Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Ancaman Ibunya Pinky


__ADS_3

"Ayo Raiska kenapa kamu diam saja. ayo segera lah minta maaf!" Ucap pak Gibran menegur Raiska yang saat ini hanya diam.


"Aa-aku mm-minta maaf!" Ucap Raiska sambil menundukan wajahnya yang saat ini tenga membendung tangisan.


"Raiska kamu ini gimana sih yang bener dong minta maaf nya masa nunduk gitu!"Tegur Susi mama tiri Raiska.


Mana ada sejaranya seorang Raiska meminta maaf pada orang yang telah ia bully tapi nampaknya Arnold sedang memikirkan jika ada hal yang sedang di takuti Raiska.


Tidak salah lagi kalau Raiska ini begitu takut ketika di bentak pak gibran papa kandungnya


wajar saja nunduki diri toh saat dia meminta maaf di sini ada Regan dan juga Arnold.


Melihat hal itu Arnold tidak tinggal diam saja ia kemudian diam-diam mengambil hpnya lalu mereka apa yang sedang terjadi di depanya.


Renita ibunya Pinky hanya bisa menahan nafasnya yang terasa sesak bahkan ia ingin sekali memarahi seorang gadis yang telah menyelakai Pinky, tapi seketika melihat seseorang yang di depannya ini seperti menahan ketakutan dia jadi urung marah.

__ADS_1


"Aku minta maaf tante! Hiks..hiks.."Ujar Raiska dengan suara tangisannya yang seakan pecah.


"Jujur saya sangat kecewa dengan perbuatan mu pada anak saya Pinky, emangnya apa salah anak saya Pinky pada mu sehingga kamu tega mencelakainya!"


Pak Gibran dan mama susi hanya membiarkan Raiska yang saat ini tenga di introgasi oleh orang tuanya Pinky.


Raiska tidak mampu untuk malanjutkan kata-katanya tapi sementara matanya juga melihat Pinky yeng tenga menatapnya iba. dua genggaman tangan Raiska saling mengepal erat di balik jaket tebalnya.


"kamu ini seorang wanita kok jahat banget sama putri saya!"Bentak ibunya Pinky yang saat ini emosinya tidak terkontrol namun saat ini Regan terlihat menenangkan Ibunya Pinky.


Regan menatap tajam pandangan matanya pada Raiska saat ini.


"Elo itu emang keterlaluan yah Ris tau gak perbuatan elo itu sudah di luar batas nalar! Elo dorong Pinky di gudang namun setelah Pinky tidak sadarkan diri elo malah kunci dia saat lagi sekarat!"


Kini Arnold juga menambahkan komentar pedasnya pada Raiska.

__ADS_1


"Kalau gue jadi orang tuanya Pinky maka gue gak akan tinggal diem! Gue bakalan penjarain elo!"


Air mata semakin membasahi wajah Raiska ketika mendengar kata penjara jujur ia belum siap di penjara.


"Tolong kalian berdua tidak usah ikut campur, ini urusan keluarga kita dengan ibunya Pinky."


Ucap Pak Gibran tegas. Dan lagi-lagi Regan menguraikan kalimat papanya Raiska.


"Loh kita temennya Pinky lo pak bahkan saat ini ibunya Pinky sudah anggap kita berdua anaknya sendiri!" Ketika Regan bicara seperti itu bahkan Arnold melemparkan padangannya.


"Keluarga, anak, sejak kapan, emang ibunya Pinky bilang gitu."Gumam Arnold dalam hati.


"Regan,Arnold sudah lah gak apa-apa tante bisa hadapin ini semua sendiri."


"Sebenarnya kita tidak bisa berlama-lama ada di rumah sakit ini, dan bagaimana kita langsungkan saja sebuah perdamaian."Ucap Pak Gibran sembari mengeluarkan selembar cek."Katakan berapa uang yang anda inginkan?"

__ADS_1


"Maaf bapak tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun untuk keluarga saya, karena saya tidak membutuhkan itu semua. Dan yang hanya saya butuhkan adalah untuk putri bapak dan ibu segera meminta maaf pada putri saya Pinky dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan buruk itu lagi, dan bila sampai terjadi maka saya terpaksa akan membawa masalah ini ke jalur hukum!" ucap Ibunya Pinky mengancam.


__ADS_2