
Pinky mengeluarkan sesuatu dari dalam tas sekolahnya ketika Lizia datang menuju bangku mereka.
"Wow apaan tuh," kata Lizia dengan senyuman khasnya.
"Lizi cobain deh mumpung masih anget'' Kata Pinky sembari membuka bekal miliknya.
Pinky kembali berkata."ini bola pisang choko mozarela aku jamin kamu bakalan ketagihan."
mata Lizia langsung berbinar, rupanya Pinky sangat tau jika sangat suka coklat dengan varian pisang.
tanpa aba-aba Lizia langsung mencomot 1 bola pisang dan langsung ia lahap habis.
"hmmm.... gilaa... ini enak banget ki, elo kok tau sih gue suka coklat sama varian pisang udah gitu elo tambahin keju moza wuw tambah lummer enaknya" Ujar Lizia memuji.
Raiska baru saja datang bersama Dewi dan Elsa.
"dasar rakyat jelata hari ini masih aja bawak bekal kayak anak tk aja, hahaha"
"hahaha iya Ris mereka kan emang anak tk wajar dong gak tau,"Kata Dewi menimpalin.
Huu mereka lagi mereka lagi
Lizia langsung membersihkan coklat di sela sela jarinya dengan mulutnya.
"emang di mana salahnya kalau Pinky bawak bekal, lagian dia bawak bekal setidaknya enggak nyusahin kalian kan?"
"Jelas salah dong dan nyusahin. malahan dia udah ngotorin nama baik sekolah kita, masak sekolah ternama kita di rusak cuma gara-gara ada siswi cupu yang bawak bekal ke sekolah, itu kan gak banget,"
"Hey Raiska sejak kapan di sekolah kita ada larangan bawak bekal, semua orang berhak kok bawak bekal dari rumah, atau jangan-jangan elo aja tuh yang gak tau aturan. lagian bekal yang di bawak Pinky ini enak banget."
"Oh iya Ris kamu mau nyobain gak, aku jamin kok kamu pasti suka." Pinky menawarkan dengan cara yang baik-baik pada Raiska. tapi Raiska bersih keras mengabaikan tawaran baik itu.
"ih ogah, udahlah gak usah sok baik sama gue, makanan elo itu gak sejalan tau dengan level gue!"
"Ki ngapain sih elo sok baik sama nih nenek sihir, udahlah kalau dia gak suka yah biarin gak rugi juga kan."
Pinky mengangguk kecil. Lizia mengambil bekal berisi coklat pisang itu, dan ia pun malah menawarkan nya pada teman teman lainnya.
"Gue jamin coklat ini bakalan ngawalin pagi hari kalian dengan manis, kalian cobain yuk."
tawaran itu berhasil awal nya mereka ragu tapi ketika melihat bentuk dan keterampilan dari coklat pisang itu seketika mereka tertarik.
satu suapan berhasil masuk ke mulut mereka masing-masing.
sontak mereka memuji keenakan luar biasa dari coklat pisang itu. itu membuat pinky merasa senang.
Dewi dan Elsa juga tergiur dengan pesona coklat itu pun alhasil mencoba mencicipin coklat yang pinky bawak tidak perduli jika Raiska akan memarahi mereka.
__ADS_1
Regan sedang bermain basket sendirian di lapangan basket saat jam pelajaran kosong. tiba-tiba Arnold menghampirin nya dengan membawa bola basket lain.
"ngapain lo di sini?" Kedatangan Arnold menimbulkan rasa ketidak sukaan pada diri Regan.
"Gue juga mau latihan basket sekali gus beri peringatan pada lo buat jauhin Pinky! dan jangan ganggu dia lagi!"
"Ck..emang elo siapa nya bisa-bisanya larang gue buat jauhin tuh cupu!"
"Semua orang juga tau kalau Pinky itu pacar gue! atau jangan-jangan elo gak tau berita yah."
"Pacar? sejak kapan seorang Arnold mengakui jika dirinya berpacaran dengan sih cupu, aneh kan. sedangkan cupu jauh dari kriteria lo."
"Kenapa lo jadi sewot, cinta dapat tumbuh kapan saja. so meskipun dia cupu jelek tapi gue suka dia. Dan elo Regan! stop buat ganggu pacar gue lagi."
Regan tertawa getir, lalu menjatuhkan bola basket miliknya ke bawah.
"Gue gak perduli jika elo dan sih cupu itu pacaran, tapi sorry gue gak bisa menghentihkan diri ini untuk tidak ganggu dia, bagi gue pacar lo itu unik, mainan seperti itu sulit di dapat. jadii gue tetep gak bisa"
Arnold melempar bola basketnya mengenai bahu Regan. sontak Regan tidak terima keduanya lalu beradu mulut kembali.
"Santai dong! gak usah pakek lempar-lempar bola segala!"
"Manusia kayak lo pantas di beri pelajaran Gan!"
"Whats. pelajaran. Matematika,kimia,fisika atau apa?"
Sekali lagi Arnold mencengkram kerah baju basket Regan. "Gue pengen nonjok wajah lo yang sok munafik ini,biar lo tau diri!"
"Coba aja tonjok gue, habis itu kita lihat siapa yang bakalan di panggil keruangan Bk elo atau gue?"
"oh yah, elo pikir gue gak berani nonjok muka songong lo tuh ha!"
Arnold sudah menyiapkan ancang-ancang untuk menonjok Regan,tapii seseorang berteriak memanggil nama Arnold. sontak Arnol melepaskan Regan begitu saja.
"Arnold...Hey...Arnold"
"Bukde.." sanggah Arnold tak percaya ketika melihat seorang wanita paru baya berlari menghampirinya dengan wajah yang full make up seperti biasanya.
Ha Bukde..wajahnya seperti familiar, kata Regan dalam hati.
"Astaga Bukde ngapain ke sekolah Arnold?"
"Yaampun udah 5 tahun lamanya bukde gak ngelihat keponakan bukde yang ganteng dan unyu-unyu ini..uuu gemess."
Bukde beralih menyubit kedua pipi Arnold dengan gemas. Regan masih tak menyangka dengan apa yang terjadi di depannya, rasanya ingin tertawa saat melihatnya.
"Aduuh bukde, aw aw sakit bukde apaan sih! Aku bukan anak kecil lagi tau gak?"
__ADS_1
kini wanita paru baya yang berperan sebagai Bukdenya Arnol pun menumpukan tangan kanannya di bokong kanan Arnol.
"Ih gini yah kalau udah gede, bawaan nya malu malu kucing, padahal dulu kamu waktu bayi paling suka bukde unyel-unyel andai kamu inget dulu waktu bayi suka banget kamu tidur di bawah ketiak bukde!"
"bu'ahahahah" Regan Tertawa nyaring dia bahkan tidak menyangkah jika Arnold dulu seperti itu.
"wkwk serius Arl elo dulu kayak gitu..astaga sumpah lucu banget mau gue rekam ah biar semua siswa siswi di sini pada tau kecil nya elo dulu kayak gimana wkwk!"
"Wow elo awas aja yah!"
"blee" Regan menyebel kan lidahnya.
"Aduuh bukde apa apaan sih bikin aku malu aja, iya itu dulu waktu kecil tapi sekarang aku udah dewasa bukde,bukan anak kecil lagi, mending bukde pulang."
"Anak durhaka kamu Arnold bukde dari kampung 5 jam baru sampe ke jakarta terus langsung kesekolah kamu,"
"Iyaa terus kenapa bukde gak langsung kerumah aja terus istirahat?"
"Elo gimana sih Arl harusnya elo itu ajak kek nih bukde elo ke kantin dulu ajak makan ajak minum siapa tau laper haus."
"Nah bener nih kata temen kamu, temen kamu aja pengertian masak kamu keponakan bukde gak paham."
"Ah diem lo! bukde dia ini bukan temen tapi musuh aku bukde musuh!"
Alhasil bukde menampol bahu Arnold "Aww bukde! kenapa tangannya jahil mulu sih sakit bukde!"
"Dari kecil kamu masih inget gak, gak boleh yang namanya musuh musuhan sesama manasia itu harus saling temenan gak boleh musuhan."
"Ah sudahlah bukde gak usah banyak berargumentasi mending bukde sekarang juga pulang kerumah aja jangan di sini malu maluin Aku aja."
"iya tapi bukde mau nya pulang sama kamu, bukde kadang lupa rumah kamu Nol."
"Gak bisa De, kan aku pulang sekolah masih lama mending bukde kerumah aja sendirian nanti aku kirim alamatnya."
"Alah kamu ini bocah edan, apa masalahnya pulang sebentar toh bukde juga tadi udah minta izin sama guru mu boleh bawak kamu pulang buat anterin bukde."
Arnol meremas kepalanya yang tak sakit, melihat sekeliling berharap tidak ada orang lain selain dirinya dan Regan, kemudian Arnold tersenyum paksa menuruti kehendak bukdenya.
"Baik bukde, okke Aku anterin kerumah sekarang yah.."
"naah gitu dong dari tadi.."
"Yaudah ayok..''
Arnold merangkul bukdenya mengajaknya keluar dari lapangan basket ini.
sebelum itu Arnold menatap tajam pada Regan. "awas loh urusan kita belom selesai."
__ADS_1
Regan mengatup mulutnya kemudian ia tertawa lepas lagi begitu melihat Arnold dan bukde rempongnya itu lenyap dari jangkauannya.
#GimanaLanjut??