Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Pinky Di Bully Regan Lagi


__ADS_3

Malam pun tiba, kini Pinky tenga berada di kamar nya bersama kucing berbulu putih kesayangan nya. Kucing kecil itu ia beri nama Izzy.


Sepanjang malam ia masih memikirkan, apakah benar yang membawa Izzy ini itu adalah Regan soalnya siapa lagi kalau bukan dia. Tapi jika benar dia mengapa dia tidak mau bilang jika dia orang yang udah bawa Izzy ke dalam kelas.


"Ki..,  kamu udah tidur apa belum?'' Seruh ibu dari luar pintu kamar.


"Hehehe iya buk bentar lagi," sahut Pinky.


"Iya ibu cuma bilang kamu mending cepat tidur yah, besok kan hari senin. Jangan nyampe kesiangan!"


Pinky membuka pintu kamar, di ikuti Izzy yang juga ikutan nongol dari bawah pintu.


"Habis nya Izzy lucu sih buk, gemes mau nya ngajak main terus."


"hmm ini yah jika udah punya mainan baru. Tapi apa Izzy gak kamu keluarin aja, nanti bisa pup sembarangan loh"


"Gak tega buk. Liat tuh Izzy naik lagi ke kasur aku. Nanti misal kan dia mau pup pasti dia akan ngeong sendiri buk lagian kan pintu nya gak aku kunci biar dia bisa keluar masuk."


"oh yauda lah kalau gitu, kalau gitu ibu tidur dulu yah udah ngantuk nih."


"Iya buk, selamat tidur."


************************************


Sekarang hanya Pinky berada di dalam kelas sementara siswa siswi lain sudah berhamburan pergi ke kantin. Laper sih, tapi tidak berani pergi ke kantin sendirian. Namun tidak memiliki teman di sekolah ini nyata nya dapat membuat nya Pinky merasa kenyang.


Pinky Membuka lembaran buku novel miliknya, eps 87. Namun saat membaca bagian atas, Raiska,Elsa,dan dewi datang menghampirin nya.


pinky menghela nafas, gugup takut yah tentu.


"Hallo Pinky sendirian terus, kita ke kantin yuk makan siang bareng kita" Tawar Raiska.


Hupp tumben, ada apa ini kenapa Raiska mengajak nya makan ke kantin secara tiba-tiba.


"Iya ayo lah Ki, kita tu pengen banget ngajak lo makan kan kasian hampir seminggu lebih elo hanya duduk-duduk kelas aja tanpa mau ke kantin." Ucap Elsa.


"Hmm maaf tapi aku gak laper kok" Jawab Pinky lembut.


"Ki, selama ini emang kita sering banget bully elo. Tapi sekarang kita nyesel karena dah jahat sama lo, iya kan Ris" Timpal Dewi.


Raiska mengenggam tangan Pinky. "Ki yah bener gue mau minta maaf, gue emang salah ki. Tapi sebagai tanda permintaan maaf dari kita, lo mau yah ki makan ke kantin bareng kita?"

__ADS_1


"Hmm sebenernya aku tu udah lama maafin kalian, walau kalian udah jahat sama aku. Tapi maaf aku gak laper"


"Untuk uang kamu tenang aja ki, nanti kita yang tlaktir kok, dan kamu bisa makan sepuasnya apapun itu." Jelas Elsa.


"Yah walau pun begitu aku benaran gak bisa temen-temen. Lain kali aja yah."


"Pinky kata nya kamu maafin kita, tapi dengan cara elo menolak ajakan kita itu sama aja dengan elo nolak perminta maafan dari kita!" Ucap Raiska merengek.


"Aduh bukan nya gitu Ris,"


"Ayo lah Ki sekali ini aja, yok makan bareng kita please." Raiska sekali lagi meyakinkan.


Pinky yang merasa tidak enak pun, pada akhirnya menuruti keinginan mereka, walau di hati masih ada kata ragu.


"Yaudah deh aku mau" Jawab Pinky tanpa rasa bimbang.


Mereka bertiga pun terlihat senang, wajah sedih mereka pun tak terlihat lagi.


Mereka berempat kini sudah berada di kantin, dan langsung memilih meja yang sudah Arnol duduki bersama Martin dan Dandi.


"Sayang gimana kursi nya cukup kan untuk kita berempat?'' Tanya Raiska pada Arnol.


Tapi sebelum duduk Elsa dan Dewi meminta Pinky untuk meminta mereka berdua untuk memesan makanan di ibu kantin. Pinky mengangguk dan menyetujuhi.


"Sayang ternyata elo tuh benar-benar cerdik yah, bahkan gue tau apa isi dari rencana lo." Kata Arnol.


Raiska tersenyum miring.


"Husst pelan-pelan nanti sih cupu kutu buku itu bisa denger!" ucap Raiska memperingati.


"Seruh nih Tin sebentar lagi kita akan melihat detik-detik bom meledak" kata Dandi di iringin tawa.


"Wah bahaya nih Dan jika di kantin ini ada bom, bisa-bisa kita semua mati." Ucap Martin.


"Hah! begok lo Tin. Maksud gue bukan bom yang itu tapii." Dandi mengecilkan volume suara nya."Sebentar lagi kita bakalan liat Regan bakalan marah besar sama sih cewek kutu buku"


"Oalah bagus dong, jadi gak sabaran." ucap Martin.


Elsa,Dewi,dan Pinky sudah memesan makanan yang sudah mereka pesan. Bahkan yang pertama datang adalah 1 nampan berisi 4 minuman.


"Ki elo bisa kan bawain dulu ke empat minuman ini ke meja kita, soal nya ntar kita juga bawak nampan makanan dan minuman yang lain juga!" Kata Elsa memerintah.

__ADS_1


"Oh yaudah sini gak apa-apa biar aku yang bawak lagian gampang kok." Ucap Pinky.


Perlahan satu nampan berisi 4 minuman jus jeruk telah berpindah tangan pada Pinky.


"Hey Dan sekarang giliran lo tuntasin tugas," kata Arnol.


"Okey siap!"


perlahan Dandi berjalan melewati tempat Duduk Regan and the geng. Sementara Pinky sudah berjalan dengan membawa 4 minuman, tapi karena hanya fokus pada minuman dan ia tidak fokus melihat jalan alhasil kaki nya menyandung kaki seseorang dan orang itu adalah Dandi.


Pinky terjatuh ke lantai sementara ke empat jus yang ia bawak tadi tumpah di baju seorang cowok yang Pinky tau dia adalah Regan.


Regan terkesiap ketika sesuatu yang basah dan dingin perlahan meresap pada seragam sekolah nya. Romi dan Adit hanya mengaga tak percaya.


Regan menggeram tak tertahan, ia terlihat marah, bahkan lebih mengerikan dari sebelum nya. Regan menatap tajam seorang Pinky yang masih tersungkur di lantai, sementara di kantin hebo ketika melihat peristiwa ini.


Elsa,Dewi,dan juga Dandi langsung kembali ke tempat asal menghampiri Raiska dan Arnol. Mereka bertos ria, ternyata rencana mereka berhasil.


Pinky mencoba berdiri untuk membantu Regan.


"Astaga Regan maafkan aku yah, aku beneran gak sengaja. Soal nya tadi ada seseorang yang sengaja ngehalangin jalan aku dan__"


"Diam! gue gak butuh penjelasan dari lo sialan!" Regan membentak.


Pinky yang merasa ketakutan hanya bisa menangis dengan menggigit bibir bawah nya.


"Sekarang gara-gara lo seragam gue.jadi basah dan kotor! apa lagi elo udah permaluin gue di depan semua orang. Mati aja lo buat apa hidup kalau hanya buat nyusahin orang doang!" Regan berucap sembari mendorong Pinky hingga jatuh ke lantai.


Tangan Pinky berdarah tertusuk pecahan beling bekas pecahan minuman tadi sehingga membuat nya meringis kesakitan.


Banyak siswa siswi memperhatikan tanpa membantu mereka pun mengambil momen dengan membuat sebuah vidio dari hp mereka.


"Gan, elo apa-apaan sih kalau dia nyampe kenapa-napa gimana nanti'' ucap Romi menasihati.


"Rom jika lo di posisi gue. Di permaluin, hal yang sama bakal elo lakuin juga. Jadi elo cukup diem aja gak usah sok ngelarang gue!"


Adit menepuk bahu Romi pelan. "Husst lo diem aja kayak lo gak tau aja watak Regan kalau udah marah."


Regan mengambil 1 gelas jus jambu yang ada di atas meja nya. Dan langsung menyiram jus itu membasahi rambut Pinky. Air mata Pinky kian deras bersama lelehan jus jambu yang perlahan mengalir di wajah nya.


Rasanya ia ingin berteriak ke pada dunia, jika ia sudah tidak sanggup lagi  berada di sekolah ini. Sekolah ini seperti neraka semua nya yang ada di dalamnya seperti para iblis yang tidak berhati nurani.

__ADS_1


__ADS_2