
Di atas meja Yang saat ini Pinky dan Lizia dudukin banyak terdapat beragam buket bunga coklat serta kado lainya semua itu berasal dari para siswa laki-laki yang mencoba untuk mendapatkan hati seorang Pinky Alnara.
"Hay, Pinky ini bunga dari gue khusus untuk cewek tercantik kayal elo,"
"Gue mau dong Ki jadi Pacar lo dan elo mau kan jadi pacar gue."
"Coba aja elo cantik kayak gini setiap hari pasti gue akan lebih setiap hari kasih elo sesuatu yang indah."
Lizia menyeruak masuk ke dalam para gerombolan siswa laki-laki yang saat ini tenga memberikan sajian cintanya pada temannya Pinky.
"Woy!! Minggir minggir biarin gue masuk."
Sedangkan Pinky hanya bisa terduduk memojok di kursi paling ujung untuk menghindarin mereka.
"kalau elo mau masuk atau mau duduk silakan duduk aja di bangku elo Zi." Protes salah satu siswa laki-laki tersebut dan di ikutin beberapa siswa lainnya.
__ADS_1
"Whats, apaan sih kalian giliran Pinky udah cantik dan gak kayak dulu jadi kalian berani deketin dia!"Sengit Lizia pada semua siswa laki-laki itu dengan kedua tanganya ia tumpukan pada kedua sisi pinggang.
Semua siswa laki-laki itu terdiam sesaat saat mendengar penuturan dari ucapan Lizia.
"Udah deh mending sekarang kalian bubar karena waktu fanmeeting nya udah cukup! Udau buruan bubar!!"
"Yeehh gimana sih,"mereka mencoba protes lagi.
"Woy..!!gue bilang bubar yah bubar kalii, gimana sih!"
"Dah, Pinky yang cantik pokoknya elo tenang aja gue akan membuat elo jadi pacar gue nantinya."
Begitu banyak pujian yang mereka himbaukan terkhusus untuk seorang Pinky, setelah mereka pergi Pinky pun mengusap dadanya dengan tangan.
"Syukur deh makasi yah Zi, akhirnya mereka pergi juga."
__ADS_1
Melihat Pinky Lizia jadi teringat akan Raiska yang juga di perlakukan secara sama halnya apa yang di alamin oleh sahabatnya ini. Tapi kali ini para siswa laki-laki yang datang kemari itu jauh lebih membeludak di banding dengan Raiska itu tandanya jika Pinky jauh lebih cantik dan jauh lebih menarik.
"Cieee hari kedua masuk sekolah dengan penampilan baru udah jadi pusat perhatian cowok-cowok aja nih."
"Ih Apaan sih Zi, justru kalau kayak gini terus aku malah tersiksa."Pinky memperhatian bangku mereka dan bangku yang saat ini ia duduki telah di penuhi banyak kado dan bunga,bahkan surat.
"Udah terima aja nasib baik lo, tuh buktinya elo banyak nerima banyak hadiah dari mereka cieee Pinky."
Pinky berjalan ke arah bangkunya lalu menyingkirkan beberapa pemberian dari para siswa laki-laki.
"Zi bantuin gue dong gue gak bisa nerima semua ini."
"hmm gue bantu singkirin bunga dan surat-surat ini aja yah, soalnya kalau makanan ini kayak coklat dan kue ini sayang kalau di buang. Maksud gue kita bisa sebagian makan dan sisanya kita bagiin kesemua siswi perempuan terlebih pasti mereka mau nerima bunga-bunga cantik ini.
Ngomongin soal siswi perempuan hampir 50 persen semuanya berada di luar demi menghindari pristiwa yang saat tadi dan sisanya hanya sedikit. Mereka pastinya juga irih Karena Pinky di perlakuan layaknya seperti seorang ratu oleh siswa laki-laki lainya.
__ADS_1