Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Arnold Regan Di Waktu Kecil


__ADS_3

Dua anak kecil tenga asyik bermain di salah satu sekolah dasar, mereka berlarian kecil mengejar sebuah pesawat terbang yang terbuat dari kertas.


"Regan...!lihat pesawat yang aku terbangkan sangat tinggi.."Seruh Regan kecil kepada temanya yang bernama Arnold.


"Waah iyaa, tinggi sekali yah. Wah kalau gitu aku mau coba juga dong."Ucap Arnold antusias sembari mengambil alih pesawat kertas yang ada di tangan Regan.


Tubuh mungil Arnold meloncat loncat supaya pesawat terbangnya bisa terbang tinggi seperti Regan. "Lihat aku juga bisa Gan,"


"Waah hebat, kayaknya aku tebak cita-cita kamu mau jadi pilot yah?"Ujar Regan menebak cita cita sahabatnya itu.


"Apa itu cita-cita,"Ucap Arnold sambil garuk garuk kepala karena memang tidak mengerti apa itu cita-cita.


Regan sampai tepuk jidat merasa heran masak Arnold tidak tau apa itu cita-cita.


"gini yah Arl, kalau aku gede nanti aku pengen jadi polisi biar bisa tangkap orang jahat."


"Aku juga mau dong jadi polis!"


"Gak bisa Arl kamu harus punya keinginan lain kalau udah gede nanti!"


Kedua mata Arnold memandang langit langit di udara memikirkan jika besar nanti mau jadi apa.


"Aku mau jadi penyanyi ia penyanyi, aku ingin masuk tv dan di kenal semua orang banyak.,"

__ADS_1


"Arnold bukan kah cita-cita mu itu luar biasa!"


"Iya dong Regan pokoknya kita berdua kalau gede nanti harus bisa sama-sama yah supaya bisa jadi artis bareng."Arnold merangkul bahu Regan yang tubuhnya lebih tinggi sedikit darinya.


"Mau main ke rumah aku gak hari ini soalnya papa aku baru beli mainan baru banyak banget"


"Boleh deh, nanti aku mau minta izin sama mama aku buat main ketempat kamu."


Teng...Teng..Teng...


Bel jam istirahat telah berbunyi hal ini mengakibatan Regan dan Arnold harus menyudahi permainannya dan masuk ke dalam kelas.


...----------------...


^^^"Sekarang kamu pilih pelakor itu atau aku mas.!^^^


"Jelas aku lebih memilih sekar di banding wanita pemarah seperti mu, sudahlah aku sudah tidak tahan lagi tinggal lebih lama di rumah ini. Lihatlah detik ini juga aku akan mengangkat kaki dari rumah ini!!"


Mendengar papanya yang serius akan pergi membuat Arnold langsung turun ke bawah lantai pertama.


"Paapa..!!papa..mau kemana paa, paa jangan pergi...huaaa hiks hiks"Arnold menangis sambil memeluk pinggang papanya agar tidak jadi pergi.


"Sudahlah Arnold, lepaskan papa keputusan papa sudah bulat.. Jadi mending kau temanin saja mama mu yang cerewet ini."

__ADS_1


"Arnod lepaskan papa mu ini nak, dia tidak pantas kau sebut papa!" ucap mamanya Arnold sembari menarik Arnold lebih mendekat padanya.


"Ma papa mau pergi kemana ma,hiks"


Cindy dengan perasaan marah bercampur sedih menyaksikan punggung suaminya yang semakin tak terlihat.


"Papa mu lebih memilih seorang pelakor dari pada mama,"


"Ha, pelakor? Pelakor itu apa ma?"


"Palakor itu yang udah ngerebut papa kamu dari Kita Arnold!"


"Hiks hiks hiks kenapa pelakor itu jahat sekali ma kenapa dia harus rebut papa..."


...****************...


Regan kecil sama merenungnya dengan apa yang di rasakan Arnold saat ini juga. Di suatu sisi Regan kehilangan mamanya yang lebih memilih lelaki lain sedangkan Papanya Arnold lebih memilih wanita lain lain di banding mamanya.


Sebuah telpon dari nomor yang tidak di kenal berbunyi di ruang tamu. Pak Raymon yang mendengarnya pun langsung mengakat telpon tersebut.


"Hallo, apa benar ini dengan bapak Raymon."


"Iya benar saya sendiri."

__ADS_1


"maaf sebelumnya dengan kami dari pihak kepolisiin mengabarkan jika istri bapak ibu sekar meninggal dunia akibat kecelakaan mobil."


__ADS_2