Terpikat Pesona Cewek Cupu

Terpikat Pesona Cewek Cupu
Tempramental Papa Raiska


__ADS_3

Di rumah Raiska di tampar oleh papanya kerena khasusnya yang ada di sekolah sedangkan mama tiri Raiska hanya terdiam saja saat putrinya itu di tampar, sudah biasa, Raiska sudah biasa mendapat perlakuan buruk dari papa kandungnya.


Plakkk!!


"anak tidak berguna!papa didik kamu untuk sekolah yang bener! Bukan nya malah membuat ulah mencelakai orang!"


Plak!!! Berikut ini adalah tamparan kedua.


Raiska meringis kesakitan sembari memegang pipi kanan dan kirinya darah segar muncul di sudut bibirnya.


Kini tangan kokoh papanya mencengkram sisi wajah Raiska.


"Bagaimana kalau orang yang kau celakai itu mati ha! Apa kau mau mau di penjara ha! Jawab anak tidak berguna!"


"Maaf pa, aku melakukannya karena aku benci cewek yang sok kecantikan itu dia sudah mengambil dua cowok yang aku suka pa hiks hiks hiks."

__ADS_1


Papa Raiska menghempas wajah Raiska dengan kasar.


"Bodoh!bodoh!bodoh! Kau memang pantas di sebut bodoh Raiska! Kau itu putri tunggal GalaxyGroup! Kau memiliki wajah yang cantik serta kekayaan yang berlimpah di dunia ini masih banyak lelaki tampan dan kaya!jadi kenapa kau malah bertingkah konyol ha!"


Air mata membasahi wajah Raiska ketika ia kembali melihat wajah sangar papanya.


Sedangkan di balik mata Raiska yang berembun di sana ia dapat melihat ibu tirinya tersenyum menyeringai.


Pada akhirnya mama tiri Raiska maju beberapa langkah menghampiri keduanya.


"Sudahlah mas, jangan marah-marah terus kasian kan Raiskanya, lagi pula tidak ada satu pun manusia yang tidak pernah melakukan sebuah kesalahan besar,"


"Harusnya aku melakukan pemanasan sebelum memarahi anak yang tidak tau diri ini."


Raiska menunduk sedih air mata berjatuhan membasahi lantai.

__ADS_1


"Lagi mas kau itu harus bisa kontrol emosi jangan sampai jantung mu kambuh lagi hanya karena masalah sepele."Ujar mama tiri Raiska menasihati.


"Hal sepele kamu bilang? Dia ini sudah mencelakai nyawa orang! Bahkan bukan cuma itu saja nama baik ku,nama baik ku di perusahaan menjadi buruk hanya karena masalah yang di buatnya!" papa Raiska semenjak menikah lagi dengan wanita yang sekarang, entah kenapa menjadi tempramental bahkan tak jarang jika Raiska sering di pukuli oleh papanya.


"Untuk masalah ini bagaimana kita temui orang yang sudah Raiska celakai di rumah sakit di sana mas bisa meminta maaf secara langsung dengan orang tuanya supaya masalah ini tidak di jalur polisikan."Usul mama Tirinya Raiska.


Raiska menggeleng dengan cepat.


"Tidak Ma, apakah tidak cara lain?"Sahut Raiska masih dalam deraian air mata.


"Lihat apa kau takut jika bertemu secara langsung dengan orang tuanya!" Hardik papa Raiska.


"Iya Raiska hanya itu caranya, kau harus bisa memberanikan diri meminta maaf."


"Besok pagi jam 8 kau harus sudah siap kita pergi kerumah sakit esok hari, dan siapkan mental mu untuk melakukan permohonan maaf di depan orang tua orang yang kau celakai besok!" setelah mengatakan itu papa Raiska pun telah lenyap dari pandangannya.

__ADS_1


Kini hanya mama tirinya Raiska yang berada di sana menyaksikan Raiska yang masih menangis."Tidak ada gunanya menangis,sudah hentikan air mata mu itu."


Raiska bermuka masam memandangi Mama tirinya yang berdiri menyeringai yang saat ini masih tersungkur. Entahlah dari dulu Raiska sangatlah benci dengan mama tirinya ini dan karena mama tirinya ini lah papa Raiska sering main tangan terhadapnya.


__ADS_2