
"Maaf yah Arnold aku gak bisa,"
Penolakan cinta dari Pinky terus saja terbayang-bayang di pikiran Arnold. Usai menyatakn cinta kemudian di tolak membuat Arnold lebih memilih diam di tenda, malu yah tentu pasti saat ini semua orang membicarakanya.
"Arnold, elo jangan prustasi yah,"Martin Khawatir iya ikut menyusul Arnold yang berada di tenda.
Arnol menutupi kedua tangannya di wajah."Tin, kira-kira anak-anak di luar pasti lagi ngomongin gue kan?"
Martin menggaruk tengkuknya,"Elo yang sabar yah lagian masih banyak cewek cantik kok, ngapain juga elo harus nembak cupu pada ujungnya malah elo juga yang di permalukan"
"Udah gak usah di bahas lagi, gue yakin kok Pinky nolak gue pasti karena dia itu malu gak mau di liat orang banyak."
Ada istila cinta di tolak dukun bertindak akan tetapi istilah itu sudah terganti cinta di tolak jangan menyerah bearti anda harus coba lagi.
Pinky meminum teh hangat di belakang tenda ia masih merasa bersalah karena udah nolak Arnold, lebih baik seperti itu dari pada menerima padahal gak sesuai hati. Pinky terlihat mencari Lizia yang baru 5 menit saja kembali ke tenda untuk mengambil jaket tapi Lizia belum juga kembali sampai sekarang.
Butiran kunang-kunang yang begitu terlihat bersinar indah beterbangan di sekitar pohon pinus di depanya. "Wah indah sekali!"
__ADS_1
Segera Pinky menaru gelas tehnya di atas kursi yang ia duduki, kemudian tanpa ragu kaki melangkah mengikuti kemana kunang-kunang tersebut berterbangan.
Saat ini posisi Regan sudah sangat jauh dari lokasi tenda bahkan Regan bingung harus kemana."gue di mana nih! Kayaknya gue kesasar mana gue gak bawak senter."
Regan mengambil hp di saku jaket tebal yang ia kenakan.Ia ingin mencoba menghubungi Dandi atau pun Adit tapi percuma. Ini hutan mana mungkin ada sinyal.
"Hallo apa ada orang di sekiar sini! Tolong gue dong!gue kesasar nih!"Regan berteriak kencang mencari sebuah bantuan.
Aurrrmm....Aurrmmmm....
"Arggg...Papa! Tolong Harimau!!!" Regan kembali ketakutan dan melanjutkan berlari seribu langkah.
Senter yang saat ini Pinky gunakan rupanya cukup membantu mengurangi kegelapan.
"Tolongi gue!!"
Sejenak Pinky berdiam diri di tempat, seperti mendengar suara orang minta tolong tapi di mana? suara orang minta tolong pun hilang di sertai kunang kunang yang saat ini ia cari juga menghilang.
__ADS_1
Pinky sekarang baru sadar bahwa ia tersesat sangat jauh dari lokasi tenda. Pinky menyenteri sekelilingnya."Loh aku di mana?"
"Oke Pinky kamu jangan panik, sekarang yang harus kamu lakukan adalah memejam kan mata habis itu fokus cari jalan keluar."
Bismilah semoga pilihannya benar. jalur yang kini Pinky ambil adalah jalur kiri karena ia sangat yakin bahwa dia melewati jalur itu.
"Argg..tolong!"
Regan berlari kencang menginjak rinbunan semak semak karena tidak melihat pada akhirnya Regan terjatuh ke dasar jurang yang tidak terlalu dalam namun jika jatuh ke situ juga akan merasakan sakit.
Beruntung Regan masih dalam kondisi baik- baik saja hanya luka luka ringan saja. Regan menggerutukan dirinya yang terlalu bodoh.
"Tolong apakah ada orang.?" Regan berteriak sekali lagi dari bawah jurang.
Sebuah sinar terang yang berasal dari atas dapat menyinari sepenuhnya wajah Regan.
"Regan!"
__ADS_1
"Elo!"