Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Regan Merasa Bersalah


__ADS_3

Sudah tiga hari berlalu,tanpa terasa Pinky sudah tiga hari tidak masuk sekolah di karena kan demam, tapi kali ini kondisinya lumayan membaik. Punya keinginan untuk masuk sekolah, tapi ia sangat malas untuk bertemu wajah Regan.


Bu Ratih masuk ke dalam kamar Pinky, dengan membawa nampan berisi makan siang beserta obat.


"Ibu kan aku bisa makan sendiri nanti, jadi gak perlu di anterin segala"


"Kamu tuh sering telat makan, kalau di anterin gini jadinya ibu bisa pantau kamu buat makan supaya cepat sembuh."


    


         


"Aku udah baikan kok buk,"


Bu Ratih memegang kening Pinky, memastikan apakah panasnya sudah turun.


"Ibu beruntung setidaknya pembegal itu hanya mengambil motor mu saja, dan bukan kamu. Tapi akibat dari kejadian itu anak ibu jadi sakit," bu Ratih menjadi sedih lagi.    


setidaknya ibu Ratih dapat percaya jika motor Pinky benar-benar di begal orang, entah sampai kapan Pinky harus menyembunyikan hal yang sebenarnya jika motornya tidak benar-benar di begal.


"ibu jangan sedih lagi yah lagian aku udah iklas kok kehilangan motor itu,  dan itu bearti itu cuma titipan allah sementara" ucap Pinky mengenggam jemari ibunya,gadis itu sedikit tersenyum.


Bu Ratih mencium pucuk kening Pinky. ''Ibu bangga memiliki seorang putri sebaik kamu."


*


*


*


*


*


*


*


Regan duduk di cafe langgananya seperti biasa di temanin Adit dan Romi.


"Tentang motor itu gue gak nyangka elo belum ngembaliin motor itu ke cewe cupu itu?" Adit membuka suara,  lalu melanjutkan meminum jus mangganya lagi.


Regan menatap Adit dengan senyuman miring. "yah selama sih cupu gak minta maaf ke gue, mana sudi gue balikin motor itu,"


"Whats! Jadi elo mengharapkan agar sih cupu minta maaf ke elo agar elo bisa ngembaliin motornya!" Romi berucap tidak percaya hingga kedua bola matanya membulat.

__ADS_1


Regan hanya diam, kemudian dia beralih memainkan hp miliknya.


"Elo sadar gak sih gan, menurut info Kelas 11 A jika Pinky tidak masuk sekolah selama 3 hari di karena kan sakit." Adit terlihat serius.


Sontak Regan berhentih bermain hp ia terlihat tertarik tentang info yang Adit katakan.


"sakit? ko bisa emang dia sakit apa kok bisa nyampe gak masuk sekolah selama 3 hari?"


Adit membaca raut wajah Regan yang terlihat berbeda. Adit senyam-senyum nakal. ''ciee kepo banget... Pengen tau aja tuh sih cupu sakit apa, kayaknya elo mulai ada rada-rada falling in Love gitu yah?'' adit memainkan mata.


"kalau ngomong jangan sembarangan!" Ucap Regan tidak terima, Regan mengambil garpu berniat melempar garpu itu ke Adit.


Adit menjauhi kursinya sambil nyengir kuda."ets santai dong mas bro."


Romi terkekeh melihat tingkah Adit, cuma bisa di bilang apa yang Adit katakan itu memang benar tapi sepertinya Romi memilih diam dari pada asal nyeplos kayak Adit ujung-ujungnya jadi sasaran amarah Regan.


"Tapi gan apa papa lo gak tau soal motor itu?" tanya Romi dengan hati-hati.


"papa gue akan marah jika sih cupu itu mengadu yang tentang masalah ini,  tapi sepertinya nyali sih cupu itu cukup gede sehingga papa gue gak tau perihal ini."


"Nah sekarang gue tau jawabannya kenapa sih cupu bisa sakit? Adit menggantung kalimatnya. "itu pasti karena dia shock berat karena motornya elo ambil gan"


"Yah tapi gue gak peduli jangan kan 3 hari gak masuk sekolah dia setahun, dua tahun gak masuk sekolah pun gue gak peduli malahan gue seneng, gue bahagia karena beban gue berkurang"


Regan tiba di rumah, ia melewati makan siang dan langsung masuk ke kamarnya. Sedangkan pak Raymon sedang berada di luar kota.


Setelah mendengar cerita Adit jujur Regan merasa sangat bersalah pasti gadis itu sakit karena ulahnya yang secara tak langsung menekan mentalnya dan membuatnya kehujan-hujanan. Perasaan bersalah, menyesal muncul secara tiba-tiba membuat Regan mengusap wajahnya secara kasar.


"duuh kenapa sih sekarang gue tiba-tiba mikirin sih cupu itu, ayo dong please mikirin yang lain aja kenapa sih. Kenapa harus mikirin sih cupu itu,  secara gue gak mungkin punya perasaan sama sih cupu.''


Untuk pergi ke sekolah Pinky terpaksa naik angkot seperti biasanya, 20 menit Pinky sudah sampai di depan gerbang sekolah.  Huuh hampir saja telat karena perjalanan macet. Gadis itu menarik senyum di bibirnya memandangin sekolah yang sudah 3 hari belum ia kunjungin. Ia menarik nafas dalam sebelum memasukin gerbang sekolah.


"Pinky...., "


Pinky menoleh ke asal suara yang tiba-tiba memanggilnya. Itu suara Lizia.


Lizia memeluk Pinky erat. "Ya ampun Ki akhirnya elo masuk juga ke sekolah hari ini tau gak gue tu kesepian banget saat elo gak masuk kelas,"


Pinky membalas pelukan itu, ia tertawa kecil. "apaan sih kamu, kan aku gak masuk sekolah karena sakit."


Lizia melepas pelukannya. "tapi sekarang kondisi elo baik-baik aja kan, apa masih ada yang sakit? " Lizia terlihat khawatir sambil memeriksa bagian tubuh Pinky.


"Iya aku sekarang baik-baik aja kok, udah sembuh total.''ucap Pinky mantap.


Lizia tersenyum. ''Bagus deh gue seneng banget dengernya, tapi maaf yah gue gak sempet jenguk elo di rumah." Lizia terlihat kecewa.

__ADS_1


"Iya gak apa-apa kok, aku paham. Kalau gitu kita masuk ke kelas yuk nanti telat."


"Tapi ki kok elo ke sekolah naik angkot terus motor lo mana?"


Pinky tertunduk sedih. "motor aku kena begal Zi,"


"Astaga kok bisa! Ya ampun Ki tapi elo gak apa-apa kan. Terus ceritanya gimana sih bisa kena begal,?"


"udahlah zi semuanya udah terlanjur mending kita ke kelas aja sekarang.''


Lizia menarik nafas dalam ia tau mungkin Pinky masih trauma berat karena kehilangan motornya apa lagi motor itu kena begal.


"yaudah tapi elo tungguin gue di parkiran yah soalnya gue mau markirin mobil gue. ''


"Oke baik." Pinky lebih dulu berjalan ke parkiran. Dan di parkiran ia bertemu Regan dan kedua temannya yang masih nongkrong di depan mobil.


Regan menarik sudut bibirnya, dan berjalan menghampiri Pinky. "ke sekolah naik apa?" ini jenis pertanyaan yang sedikit mencibir.


Pinky memasang wajah sebal, ia sangat malas melihat wajah Regan. Saat Regan bertanya Pinky hanya diam sembari menunggu Lizia yang memarkirkan mobilnya.


"Ke sekolah gak naik motor rasanya gak enak juga yah, rasanya begitu hampa."


Nihil tidak ada jawaban dari gadis cupu yang ada di depannya. Rasanya begitu kesal ketika di cuekin.


"punya mulut kan. Terus tau gak fungsi mulut untuk apaan!?"


"aku gak mau lihat wajah kamu, aku gak mau aduh mulut dengan kamu,  aku males berurusan dengan kamu, dan kamu tau ini fungsi mulut!"


Pinky menerjang kalimat dalam satu ucapan dan ucapan itu mampu menerjang perasaan Regan. Lizia telah tiba menuju parkiran ia menghampirin Pinky.


"ada apa lagi nih!'' Lizia melihat Raut wajah Regan.


"Regan elo tuh kekanak-kanakan banget tau gak. Ngapain sih elo tu selalu ganggu Pinky terus!"


"Zi udahlah aku gak apa apa, kita masuk kelas sekarang yuk." ajak Pinky, ia terpaksa menarik tangan Lizia menuju kelas dari pada berargumentasi dengan Regan yang ada masalah tidak akan selesai.


Adit dan Romi menghampirin Regan yang sedari tadi hanya diam.  Mungkin terpaku atas jawaban Pinky.


"Woy! Kenapa jadi diem loh gan, mikirin sih cupu yah?" Kata Adit.


Regan berusaha membuka sepatunya.


"Kok buka sepatu gan, emangnya elo mau ngapain?" Adit bertanya lagi.


"Gue mau lempar sepatu gue ke muka elo! "

__ADS_1


"Wah gila lo, aaa kabur...," Adit langsung kabur di saat Regan ingin berusaha melepas sepatunya.


Romi tertawa ngakak di ikutin Regan yang juga tertawa.


__ADS_2