
Regan dan Arnold rupanya masih setia menjaga Pinky di ruang inapnya hingga tak ada niat bagi mereka untuk pulang kerumah masing-masing.
Saat ini Pinky berusaha ingin menyenderkan tubuhnya pada ranjang tempat ia terbaring sekarang, melihat hal itu pun sontak membuat Regan dan juga Arnold berniat membantu Pinky sehingga Pinky saat ini jadi rebutan.
"Ki, ki elo mau nyenderin tubuh kan ayo gue bantuin,"Ujar Arnold yang saat ini sudah meletakan tanganya pada lengan Pinky.
Sementara Regan pun tak mau kalah dan saat ini ia juga melakukan hal yang sama dengan apa yang telah Arnold lakukan.
Perdebatan saling adu mulut terjadi lagi di antara keduanya.
"Elo apaan sih Ar, udah elo duduk aja biar gue yang bantuin Pinky!"
"Harusnya elo tu yang duduk aja bila perlu pulang aja sono kan gue duluan yang berada di sini duluan!" Ujar Arnold yang tak mau kalah.
"Elo itu harusnya sadar yah, di sini gue tu sangat berjasa buat Pinky karena gue udah berhasil nyelameti dia saat terkurung di dalam gudang sekolah. Bayangin bro gue ke sekolah malem-malem, gue yakin elo gak akan berani kan berperan jadi gue!"
"Woy Regan, elo pikir gue gak berperan penting ha. Lihat gue udah berusaha cari pelaku yang udah nyelakai Pinky di sekolah dan akhirnya gue menemukan biangnya,"
"Aduuuuh kalian tuh apaan sih! kalau kalian itu mau kerjaannya berantem di sini. Mending kalian itu pulang aja. Tapi makasih sebelumnya kalian berdua udah bantuin aku!"
Pinky yang kesal pada akhirnya mampu menyenderkan tubuhnya sendiri tanpa di bantu sama dua cowok di depannya ini.
Tak lama ibunya Pinky datang setelah mengurus administrasi bahwa pagi besok Pinky sudah di bolehkan pulang, di bolehkan pulang tapi setidaknya harus banyak istirahat di rumah dulu.
__ADS_1
Ibunya Pinky menilik jam di tangannya kemudian ia menoleh pada kedua temanya Pinky.
"Kalian gak pulang ini hampir sore loh,"
"kalau aku sih gak masalah lama-lama di rumah sakit ini tante untuk jagain Pinky, tapi ini tante katanya Arnold katanya dia ada tugas hari ini makanya harus pulang."
Arnold menggeleng menepis kalimat Regan yang telah memfitnahnya.
"Boong banget sih lo, enggak tante aku hari ini tidak ada tugas!"
Di suatu sisi Raiska dan kedua orang tuanya tenga berada di rumah sakit tempat Pinky di rawat.
"Raiska apa yang kamu lakukan di sana! Cepat kemari!"
"Baik pah!"
Terdengar pintu dari luar ruangan Pinky saat ini terketuk dari luar, kini Arnold menawarkan diri untuk membuka pintu tersebut. Sedangkan ibunya Pinky hanya mengiyakan.
Mata Arnold membulat saat tau siapa yang datang, yaitu kedua orang tua Raiska dan juga Raiska yang sembunyi di balik punggung keduanya.
"Boleh kita masuk,"Lirih papanya Raiska.
"Siapa Ar,kenapa diam ayo suruh masuk aja!"ucap ibunya Pinky yang menyuru mereka masuk.
__ADS_1
Regan juga sama dengan Arnold ia juga terlihat membulatkan matanya saat tau jika Raiska datang.
"Ha Raiska, mereka masih punya nyali datang ke sini setelah hal buruk yang telah di lakukan olehnya terhadap Pinky."Gumam Regan.
Pinky yang melihat kedatangan Raiska menautkan kedua alisnya, apa ia tidak salah liat jika ada Raiska dan kedua orang tuanya.
"Maaf ibu dan bapak, dan kamu siapa yah?
ujar ibunya Pinky kepada mereka.
Langsung saja papanya Raiska membuka pembicaraanya.
"Maaf perkenalkan saya Gibran dan ini Susi istri saya kedatangan kami kerumah sakit ini hanya untuk meminta maaf atas kejadian yang menimpa putri ibu,"
sedangkan Ibunya Pinky masih tidak mengerti apa yang di katakan oleh para tamu yang berada di depannya.
"Meminta maaf atas apa yah pak."
Sontak Pak Gibran atau papanya Raiska menarik Raiska yanh sedang tertunduk .
"Saya mengantarkan anak saya Raiska untuk segera meminta maaf tentang perbuatannya kepada anak ibu di sekolah.dan saya berharap jika ibu dan juga Pinky tidak membawa hal ini kejalur hukum."
Ibunya pinky menghela nafas sembari menatap tajam pada Raiska orang sudah membuat putri kesayanganya menjadi terbaring di rumah sakit ini.
__ADS_1