Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Ajakan Regan


__ADS_3

Tok tok tok


"iya siapa yah?" Tanya Pinky dari dalam rumah.


ketika Pinky membuka Pintu bertapa terkejutnya dia ketika melihat sosok cowok yang sering membully nya berdiri tepat di ambang pintu.


"Kamuu!! ngapain di sini."


"Papa nyuruh gue buat anter jemput elo ke sekolah bareng!"


"Apa maksud mu, berangkat kesekolah bareng kamu?"


"Loh ada nak Regan, kalau gitu mari masuk dulu"


"gak usah tante makasih, aku kesini mau jemput Pinky biar bareng sama aku berangkat ke sekolah"


Pinky menggeleng,"Gak usah makasih nanti aku naik angkot aja udah biasa kok"


sok jual mahal amet sih kalau bukan karena papa nyuruh gue buat anterin elo kesekolah mana sudi gue anter jemput elo.


"Gimana yah ki tapi papa nyuruh gue buat anterin elo, jangan nolak yah ki nanti kalau elo nolak gue bakalan di marahin papa." Regan memasang wajah kecewa, itu sangat sukses membuat ibu Pinky iba terhadap Regan.


"Udalah ki, Regan baik orangnya apa salahnya kamu berangkat ke sekolah bareng dia."


"Tapii buk." Ibu ibu andai aja ibu tau gimana prilaku serta sikapnya Regan pada anaknya di sekolah."


"Ki ibu lo aja setuju jika berangkat sama gue."

__ADS_1


"Iya nak Regan tenang aja kok Pinkynya mau. tapi kira kira nak Regan udah sarapan apa belom?"


Regan terlalu buru buru untuk menjemput pinky, pada akhirnya ia melewatkan sarapan. toh ia jarang juga sarapan di rumah.


"Belom tante, tadi mau sarapan tapi gak sempet hehehe,"


"Yaudah kalau belum sarapan kita sarapan bareng aja."


"yang bener tante,"


"Iya ayo mari nak Regan masuk."


Regan berat hati untuk memakan nasi goreng serta telur dadar ini, pasalnya ia tidak pernah makan makanan yang di buat oleh kalangan orang miskin pada akhirnya ia mencoba dengan satu suapan.


hap. Enak, nasi gorengnya sangat enak, lebih enak dari masakan bibik yang ada di rumahnya.


"Tan nasi gorengnya enak banget, ini tante yang masak?" Regan bertanya sambil menambah satu suapan lagi ke dalam mulutnya.


"Enggak bukan tante yang masak tapi Pinky."


Regan diam, tidak lagi melanjutkan mengunyah nasi goreng di dalam mulutnya.


"Nak Regan kenapa?"


"oh gak apa apa kok buk,"


Regan mengamati Pinky, Pinky menjadi serbah salah. selain cupu ternyata jago masak juga.

__ADS_1


"Nak Regan!"


"Ah iy iya tante."


"Kok nak Regan diam?" Tanya ibu Pinky heran.


Tak lama hp Regan berdering, tanda telepon masuk. Di sana tertera nama papa.


"Hallo pah,"


"Gimana apa kamu sudah jemput Pinky untuk berangkat ke sekolah bareng?"


"Iya ini aku udah di rumah Pinky kok. Kalau gak percaya nih ngomong saja sama Pinky nya."


"tidak usah papa percaya, ingat kamu harus anter jemput Pinky setiap hari yah jangan sampai kamu hancuri kepercayaan papa."


"oke pah, aku paham. Udah dulu yah pah kita mau berangkat ke sekolah dulu."


"Baiklah.hati-hati"


Regan mematikan sambungan telpon dengan papa nya.


"Ki kamu udah siap kan, kalau gitu kita berangkat sekarang aja yuk."


Pinky melihat Regan, ia mencoba mencari sebuah keraguan pada diri Regan. Entah kenapa Regan seperti ini, atau jangan-jangan dia punya niat lain. Pinky geleng-geleng kepala membuang segala rasa kecurigaan itu.


"Pinky ngapain bengong, di sini ayo buruan siapin diri kamu dan jangan biarkan teman mu Regan menunggu terlalu lama."

__ADS_1


"Oh baik buk, tunggu yah."


__ADS_2