
"Elo lama banget sih, tau gak hampir satu jam lebih gue nungguin elo di sini!"
"Kenapa kamu jadi marah balik ke aku, kan aku gak nyuruh kamu buat nunggui aku terlalu lama."
"Gue ini cowok sejati gak akan mungkin gue ingkar janji buat mutusin untuk pulang! Yauda yo kita duduk di sana saja."
Regan menarik tangan Pinky lalu membawanya ke tempat duduk yang ada atapnya.
Anehnya hujan perlahan redah di saat mereka berdua telah duduk di bangku tersebut.
Pinky melihat buket bunga mawar yang tenga di pegang Regan alhasil Pinky mulai berpikiran yang macam-macam.
"Terus apa tujuan kamu ajak aku ketemuan di taman ini?"
"Hmm sebenarnya gue...hmm...itu..."Sial kok gue jadi gugup sih, ayo dong Regan ayo nyatain perasaan elo yang sebenarnya kepada Pinky malam ini juga. Ucap Regan di dalam hatinya.
"Aduuh Regan jika mau ngomong tuh yang jelas dong, kalau kayak gini aku gak ngerti kamu mau apa."
'Regan kenapa yah kok aneh gini, atau jangan-jangan dia mau nembak aku, alah tapi gak mungkin. Duh kenapa perasaan ku jadi gak karuan gini yah.'
__ADS_1
Regan mengambil nafas lebih dalam sebelum memulai penembakan cinta untuk Pinky, dan setelah semua terasa nyaman segera ia mengenggam kedua jemari Pinky yang terasa dingin.
"Pinky sebenarnya gue mau ngomong, kalau gue suka sama elo. Dan elo mau gak jadi pacad gue mulai dari sekarang?"
'Tuh kan Regan nembak aku, terus aku harus apa sementara ini kali pertama dalam hidup ku di tembak cowok.'
Pinky menatap mata Regan penuh keheranan, padahal Regan dulu orang yang sangat tidak suka padanya dan tepatnya hari ini dia menyatakan perasaannya pada Pinky secara langsung.
"Ki kok elo diem aja sih, elo mau kan terima gue jadi pacar lo?" Ucap Regan yang saat ini lebih memperat genggaman tangannya di kedua jemari Pinky.
"Regan apa kamu gak salah dengan keputusan kamu, dan bukannya dulu kamu gak suka sama aku,"
"Itu dulu Ki tapi sekarang enggak, elo percaya sama gue ki gue sayang sama elo gue cinta sama elo dan gue pun tau elo pun merasakan hal yang sama kayak gue"
"Regan kamu suka aku, pasti semenjak aku mengubah penampilan kan. Coba aja aku jelek kayak dulu kamu pasti gak akan mau sama aku"
"Elo salah ki, gue punya rasa sama lo sebelum elo mengubah penampilan elo jadi cantik kayak gini,gue tulus sayang sama elo dari hati bukan seumpama memandang fisik."
Mendengar apa yang baru saja Regan ucapkan seketika membuat teduh hati Pinky dan ia merasa Regan sangat tulus dan tidak main-main akan perasaannya.
__ADS_1
"Tapi sekarang keputusan ada di tangan elo ki, mau terima gue atau enggak tapi intinya gue udah jujur soal perasaan gue sama elo. Dan jika elo mau nerima gue elo boleh ambil bunga mawar ini dan jika elo nolak gue elo boleh buang bunga ini."
Pandangan Pinky beralih menatap bunga mawar yang di pegang oleh Regan.
"Oke aku akan mengatakan semuanya agar semuanya menjadi jelas."Pinky mengambil bunga mawar di tangan Regan.
Regan menjadi deg degan ia takut Pinky akan membuangnya, sehingga ia memejamkan kedua matanya.
"Bunganya aku ambil yah, soalnya aku tuh paling suka sama mawar merah."
Deg.
Regan perlahan membuka kedua matanya dan berharap ketika melihat semuanya bukan hanya mimpi.
"Jadi elo terima gue ki,"
"Iya Regan, apa kurang jelas aku suka bunganya dan gak akan mungkin aku buang,"
"Dan itu artinya...
__ADS_1
"Iya aku juga punya perasaan yang sama kayak kamu yah walau kamu suka ngeselin sih. Tapi kali ini aku mau untuk jadi pacar kamu."
"Yess yesss, makasih sayang.."Regan memeluk Pinky karena bahagianya begitu full ketika Pinky menarimanya. Pinky pun membalas pelukan Regan.