf pak, kedua orang tua saya tidak pernah mengajarkan saya hal buruk seperti itu malahan beliau mengajarkan saya tentang hal baik."


"Hal baik?, lalu apa maksud tujuan kamu terlibat dalam foto ini, apa ini menandakan jika kamu bukanlah gadis yang baik-baik." kata pak Raymon


Sebenarnya harus berapa kali ia katakan jika sebenarnya itu semua hanya lah sebuah ketidak salah pahaman.


"bahkan kamu baru dua hari berada di sekolah ini tetapi kamu sudah membuat


Hal yang tidak baik dan parahnya lagi kamu sudah mencemarkan nama baik sekolah ini, bagaimana pun kedua orang tua mu harus tau hal ini."


"Saya mohon jangan buk, sesungguhnya saya tidak ingin sampai ibu saya terlibat dalam masalah saya." ucap Pinky dengan nada sedih.


"Buk bahkan aku lebih setuju jika dia di keluarkan dari sekolah ini, semenjak dia datang kesekolah ini dia selalu membawa aura sial!" Kata Regan dengan tegas.


"Tidak buk.. saya mohon tolong jangan bawa-bawa nama ibu saya dalam masala saya. Saya mohon buk, saya masih sangat ingin bersekolah di sini dan saya akan melakukan hal apapun agar ibu saya tidak terlibat."


"Eh itu kan masalah lo, lo harus di keluarkan dari sekolah ini karena lo udah berani bersekongkol dengan Arnold untuk mengalahkan gue."


"Enggak kamu salah paham, bukan aku pelakunya itu tidak di sengaja lagian jika kamu tidak egois buat ehmm itu pasti tidak akan terjadi"


"Salah pahan gimana ha! kamu itu siswi baru belum nyampe satu bulan udah gitu sama senior,ngaku aja deh lo!"


"Regan cukup! Diam kamu biarkan papa yang bicara" ucap pak Raymon tiba-tiba.


"Apakah kamu hanya mempunyai seorang ibu lalu di mana ayah mu?"


"Ay_a_ayah. Sudah meninggal di waktu usia ku 7 tahun."Entah kenapa Pak Raymon sedikit penasaran dengan meninggalnya Ayah nya Pinky


"Dan kalau boleh tau apa penyebab ayahmu meninggal?"


"Pa! untuk apa sih papa bertanya lebih detail sama cewek cupu ini!" ucap Regan kesal.


"Ayah meninggal karena sebuah kecelakaan sebuah Pabrik besar waktu itu, aku sempat mendengar juga jika ayah meninggal karena berusaha menyelamatkan bos nya dalam tragedi kecalakaan itu." Air mata Pinky menetes setelah menceritakan semua itu, namun setelah menceritakan cerita entah kenapa ia menjadi sangat merindukan ayahnya.


Pak Raymon diam seribu bahasa di saat ia mendengar kan cerita dari mulut mungil gadis itu, tiba-tiba ia menjadi mengingat sesuatu tentang cerita ini. Namun ini bukanlah tempat bagi nya untuk memikirkan masalah ini. Pada akhirnya ia pamit undur diri.

__ADS_1


"Maaf buk Anita sepertinya saya harus segera pergi ke kantor karena saya akan mengadakan rapat penting dengan klien saya. Dan saya berharap jika ibu bersedia mambantu menyelesaikan masalah gadis ini dan jangan keluarkan dia dari sekolah ini."


"loh pa, gak bisa gitu dong. Papa gimana sih,"


"Sudahlah Regan tolong jangan membantah omongan papa! terutama jangan membuat onar lagi pada gadis ini.".


"Saya permisi dulu."


Pinky tidak mengerti kenapa papa Regan tidak memarahinya lagi, ia pergi begitu saja dan meminta buk anita tidak mengeluarkan dia dari sekolah ini. Satu sisi Pinky merasa legah.


"Maaf buk saya permisi dulu sebentar." Regan bangkit mengejar papanya yang baru saja keluar dari ruang bk.


Regan menggapai tangan papanya.


"Papa kok pergi gitu aja sih, terus gimana soal tuh cupu. kan aku minta papa buat tuntut dan keluari dia dari sekolah ini."


"Kita bisa bahas ini di rumah, tidak baik membahas hal ini di tempat umum. lagian sudah biar saja kalau bisa kamu jangan sampai usik gadis itu kagi. sudahlah papa harus kembali ke kantor dan kamu selesai kan masalah mu dulu baru bisa kembali ke kelas."


"Pah!" sial semua itu karena cupu! Awas saja dia"


"satu kesalahan besar yang kamu perbuat telah ibu tulis di buku hitam, dan jika sampai kamu melakukan kesalahan besar lainya untuk yang kedua kalinya ingat maka dari itu kamu akan di keluarkan dari sekolah ini dan beasiswa mu akan di coret.


"Tidak buk saya berjanji tidak akan mengulangin nya lagi."


"Good, ibu pegang kata-kata kamu sekarang kamu boleh kembali ke kelas."


"Terimakasih banyak yah buk, kalau begitu saya permisi ke kelas dulu."


"Oh iya jika kamu keluar bisa panggilkan Regan untuk datang kemari."


Pinky mengangguk meski berat hati, kalau begini caranya bukan kah ini seperti terasa begitu akrab padahal tidak.


Pinky berjalan pelan menghampiri Regan yang tenga duduk di kursi tidak jauh dari koridor.


"R-Regan,"


Seketika Regan berdiri."Berani datang ke sini udah berani yah loh!ingat jangan lo pikir lo bisa bebas karena bokap gue gak jadi tuntut elo."


Gadis itu menggeleng ia hanya bicara intinya saja."Buk Anita nyuruh kamu masuk ke ruangangnya.."


Regan cosplay apa yang telah Pinky katakan padanya."Regan buk Anita nyuruh kamu masuk ke ruangannya" Tapi ia menambahkan sebuah kalimat lagi."Regan aku seneng deh bisa dapet ciuman dari kamu sekali gus aku gak jadi keluar dari sekolah ini horre makasih Regan."


Pinky menunduk, ia menggigit bibir bawahnya."itu tidak seperti yang kamu pikir, aku gak maksud gitu kok."


"Sudahlah tapi elo masih inget kan intinya gue akan buat hidup lo menderita nyampe lo jerah!"

__ADS_1


__ADS_2