
Bel pulang telah berbunyi dan semua siswa-siswi berhamburan untuk pulang ke rumah masing-masing. Saat ini Pinky telah bersama Lizia berjalan munuju parkiran,Lizia memang sengaja ingin mengantarkan Pinky sampai di rumah.
Namun saat tiba di parkiran,di sana ada Regan dan juga Arnold yang berdiri di samping mobilnya masing-masing.
Mereka terkesiap di saat orang yang mereka tuju telah tiba, tanpa hambatan lain mereka berdua pun menghampiri Pinky. Regan memegang tangan kiri Pinky dan Arnol memegang tangan kanan Pinky.
"Pinky elo gue yang anterin pulang yah!"ucap Arnold.
"Mending elo sama gue aja, kan bokap gue emang nyuruh elo buat pulang dan berangkat sekolah sama gue."Kata Regan yang tak mau kalah dari Arnold.
sedangkan Lizia termangu tak percaya.
"Eh elo gak usah pakek acara bawa bawa nama bokap segala yah! Udah ki mending elo pulang sama gue aja. Yuk gue anterin sekarang." Arnold mencoba lagi menarik tangan gadis yang masih terdiam itu.
__ADS_1
"Elo apaan sih Arl elo tau gak bokap gue sama ibunya Pinky udah saling kenal jadi wajar dong kepercayaan mereka itu gue lah elo siapa elo gak berhak ngelarang gue buat anterin cupu kapan pun."
"Regan, jika papa kamu yang minta kamu yang anterin, aku jujur aku nolak. Aku gak mau berurusan sama kamu lagi."
Regan terdiam tapi tangannya masih setia mengenggam tangan Pinky seakan tidak ingin terlepas.
"Nah denger sendiri kan lo penolakan dari Pinky dan itu artinya Pinky bisa pulang bareng gue. Ayo ki."
Di ujung sana Raiska dan kedua temanya dapat melihat Pinky ketika menjadi rebutan para cogan ganteng di sekolahnya sampai-sampai ia meremas buku Lks yang ada di tangannya.
"Ris gini yah kalau gue jadi elo gue malah pengen tuh beri sih cewek cupu itu pelajaran ,enak aja dia sok kecentilan." Sanggah Elsa mencoba memanas-manasi Raiska.
"Iya tenang aja, kalian kira gue bakalan diem aja gitu. Enggak Pinky tunggu pembalasan gue."Sengit Raiska.
__ADS_1
Kepala Pinky terasa pusing ketika tangannya di tarik ke kanan dan kiri oleh dua cowok di depannya, kenapa ia sekarang terlihat jadi rebutan. bahkan semua orang banyak yang mempertontonkan adegan ini.
"Iiiih Kalian berdua apaan sih! Denger yah kalian berdua! Pinky sekarang pulang sama gue! Bukan sama kalian berdua." Lizia dengan tegas mengatakan hal itu kepada Regan dan Arnold.
"ayo kita pulang, bisa gila kalau elo ngurusin dua cowok gila ini." Lizia manarik tangan Pinky menuntunnya untuk menuju ke mobil miliknya.
"Lizia!woy gantian dong sekali-kali kek beri kesempatan gue untuk bisa berduaan sama Pinky!" Teriak Arnol saat Lizia telah resmi memasukan Pinky kedalam mobilnya.
Setelah mobil yang di tumpangin Lizia telah menjauh Arnold dan Regan saling melempar tatapan tajam.
"Gue udah bilang sama elo, elo gak usah rebut Pinky dari gue.Pinky itu milik gue Regan elo ngerti gak!" Arnold marah sambil menunjuk-nunjuk muka Regan.
Regan marah dan menyingkirkan tangan Arnold."Gak usah nunjuk-nunjuk gitu dong gini gini gue berhak buat dapeti Pinky tanpa persetujuan dari elo. Dan harusnya elo sadar diri Pinky gak tertarik sama orang kayak elo!"
__ADS_1
"Kata siapa dia gak suka sama gue ha! liat pokoknya atau intinya gue bakalan jadiin Pinky pacar gue dan elo, elo aneh bukan nya dari awal elo benci banget sama Pinky jadi sekarang kenapa elo mau ngejar-ngejar dia."
"Elo juga aneh broh! Awalnya elo juga sering bully dia kan tapi sekarang kenapa malah berbalik suka?"