Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Akhirnya Regan Menemukan Pinky


__ADS_3

Regan mengambil hpnya kemudian ia melacak keberadaan Pinky melalui hpnya.*sekolah*


Tertera di sana jika Pinky berada di sekolah dengan perasaan mantap Regan melajukan mobilnya menuju ke sekolah.


Pinky terbangun dari pingsannya dengan rasa pusing yang amat hebat, ia memerhatikan sekitaranya, nampak gelap dan tidak ada cahaya sedikit pun.


Pinky terlihat mencari sesuatu di saku seragam sekolahnya, namun benda yang ingin ia cari tidak ada. Kemudian Ia beralih pada tas yang terlihat masih tersandang di bahu belakangnya.


Setelah isi tasnya di obrak-abrik akhirny Pinky menemui hpnya, gadis yang saat ini dalam kondisi masih lemah itu pun tak menyangkah jika tidak ada sinyal yang tertera di hpnya.


Namun cahaya senter di hpnya sangat membantu agar Pinky menemui jalan keluar.


Regan saat ini telah sampai di sekolah beruntung gerbangnya belum di tutup di sana ia melihat motor Pinky masih berdiri kokoh di parkiran, akhirnya Regan sangat yakin jika Pinky ada di dalam.


Dengan alat penerangan yang di bawanya akhirnya Regan memberanikan diri untuk masuk ke dalam.


Kini tibalah Pinky di pintu menuju keluar tapi sayangnya pintu itu terkunci dari luar dan ia tidak bisa keluar dari dalam gudang jika tidak ada orang yang membantunya.


"Tolong!!"


"Tolongin aku hiks tolong.."


Pinky panik dan ketakutan sampai-sampai ia menangis kepalanya terasa pusing ia tidak mampu lagi untuk berteriak.


Langkah Regan terhentih ketika ia tepat berada di sebuah gudang kosong sekolah,

__ADS_1


"Tolong..."


Regan merasa suara yang sepertinya tidak asing baginya terdengar dari dalam gudang itu, terlihat pintu gudang itu seperti di gedor-gedor dari dalam.


"Hallo apakah ada orang di dalam sana!"Teriak Regan dengan mengarahkan cahaya senternya ke gudang.


Pinky yang kondisinya masih terlihat lemah tiba-tiba tersadar akan suara itu, yah Pinky yakin itu suara Regan.


"Regan! Tolong ini aku Pinky,"


"Ha! Pinky."


Saat yang di dalam gudang itu adalah Pinky sontak Regan berlari dengan semangat ia membuka pintu gudang itu.


Pintu gudang telah terbuka dan Regan pun masuk ke dalam gudang ia mendapati Pinky yang terduduk lemah di lantai.


"Pinky..."Teriak Regan yang melihat ada noda darah di kepala Pinky.


"Regan tolongin aku.."ucap Pinky dengan suara lemah,Regan pun berjongkok menyamai posisi Pinky.


"Siapa! Katakan siapa yang udah buat kamu kayak gini ha!"Ucap Regan sembari memberi pelukan hangatnya untuk Pinky.


"Rais.."Kini Pinky pingsan lagi dan tidak bisa meneruskan kata-katanya lagi.


"Ki, hey."Dengan sekuat tenaga Regan mengendong tubuh Pinky untuk menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Setelah tiba di rumah sakit Regan menghubungi Ibunya Pinky dan memberi kabar ini jika Pinky di rawat di rumah sakit.


Dengan perasaan sedih ibu Pinky pun datang bersama kedua teman Regan, karena sebelum itu Regan meminta kedua temanya untuk menjemput Ibu Pinky di rumah.


"Apa yang telah terjadi nak Regan, kenapa Pinky bisa tidak sadarkan diri di dalam gudang sekolah hisk hiks."Ibunya Pinky menangis pilu.


"Aku tidak tau buk apa penyebabnya dan intinya besok aku dan kedua teman ku akan menyelidiki kasus ini di sekolah."Kata Regan tanpa keraguan.


"Lalu bagaimana apa kata dokter tentang keadaan Pinky?"Tanya ibunya sekali lagi.


Regan ingin mengucapkan kalimat, tapi dalam waktu yang bersamaan dokter yang menangani Pinky sudah keluar dari ruangan ICU.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya dok?"


"Anak ibu kehilangan banyak darah, tapi golongan darah A sudah kehabisan stok di rumah sakit ini."


"Darah saya saja dok, darah saya juga A kok"


Regan bermaksud menyumbangkan darahnya untuk Pinky karena kebetulan darah Pinky dan Regan sama.


"Baiklah kalau begitu kamu harus di melakukan pemeriksaan dulu yah."


"Baik dok."


"

__ADS_1


__ADS_2