Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Masa Masa Berkemah


__ADS_3

ini sudah lebih dari satu minggu ketika Regan di nyatakan sudah sembuh dan boleh beraktivitas seperti bersekolah dan lain sebagainya. Di dalam kamar Regan tenga mengemasin baju bajunya ke dalam koper berukuran sedang yah tibalah hari ini untuk berkemah di hutan.


"Regan..." Kedua teman Regan masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu akhasil membuat Regan mengomel.


"Dasar lo pada. Kalau masuk kamar orang tuh ketuk dulu pintunya!"


"Hehehe, oke kita ulang lagi awal yah." Adit menyuruh Romi untuk ikut ia keluar.


Romi yang tak paham dengan apa yang Adit rencana kan akhirnya ikut ikut saja.


Kini mereka berdua sudah berada di pintu luar kamar Regan.toktoktok.


"Assalamualaikum!" Ujar keduanya serempak.


"Waalaikumsalam masuk.," Regan menjawab salam dari dalam kamar.


"Gimana gan kita udah ucap salam kan!"


"Good,itu baru bener."Ujar Regan di sertai kekehanya.


"Terus kalian udah bawa semua perlengkapan untuk berkemah?"


"Sip yang kita bawak semuanya lengkap, tanpa ada satu pun barang yang tertinggal."


"Oke kita berangkat sekarang!" Perintah Regan pada kedua temannya.


Regan dan kedua temanya turun ke bawah di situ Regan menemui bik Dira.


"Bik bilang sama papa, aku sama temen-temen mau pergi kemah di hutan bibik jaga rumah yah,"

__ADS_1


"Ah iya den,kalau gitu den Regan hati hati yah. Jaga kesehatan."


Regan mengacungkan jempol. Setelah itu ber


ia meneruskan langkahnya menuju ke keluar rumah.


"Oh iya lupa!" Regan berguman pelan, hal itu di dengar temen temannya.


"Lupa apa gan, buruan lo ambil mumpung kita masih di rumah elo." Romi memperingatkan Regan untuk mengambil sesuatu yang Regan lupakan.


Regan berbalik memanggil bik Dira yang hampir menaiki tangga.


"Iya den kenapa?"


Regan berjalan menghampiri wanita yang usianya terpaut jauh dari dirinya. Regan menggampai tangan bik Dira kemudian mencium punggung tangan itu.


"Assalamualaikum!"


Bik Dira begitu syok dirinya bahkan merasa bahwa ada yang salah dari majikannya ini pasalnya Regan tidak pernah mengucapkan salam kalau mau bepergian dan kali ini majikan nya ini melakukan itu semua.


Bik Dira bengong, mengamati seluruh tubuh majikannya itu dari atas sampai bawah.


"Woy bik kok bengong!" Regan membuyarkan lamunan bik Dira.


"a-a anuh gak kok den, yauda aden hati-hati yah."


"Yauda kita pergi yah bik,"


Bik Dira hanya mengangguk menyaksikan kepergian majikannya dan juga kedua temanya.

__ADS_1


Sama hal yang saat ini Pinky lakukan mengemasin barang ke dalam tas ransel ia juga berniat untuk ikut kemah. Ibu Pinky menghampiri Pinky di dalam kamar.


"Ki udah belum, buruan Lizia udah nunggui tuh di luar."


"Iya bentar lagi selesai kok buk."


"Kalau di hutan jangan pernah pakai baju tipis bila perlu pakai baju yang bahannya hangat biar gak kedinginan terus jangan lupa bawak lotion nyamuk biar gak di gigit nyamuk."


Pinky tersenyum, ia mengeluarkan kembali apa apa saja yang telah ibunya ucapkan tadi.


"Jaket dan lotion nyamuk, semuanya lengkap"


"yaudah syukur deh kalau kamu udah bawa semua. Yauda buruan keluar jangan biarkan anak orang menunggu lama."


"Zi, maaf yah lama nunggunya."


"Iya gak apa apa kok,Ayo kalau gitu kita berangkat sekarang."


Ibu Pinky datang dengan membawa satu box kecil makanan."Nih ini bola bola keju pisang untuk ngemil di perjalanan."


Wangi semerbak aroma coklat tersebut mampu membius hidung Lizia."Wah tante tau aja kesukaan Lizi."


"Iya kalau gitu ini di bawa gih,"


Kini box coklat itu sudah di tangan Lizia. Lizia yang tak sabar ingin mencoba nya namun tertahan oleh Pinky yang melarangnya jangan makan dulu.


"Udah nanti aja makan nya,kita berangkat dulu nanti telat pas nyampe sekolah."


Pinky dan Lizia pun pamit dengan mencium punggung tangan ibunya Pinky.

__ADS_1


"Assalaamualaikum bu, Assalamualaikum juga tante."


"Waalaikumsalam hati hati yah."


__ADS_2