Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Raiska Di Jauhin Temannya


__ADS_3

Kedatangan Raiska ke sekolah setelah beberapa minggu di skor, kini dirinya menjadi pusat perhatian selurus siswa dan siswi yang ada di sekolahnya, banyak di antara mereka ada yang mengumpat secara terang-terangan.


Raiska melewati mereka semua tanpa memperdulikan semua orang yang saat ini sedang membicarakannya. Ia mencoba menarik nafas dalam-dalam sebelum memutuskan masuk kedalam kelas.


Di sana Raiska melihat Dewi dan Elsa saling bicara berdua di bangku, Raiska tersenyum melihat mereka dari ambang pintu.


"Hay, guys."Raiska menyapa kedua temanya tapi anehnya sapaan manis itu tidak di balas oleh keduanya.


Raiska berpikir mungkin keduanya sedang tidak mod pada pagi hari ini, dan langsung saja ia manaru tasnya di atas meja tempat ia dan Dewi duduk.


"Sorry Ris, gue gak bisa duduk sama orang kayak elo lagi. Elsa Elo ambil tas lo terus nanti elo duduk sama gue yah."


Elsa mengulum senyum secepat kilat mengambil tas yang ada di belakangnya dan langsung ia letakan di atas meja Dewi.


"Loh, kok gitu sih terus gue duduk di mana dong. Ini kalian apaan sih, kalau becanda ini gak lucu sumpah."

__ADS_1


"Mulai sekarang elo bukan temen kita lagi, karena kita gak butuh temen yang suka bikin orang celaka!"Ucap Dewi dengan seringainya.


Hal ini membuat Raiska berdecih.


"Celakain orang, tunggu. Hey bukan kah kalian juga ikut-ikutan nyelakain Pinky."


"Iya Ris, itu karena kita terlalu bodoh mau aja temenan sama cewek yang sok kecantikan dan kecentilan kayak kamu. Lihat buktinya Pinky kini penampilannya jauh lebih cantik dari pada elo. Udahlah sekarang elo bukan temen kita lagi udah sana pergi!!"Elsa mendorong tubuh Raiska hingga Raiska mundur kebelakang dan hampir saja terjatuh kalau bukan saja Pinky yang menangkap tubuhnya agar tidak terjatuh.


"Kalian itu kok jahat banget sih Raiska kan temen kalian sendiri kok kalian malah begitu!" Pinky bicara lantang mencoba membela Raiska.


"Pinky harusnya elo itu seneng kek kita belain kan dia ini orang yang hampir buat elo kehilangan nyawa!"Kata Dewi.


"Loh bukannya kalian juga ikut-ikutan nyelakai aku, kenapa harus menyalakan sepihak."


Raiska menangis mengeluarkan seluruh kesedihannya teman-teman yang ia kira baik dan setia namun nyatanya mereka berdusta.

__ADS_1


"Yah itu karena Raiska yang nyuruh kita coba aja kita berdua gak berteman sama dia hooh udah pasti hidup kita aman-aman saja tanpa ada masalah dan beban."


"Udah cukup, dan elo."Tunjuk Raiska pada Pinky."Elo gak usah sok baik sama gue! Gue gak butuh kebaikan elo! sampai kapan pun elo itu musuh gue, elo rakyat jelata jadi gak usah sok caper paham kan!"


Raiska keluar dari kelas namun saat keluar dari kelas ia menabrak bahu Lizia yang baru saja masuk kedalam kelas.


Lizia mengupat ketika melihat Raiska lolos begitu saja dari jangkaunya.


"Woy! Hari pertama masuk aja udah bikin ulah, mana gak minta maaf lagi"


Wajah Raiska yang terlihat pucat seolah membuat Pinky berpikir seolah ada kecemasan lain di dalam hatinya, hal ini memicu sebuah kekhawatiran di dalam dirinya.


"Pinky, ngapain masih berdiri di depan udah ayo kita ke bangku. Oh iya gue belum ngerjai pr bahasa indonesia nih, rencananya gue mau lihat pr elo, boleh kan hehehe."


"Hih, dasarnya kamu tuh kebiasaan"Pinky mengomel melihat tingkah dan kebiasan buruk Lizia sembari berjalan lebih dahulu ke bangku mereka.

__ADS_1


__ADS_2