
Suster pun masuk ke ruangan Regan dan mengatakan pada Regan jika dia akan di rawat inap.
"Kalau Regan di rawat inap maaf tante gak bisa jagain karena besok tante ada pesanan jus jambu banyak,"
"Yaudah tante gak apa apa kok, nanti temen temen Regan ada yang jagain kok,"
"Wah gue juga gak bisa gan, gue pengen sih jagain elo di rumah sakit tapi gimana yah besok pagi gue harus nemenin kakek gue periksa mata di rumah sakit mata elo tau kan gue anak satu satunya cowok yang dapat di andalkan mengatantari siapapun yang gak bisa bawa mobil."
"Loh bukannya kakek lo udah gak ada? Itu kakek lo yang mana Lagi dit?"
"Eh siapa bilang, itu kakek sepupu gue gan sorry yah Gan."
"Yaudah Romi ada kok yang jagain gue."
"Gue juga gak bisa gan, gue besok ada olimpiade lomba jadi besok harus berangkat pagi banget."
"Loh kalian ini gimana sih kompak banget punya urusan semua terus gue siapa yang jagain."
"Yaudah kalau temen temen nak Regan pada gak bisa nanti ibu bakal suruh Pinky buat jagain nak Regan di rumah sakit."
"Ibuu,, aku mana bisa kan aku juga harus bantui ibu."
__ADS_1
"Sudahlah gak masalah ibu bisa sendiri, kamu temani saja Regan kasian dia gak ada yang jagain apa lagi besok hari minggu toh ibu juga sudah bawain baju baju kamu buat ganti,"
Adit Romi saling pandang seperti ada yang di rencanakan mereka berdua.
"Yaudah ibu kalau mau pulang mari kita antari saja kebetulan kita juga bawa mobil."
"boleh deh, mari.Ki nak Regan ibu pulang dulu yah jaga diri kalian baik-baik"
"Dah Regan semoga lekas sembuh berjuang,"
"Apaan sih lebay lo Rom,"sahut Regan.
Ibu, beserta Adit dan Romi sudah menghilang dari balik pintu. Di sana Pinky masih terdiam memandangi kepergian mereka.
"Cewek cupu! Bantui gue berdiri dong gue kebelet nih pengen pipis,"
pinky membulatkan matanya."Kalau mau pipis yah pipis aja gak usah libatkan aku gila kamu!"
"Pertanyaanya elo gue minta buat bantui gue berdiri bukan ikut gue pipis!"
"Ooh,"
__ADS_1
"kenapa ooh saja, yauda sini buruan bantui gue."
Pinky cemberut ia terpaksa menghampiri Regan dan berusaha membantunya berdiri.
"Kamu itu cuma sakit lambung, bukan patah kaki atau semacamnya masak mau berdiri doang gak bisa!"
"Ah cerewet banget sih jadi cewek!"
"Apaan sih kamu..."
Regan dengan gemas mencubit pelan bibir Pinky, sontak Pinky baru yang mau mengangkat tubuh Regan pun terlepas ia terjatuh di atas tubuh Regan.
Alhasil mereka berpandangan mata lagi, nafas mereka menyatu lagi, dan debaran jantung itu kembali memuncak seakan-akan ada sebuah peperangan.
Regan bergumam pelan "Tunggu gue gak mungkin kan jatuh cinta sama cewek yang paling gue benci!"
"O my god Regan ganteng banget, aduh mana jantung aku gak berhentih berdebar-debar lagi tidak gak mungkin dia suka cewek kayak aku apalagi aku bukan tipe dia."
Perlahan Regan memajukan bibirnya dia hendak mencium bibir bewarna pink itu alhasil Pinky segera menjauhkan dirinya ia langsung berdiri.
"Aku mau keluar sebentar mau cari udara!" Pinky berbicara secara langsung ia tau wajahnya saat ini terlihat seperti tomat.
__ADS_1
"Hey mau kemana tugas lo belum selesai nih!"